<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-4589189783124901735</id><updated>2011-07-31T07:53:32.057+07:00</updated><category term='special moment'/><category term='something wrong'/><category term='nyata-nyata ada'/><category term='sekedar opini'/><category term='manual kehidupan'/><category term='privacy policy'/><category term='lebih dari sekedar video'/><category term='catatan perjalanan'/><category term='lebih dari sekedar foto'/><category term='kata-kata yang dipercantik'/><category term='back to nature'/><category term='alangkah baiknya jika'/><title type='text'>plang plung</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://plangplung.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4589189783124901735/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://plangplung.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>ardhev</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18379337274951662720</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_vIJ8PFr8BEY/SWHaZfkpLDI/AAAAAAAAANg/QFHc_AK_s1c/S220/Image.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>41</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4589189783124901735.post-5991679194266361186</id><published>2010-05-18T22:29:00.006+07:00</published><updated>2010-05-18T22:55:17.686+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='special moment'/><title type='text'>C. U. there....</title><content type='html'>&lt;img style="visibility: hidden; width: 0px; height: 0px;" src="http://counters.gigya.com/wildfire/IMP/CXNID=2000002.0NXC/bHQ9MTI3MzgwODk1MzY4MiZwdD*xMjczODA4OTgyMzQzJnA9MjM4OTgxJmQ9SXNsYW1pYyUyMFdpZGdldCUzYSUyMGNvdW5*ZG93/bi1vcm5hbWVudC*wMSZuPWJsb2dnZXImZz*xJm89NzE*MTI2OWE2ZGE5NDQwMzllNGJlMmU5NjY5OTYxMTkmb2Y9MA==.gif" border="0" width="0" height="0" /&gt;&lt;div style="margin: 0px auto; text-align: center; width: 191px; height: 200px;"&gt;&lt;embed src="http://www.widgipedia.com/widgets/alhabib/Islamic-Ornament-Countdown-3631-8192_134217728.widget?__install_id=1273808718706&amp;amp;__view=expanded" flashvars="col1=0000FF&amp;amp;col2=ffffff&amp;amp;eD=11&amp;amp;eM=8&amp;amp;eY=2010&amp;amp;et1=Ramadhan's%20Countdown&amp;amp;et2=Atau...%20kita%20malah%20tidak%20akan%20pernah%20menemuinya%20lagi%3F&amp;amp;gig_lt=1273808953682&amp;amp;gig_pt=1273808982343&amp;amp;gig_g=1&amp;amp;gig_n=blogger" swliveconnect="true" quality="autohigh" loop="false" menu="false" wmode="transparent" allowscriptaccess="sameDomain" type="application/x-shockwave-flash" pluginspage="http://www.adobe.com/go/getflashplayer" width="191" height="200"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Anas bin Malik r.a. berkata, bahwa Rasulullah SAW apabila masuk bulan Rajab selalu berdoa, &lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;"Allahumma bariklana fii rajab wa sya'ban, wa balighna ramadhana."&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; (Ya Allah, berkahilah kami pada bulan Rajab dan Sya'ban; dan sampaikan kami ke bulan Ramadhan.) HR. Ahmad dan Tabrani.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4589189783124901735-5991679194266361186?l=plangplung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://plangplung.blogspot.com/feeds/5991679194266361186/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://plangplung.blogspot.com/2010/05/c-u-there.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4589189783124901735/posts/default/5991679194266361186'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4589189783124901735/posts/default/5991679194266361186'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://plangplung.blogspot.com/2010/05/c-u-there.html' title='C. U. there....'/><author><name>ardhev</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18379337274951662720</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_vIJ8PFr8BEY/SWHaZfkpLDI/AAAAAAAAANg/QFHc_AK_s1c/S220/Image.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4589189783124901735.post-4854636997232660181</id><published>2010-02-25T10:40:00.011+07:00</published><updated>2010-02-25T11:18:48.665+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='nyata-nyata ada'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='catatan perjalanan'/><title type='text'>Aku, Bus Penuh Sesak dan Wanita Berpeluh Ini</title><content type='html'>&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Aku tak tahu ini cinta atau apa, yang pasti aku masih lega karena dia masih ada di dekatku meski aku tak tahu dia itu ibuku atau bukan...."