" JANGAN PERNAH LUPA... GLOBAL WARMING TELAH SIAP MENGHANCURKAN BUMI INI !!!!
Have a nice day.....but don't ever forget to take a look around
.......there's must be somebody or something needs you.....

.......let's check it out.

Monday, February 23, 2009

"Lho, sakit kok nggak boleh...."

SUATU pagi menjelang siang, di sebuah ruang tunggu puskesmas, di satu kecamatan kecil yang setahu saya jarang muncul dalam peta, bahkan dalam peta propinsi sekalipun....

Istri : "Uhhh… ngantrinya lama kayak gini paak pak, kasiaaan anak kita badannya...aduuh...kok ya tambah panas gini to..., apa ibu bilang tadi pak, kalau kita bawa ke Mbah Guno pasti dah sembuh sekarang."

Suami : "Ibu ini gimana to?, sekali ndak boleh ya tetep ndak boleh, bapak ndak suka sama Mbah Guno, pokoknya kalau sakit ya ke puskesmas, titik."

Istri : "Oalah nak..nak, kok ya pake sakit segala to naaak... kamu itu." (berkata pada anaknya yang berusia 7 tahun yang dari tadi diam saja dipeluk ibunya, badanya panas, pucat, sepertinya dia terkena typus)

Suami : "Lho ibu ini, lha wong anaknya sakit kok ndak boleh, ini namanya musibah bu..., cobaan."

Istri : "Ya harusnya ndak boleh to pak, orang miskin seperti kita ini harusnya ndak boleh sakit, kita kan ndak punya duit, coba ini nanti kita pasti mbayarnya ndak bakalan cukup sepuluh ribu, kalau tadi ke Mbah Guno, udah ngantrinya ndak lama, mbayarnya juga boleh minggu depan pas kita selesai bantu-bantu panen sawahnya Pak Dulah."

Suami
: "Sssstt...sudah-sudah, bapak ndak mau eyel-eyelan, ibu ndak usah mikirin duit, biar nanti bapak yang nyari pinjeman, dah...malu didengar orang."

Tak berapa lama, seorang wanita setengah baya berpakaian rapi yang baru datang dan melihat sepasang suami istri ini, dia menghampiri dan menyapa mereka, wanita ini adalah guru taman kanak-kanak tak jauh dari Puskemas ini, dia penumpang langganan yang sering naik becaknya si bapak kalau pulang dari mengajar. Sepasang suami istri ini lalu menceritakan masalah mereka panjang lebar.

Ibu Guru TK : "Lho bukannya ada askeskin, trus itu Jamkesmas juga, masak bapak gak punya sih?"

Suami : "Ap..apa ..as..ak..sek.. ? Eh apa tadi?"

Ibu Guru TK : "Askeskin, dah punya kan?"

Suami : (sambil menatap istrinya) "Emang kita punya bu?"

Istri : (geleng-geleng kepala) "Lha punya ndak ya? Ibu juga ndak ngerti pak...."

Ibu Guru TK : Itu lo pak, bu, kartu yang bisa buat minta keringanan jaminan kesehatan bagi yang kurang mampu, asuransi kesehatan untuk masyarakat miskin… Kalau Jamkesmas?, belum pernah dengar juga? Tetangga tetangga sekampung juga nggak ada satupun yang punya?, Pak lurah atau petugas penyuluh apa belum pernah ngasih tau?"

Suami : "Wah ndak ngerti juga ya, la wong Pak lurah itu sering ketemu saya di mushola juga ndak pernah ngomongin itu kok, itu apa itu yang tadi itu.. kalau petugas penyuluhan ada, tapi setahu saya ya cuma ngomongin pupuk tablet sama kemarin ngasih contoh benih jagung unggul, dah itu tok kayaknya...."

Ibu Guru TK : “Bukan, bukan penyuluh pertanian pak, tapi penyuluh yang dari dinas kesehatan… Emmm..tapi keluarga bapak terdaftar dalam Gakin nggak sih?"

Suami : (tampak berpikir sebentar, mengingat-ingat sesuatu) "Ooo oo…o.. iya apa yang katanya Kang Giman dulu itu apa ya yang katanya ngurus surat bantuan pemrentah ke kelurahan tapi ndak jadi wong ngurusnya repot, ribet, lama, kesono kemari bolak balik ndak selesai-selesei itu."

Istri : "Oh iya iya inget aku pak, waktu kita njenguk istrinya yang kecelakaan itu kan…? Tapi kalau Kang Giman masih mending itu, kan dia tinggalnya jauh di kota sana to pak, mau ngapa-ngapa juga gampang, ngurus macem-macem ke kantor-kantor juga deket…"

Ibu Guru TK : "Waduh sayang banget ya, padahal dana yang diajukan depkes pusat ke DPR itu sampai trilyunan katanya, bener lo pak, bu, tiga trilyun berapa gitu."

Suami : "Weleh weleh buuanyak ya, ck ck ck, itu buat orang miskin semua to?"

Ibu guru TK : "Iya, ya itu semua katanya buat membiayai pengobatan masyarakat kurang mampu,kalau tahun ini sih kalau nggak salah cuma satu trilyun saja yang diajukan ke komisi sembilan DPR, itu buat orang miskin yang jumlahnya kalau nggak salah lebih dari 60 juta orang, itu yang kedaftar lo pak, padahal nggak cuma segitu lo harusnya. Eh, tapi...tapi kabarnya, kabarnya lo ini, kabarnya masih banyak puskesmas dan rumah sakit yang sudah ngasih keringanan biaya bagi warga miskin eh malah belum dapat uang ganti dari pemerintah, ya mereka jadi bingung kan, makanya banyak rumah sakit yang mempersulit bahkan nolak warga miskin berobat, lha kalau minta ganti ke pemerintah nggak dikasih-kasih, kan lama-lama bisa bangkrut rumah sakitnya ngasih gratisan terus, bener nggak...?"

Istri : "Tuh kan pak... (sambil melirik dan mencibir suaminya), makanya percaya to sama Mbah Guno, dukun-dukun kayak mereka tuh jadi pahlawan, penyelamat buat kita pak, berkah buat orang miskin kayak kita ini, kalau ndak ada dukun-dukun kayak Mbah Guno terus gimana kita?"

Suami : "Ya ampun bu...bu..., nyebut, istighfar, kok masih ngeyel terus, ibu ndak sadar apa, Gusti Allah yang Maha Kuasa itu kalau ngasih cobaan dan nguji iman umatnya itu caranya macem-macem bu, ya kayak gini ini salah satunya...."

(bersambung...entah kapan, entah dimana, tapi nggak janji yaa)

0 comments:

Post a Comment

" ...yang kemudian hadir dan terjadi bukanlah suatu kebetulan yang sia-sia,

pertemuan dan perpisahan, ada dan tiada, jatuh dan bangun, tawa dan tangis, tampak dan samar, benar dan salah adalah berbentuk pertanyaan dan jawaban yang terdesain sedemikian rupa menjadi sebuah kepastian dan sama sekali bukan ke-tidak-pasti-an,


karenanya, karena hidup ini bukanlah suatu kebetulan, maka tidak ada alasan untuk meredupkan keyakinan demi memulai sesuatu dan lalu menyempurnakannya."


 
Template by: Abdul Munir