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_vIJ8PFr8BEY/S4XyETVFRQI/AAAAAAAAAX8/gbLc-5kNztw/s1600-h/images.jpeg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 121px; height: 84px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_vIJ8PFr8BEY/S4XyETVFRQI/AAAAAAAAAX8/gbLc-5kNztw/s320/images.jpeg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5442021880469210370" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:130%;" &gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;A&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:85%;" &gt;KU&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; terhentak-hentak dalam gendongan ibuku yang berlari-larian mengejar bus itu, panas sekali siang ini, peluh membasahi kaos dan topi peciku yang aku rasa kan mulai gatal ini. ibuku berhenti berlari bus itu melaju kencang, tak terkejar, hanya meninggalkan kepulan asap hitam yang menghantam wajahku, membuat mataku perih. Ibuku berdiri terengah engah, keringat di kulit lehernya yang berkilat jelas sekali dalam pandangan mataku, yang tepat berada di depan lehernya itu. Dalam pelukan ibuku yang erat ini aku tak mengerti mengapa aku selalu dibawanya berlarian mengejar bus-bus besar yang kotor, pengap, bising dan mengakrabi sesaknya penumpang, setiap hari.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belum selesai juga, lagi... sebuah bus datang, aku kembali terhentak dalam gendongan ibuku yang berlari kencang, sungguh ini sama sekali tidak nyaman. Aku dibawanya melompat masuk ke dalam bus dan menyeruak diantara para penumpang yang berdiri, aku merasakan sepertinya mereka sedikit risih dengan kehadiran kami di tengah mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan mulailah seperti biasa, ibuku memainkan sebuah benda di tangannya, benda ini aku tak tahu namanya, sebuah kayu kecil dengan beberapa bekas tutup botol yang dipaku di kayu itu, yang pasti ketika digerak-gerakkan akan mengeluarkan suara yang sejujurnya menurutku sama sekali tidak merdu dan sama sekali tanpa sentuhan harmoni sedikitpun pada komposisi ritmenya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi bagaimanapun juga benda itulah yang menjelma menjadi orkestra ajaib yang mengiringi ibuku bernyanyi, tanpa bosan meski selalu hanya lagu itu yang didendangkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah akhirnya selesai juga ibuku bernyanyi, dan kini tibalah giliranku melakukan tugasku, ya... jangan dikira aku tidak punya job desk di sini, aku juga berperan, dan sepertinya efek dari peranku ini jauh lebih besar dari apa yang dilakukan ibuku tadi, meski tugasku hanya menyusuri bus dari depan ke belakang dalam gendongan ibuku sambil membawa plastik kumal seukuran 20x15 cm bekas bungkus permen Kopiko, tapi dengan itulah orang orang memasukkan uangnya kedalam plastik itu, satu yang aku yakin bahwa mereka memasukkan uangnya bukan karena menghargai suara ibuku yang bernyanyi tadi, tapi aku yakin sekali para penumpang memberikan uangnya karena diriku ini, mereka berempati kepadaku,seorang anak kecil yang belum genap berusia tujuh tahun dengan tubuh kurus, kotor dan yang jelas mereka iba dengan kondisiku yang tidak seperti anak seusiaku pada umumnya... orang bilang aku ini menderita &lt;span style="font-style: italic;"&gt;autisme sindroma rett&lt;/span&gt;, atau semacam itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tak mengerti itu, karena menurutku aku biasa-biasa saja, tidak merasakan sesuatu yang aneh dan kurang dibanding anak-anak lain, setidaknya itu yang aku rasakan. Okelah, memang untuk anak seusiaku seharusnya aku sudah lancar berbicara, tertawa, bernyanyi dan kuakui aku belum mampu melakukan itu, setidaknya sampai detik ini. Tapi aku merasa baik-baik saja kok. Selain itu, seharusnya di usiaku ini aku sudah bisa berlari-larian kemana-mana, dan sekali lagi kuakui aku memang belum bisa melakukan itu, lagi-lagi setidaknya sampai saat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi dengan keadaanku yang seperti ini nyatanya aku bisa memperoleh uang yang lebih banyak dibandingkan dengan anak-anak seusiaku yang lain, mereka bisa berlarian sendiri meloncat dari satu bus ke bus lain, menghampiri setiap kendaraan di perempatan lampu merah tanpa perlu digendong ibunya seperti aku, dengan kemandirian mereka itu nyatanya mereka tetap selalu kalah jauh pendapatannya dibandingkan dengan pendapatanku. Dan sekali lagi aku tak tahu kenapa bisa begitu, aku tak tahu apakah keadaanku sekarang ini adalah kelebihanku atau kekuranganku....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi sepertinya dengan keadanku ini banyak orang yang mengasihani aku dan ini nyata-nyata telah banyak memberikan keuntungan berlebih pada ku dan ibuku, tapi satu pertanyaanku lagi yang belum kutemukan jawabannya, yaitu... mengapa aku harus dikasihani? Jika memang aku harus dikasihani mengapa anak-anak yang lain tidak? Mengapa aku dianggap berbeda?  Tapi sekali lagi, dengan keadaanku yang seperti ini aku sungguh merasa tidak perlu dikasihani, aku merasa baik-baik saja kok, bukankah aku tidak terlalu berbeda dengan yang lain? Sebenarnya ada apa sih denganku?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selalu setiap saat aku hanya bisa bertanya kepada diriku sendiri di dalam hati, ya dalam hati saja aku bisa mengungkapkan semua hal yang ada dalam pikiranku karena aku tidak tahu bagaimana caranya mengkonversi buah pikiranku menjadi susunan kalimat yang lalu akan kukeluarkan menjadi suara dari mulutku ini sehingga bisa dipahami oleh orang lain, aku tak tahu bagaimana caranya berbicara seperti orang-orang pada umumnya, setidaknya sampai detik ini. Dan karenanya pula aku juga belum bisa mengatakan sebuah pertanyaan penting kepada wanita berpeluh yang selalu menggendongku ini, untuk memastikan apakah dia benar-benar ibuku....&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4589189783124901735-4854636997232660181?l=plangplung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://plangplung.blogspot.com/feeds/4854636997232660181/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://plangplung.blogspot.com/2010/02/aku-bus-penuh-sesak-dan-wanita-berpeluh.html#comment-form' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4589189783124901735/posts/default/4854636997232660181'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4589189783124901735/posts/default/4854636997232660181'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://plangplung.blogspot.com/2010/02/aku-bus-penuh-sesak-dan-wanita-berpeluh.html' title='Aku, Bus Penuh Sesak dan Wanita Berpeluh Ini'/><author><name>ardhev</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18379337274951662720</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_vIJ8PFr8BEY/SWHaZfkpLDI/AAAAAAAAANg/QFHc_AK_s1c/S220/Image.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_vIJ8PFr8BEY/S4XyETVFRQI/AAAAAAAAAX8/gbLc-5kNztw/s72-c/images.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4589189783124901735.post-2996570491089273971</id><published>2010-02-17T21:00:00.013+07:00</published><updated>2010-02-25T10:46:59.781+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='nyata-nyata ada'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='manual kehidupan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='alangkah baiknya jika'/><title type='text'>Kekerasan Psikis : Luka Kecil di Hati si Kecil Meski Tak Tampak Tapi Menyakitkan</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Banyak anak yang malah merasa senang dan nyaman ketika orang tuanya tidak berada di rumah....&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Banyak orangtua yang menilai anak-anak zaman sekarang sudah tidak memiliki tata krama dan rasa hormat kepada orangtua-nya, mungkin sebaiknya para orangtua itu menilik kembali bagaimana &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;intensitas hubungannya dengan anak-anaknya, &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;pola asuh, pencontohan sikap dan pembangunan karakter anak sejak kecil.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:100%;" &gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;"M&lt;/span&gt;AH&lt;/span&gt;,&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; bacain ini mah"&lt;/span&gt; Sore itu Sisi (4 tahun) merengek pada minta dibacakan buku cerita kepada mamanya. Mamanya baru turun dari mobil, pulang dari kantor dan tampak suntuk dan kelelahan menolak permintaan Sisi.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Nanti malam saja ya sayang, mama mau istirahat dulu".&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Nggak mau, nggak mau, sekarang..."&lt;/span&gt; Sisi terus merengek sambil menarik-narik rok mamanya yang sedang merebahkan diri di sofa. Sisi terus merengek, dan sang mama diam saja tidak menjawab. Sisi tetap tidak berhenti merengek, hingga mamanya berteriak keras, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;" Sisi..!! bisa diam tidak!! Mama jewer kamu nanti, mama lagi pusing, sana sama bibi, denger nggak mama bilang apa...sana...!!"&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sangat wajar emosi memuncak ketika hati sedang tidak nyaman, pikiran suntuk, stres beban pekerjaan dan capek, masih ditambah lagi dipancing oleh rengekan anak yang membikin tambah pening. Sisi memang salah, tapi bagaimanapun dia adalah balita yang belum bisa melihat realita. Sisi mungkin kemudian menurut dan diam tapi kita tidak pernah tau ada apa dibalik pikiran dan hatinya ketika itu. Anak bisa menyimpan dendam dan rekaman kejadian dalam alam bawah sadarnya, dan akumulasinya akan bermuara pada karakter, sikap, dan cara menyelesaikan masalah secara tidak tepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang perlu diperhatikan juga adalah kebiasaan dan cara pembantu, pengasuh atau baby sitter di rumah ketika orang tua sedang tidak berada di rumah, terutama para pengasuh yang kurang berpengalaman dan tidak mendapat pelatihan yang baik, sering memakai kata-kata bernada tinggi dan gertakan atau gerutuan ketika telah kehabisan cara dalam menghadapi anak yang rewel dan merengek atau ketika anak tidak berhenti menangis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Tapi aku nggak suka main piano yah..."&lt;/span&gt; Vino (11 tahun) memprotes keputusan ayahnya yang tiba-tiba telah mendaftarkannya ke sebuah les piano. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Vino, sini, dengarkan ayah, les piano bagus untuk Vino, anak-anak teman ayah juga banyak yang ikut les piano, dan mereka sekarang sudah bisa ikut festifal kemana-mana, ayah mau Vino seperti itu ya, ayah nggak mau dengar lagi, pokoknya Vino harus mau"&lt;/span&gt;, kata ayah Vino memberi alasan.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Tapi Vino kan sudah pernah bilang ke ayah, Vino kan pengen kursus karate yah... "&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Buat apa karate karate segala, nggak perlu itu"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Tapi yah, aku nggak mau.."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Vino!!..!, ayah sudah ambil keputusan, pokoknya tiap Selasa dan Kamis sore ayah akan antar kamu ke les piano, titik."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap anak memiliki hak untuk ikut serta dalam menentukan keputusan yang menyangkut dirinya. Meski anak-anak adalah manusia baru, tetapi di sisi lain itu bukan berarti mereka tidak tahu apa-apa, mereka juga membutuhkan ekspresi pemikiran dan penyampaian pendapat. Anak-anak secara alamiah memiliki keinginan sendiri dalam hidupnya, mereka memiliki hidup dan dunianya. Sayangnya tanpa sadar kita sering menginginknan anak-anak menjadi apa yang kita mau karena ego kita, gengsi kita ketika melihat anak teman bisa melakukan banyak hal, dan berprestasi. Kita sering terjebak keinginan dan impian sendiri, dan celakanya lagi tanpa disadari anak kita menjadi sarana pemuas pencapaian keinginan kita demi kebanggaan dan gengsi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalaupun mungkin keinginan anak tersebut benar-benar tidak tepat atau membahayakan dirinya maka bukan sebuah gertakan dan pemaksaan yang menjadi jawabannya. Anak yang pendiam, pemurung adalah indikasi kekerasan psikis yang berhubungan dengan emosi ini, pada tingkat yang lebih jauh anak akan menjadi seorang pemberontak bahkan demonstrator yaitu selalu menunjukkan penolakan dan konta pendapat dengan orang tuanya dalam rangka menunjukkan protes. Tapi bukannya simpatik yang didapat si anak, yang ada anak malah semakin berada dalam posisi dipersalahkan dan dianggap bandel. Kebanyakan orang tua tidak menyadari bahwa sikap memberontak anaknya itu adalah rangkaian dari kekecewaannya yang terdahulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Boni (8 tahun) dimarahi habis-habisan oleh ayahnya karena memecahkan vas bunga saat dia bermain bola di ruang tamu, begitu ayahnya tahu, tanpa dialog pembuka terlebih dahulu, , langsung saja berbagai kata kasar keluar dari emosi sang ayah. Boni hanya diam dan tertunduk, tapi tahukah sang ayah apa yang ada dalam pikiran Boni ketika dia tertunduk? Ketakutankah? Rasa dendamkah? Kebingungankah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu pelajaran apa yang didapat dari omelan itu, akankah mereka kemudian akan berbuat sopan dan disiplin? Ya, tapi disiplin yang muncul adalah disiplin karena rasa takut, bukan disiplin karena kesadaran dan pemahaman. Suatu ketika mereka berbuat kesalahan lagi dan tanpa adanya saksi yang melihat akankah mereka akan berani mengakui kesalahnnya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Aduh gimana nih aku nggak sengaja mecahin guci, aduh sebaiknya aku ngaku nggak ya? bilang nggak ya? ketahuan nggak ya? eemmm...dulu aja cuma mecahin vas dimarah-marahinin dan dihukum ayah sampai berhari-hari, ah mending diem aja ah, ngapain juga mengaku, ntar aku dimarahin lagi, biarin aja ah..."&lt;/span&gt; Itu adalah apa yang ada dalam pikiran Boni atau anak-anak lain sebagai efek trauma hukuman yang tidak tepat. Mereka akan belajar berbohong demi menyelamatkan diri, dan inilah pelajaran yang mereka petik itu, sebuah pelajaran yang sangat beresiko tinggi jika kelak terbawa hingga dewasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak-anak adalah manusia baru, jika mereka berbuat kesalahan bukan berarti mereka bodoh, tolol, atau tak tahu diri. Mereka butuh bimbingan untuk memilih cara yang tepat dalam menyelesaikan masalah. Berdialaog baik-baik, tentu dialog ini disesuaikan dengan usia anak, duduk bersama dan biarkan anak-anak menceritakan kejadian atau kesalahan yang baru dilakukannya. Poin pentingnya adalah hargai dan beri pujian ketika anak bisa menceritakan kesalahannya, besarkan hatinya ketika anak mau mengakui kesalahan, lalu stop mengungkit ungkit kesalahan anak yang sudah berlalu. Berikan konsekuensi yang tepat, mendidik serta tetap menempatkan anak dalam posisi yang terhormat, maksudnya bahwa konsekuensi atau hukuman yang diberikan jangan sampai menjatuhkan mental dan kepercayaan diri anak, seperti disuruh berdiri di halaman rumah, dikunci di luar rumah atau hukuman lain dengan cara yang memalukan. Bahkan hingga saat ini, di sekolah pun masih banyak penerapan hukuman yang membuat anak tersiksa secara psikis, dijemur di bawah terik matahari atau membersihkan kamar mandi, ketika dia tahu teman-temannya melihat dia dihukum dan teman-temannya pun menertawakannya maka hukuman itu akan menjadi luka hati yang parah dan berbekas dalam waktu lama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Luka hati yang membekas lama juga sering dialami oleh anak yang sering dibanding-bandingkan dengan sepupu atau anak tetangga yang kebetulan berprestasi lebih bagus. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;" Tuh kan Alya aja selalu dapat rangking satu terus, kamu ini selalu bikin ibu malu, nilai apaan ini rangking sepuluh besar aja nggak pernah bisa, ah memang dasar kamu itu...."&lt;/span&gt; Demikian kalimat yang selalu di dengar Ani (12 tahun), kalimat yang selalu muncul dari mulut ibunya setiap kali penerimaan raport dan membandingkannya dengan Alya teman sekelasnya yang kebetulan rumahnya juga berdekatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ani memang sedikit lambat dalam memahami pelajaran, bukan karena tidak mau belajar, tapi kemampuannya memang sebatas itu. Banyak anak yang seperti Ani, sedikit kurang beruntung karena kemampuan otak yang memang berbeda-beda pada tiap manusia, banyak faktor yang mempengaruhi, seperti gizi atau bisa jadi adalah kekurangan yang merupakan bawaan sejak lahir. Anak yang merasa gagal sebenarnya sudah tertekan dengan kegagalannya sendiri tapi masih ditambah lagi dengan penjatuhan mental yang merupakan pelapiasan kekecewaan dari orang tuanya, dengan penyebutan atau labelling misalnya dengan kata dasar malas atau anak bodoh. Labelling hanya akan menyebabkan perilaku dan sikap yang lebih parah, labelling bisa menimbulkan anggapan kepalang tanggung atau terlanjur basah, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;"toh aku sudah dijuluki anak bodoh ngapain juga aku belajar kan sama saja."&lt;/span&gt; Belum lagi timbul perasaan dendam dan kebencian yang tidak disadari tumbuh perlahan terhadap anak yang selalu dijadikan bahan perbandingan dengan dirinya. Ani tanpa sadar bisa menaruh kebencian kepada Alya, padahal Alya tidak bersalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian yang perlu selalu dipahami bahwa kita harus melihat anak dengan perspektif &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Multiple Intelligences&lt;/span&gt;, setiap anak selalu memiliki potensi kecerdasan masing-masing, termasuk di dalamnya antara lain kecerdasan musikal, spasial, interpersonal maupun intrapersonal. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Multiple Intelligences&lt;/span&gt; ini sama sekali tidak diukur hanya sebatas melalui nilai raport.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak butuh support, dan bentuk support yang paling sederhana tapi membuat anak memiliki rasa percaya diri adalah pujian dan reward. Jangan pelit memberikan pujian kepada anak, sekalipun pencapaiannya belum maksimal, tapi berikan pujian atas usahanya. Lalu reward atau hadiah adalah sangat penting bagi anak, tentu disesuaikan sebatas pencapaiannya. Berbicara mengenai reward, kita sering lupa bahwa kebutuhan anak adalah disayangi dan wujud rasa sayang itu, bisa berupa pelukan, ciuman sayang, dan belaianpun bisa menjadi hadiah yang sangat berkesan bagi anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekerasan psikis tidak banyak kita sadari telah kita lakukan pada anak-anak kita, anak didik ataupun anak-anak disekitar kita. Sekali lagi harus dipahami anak adalah manusia baru yang masih belum banyak tahu apa-apa didalam kehidupannya, hal ini jarang disadari dan membuat kita terlalu berlebihan ketika mereka berbuat kesalahan. Anak anak belajar dari dunia di sekelilingnya, meniru, ikut-ikutan dan menjiplak apa yang dilihat dan didengarnya. Anak-anak betindak hanya berdasakan kesenangan, dan memang seperti itulah dunia anak-anak.&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;(also published at &lt;/span&gt;&lt;a style="font-weight: bold;" href="http://eccd-rc.blogspot.com/"&gt;www.eccd-rc.blogspot.com)&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://eccd-rc.blogspot.com/"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4589189783124901735-2996570491089273971?l=plangplung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://plangplung.blogspot.com/feeds/2996570491089273971/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://plangplung.blogspot.com/2010/02/kekerasan-psikis-luka-kecil-di-hati-si.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4589189783124901735/posts/default/2996570491089273971'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4589189783124901735/posts/default/2996570491089273971'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://plangplung.blogspot.com/2010/02/kekerasan-psikis-luka-kecil-di-hati-si.html' title='Kekerasan Psikis : Luka Kecil di Hati si Kecil Meski Tak Tampak Tapi Menyakitkan'/><author><name>ardhev</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18379337274951662720</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_vIJ8PFr8BEY/SWHaZfkpLDI/AAAAAAAAANg/QFHc_AK_s1c/S220/Image.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4589189783124901735.post-1362998934745044291</id><published>2010-02-02T21:29:00.005+07:00</published><updated>2010-02-19T13:00:11.237+07:00</updated><title type='text'>Facial Refresh</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;font-size:100%;" &gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;S&lt;/span&gt;AATNYA&lt;/span&gt; ganti wajah. Plangplung sedikit ganti wajah...&lt;br /&gt;Yup, biar lebih seger aja.&lt;br /&gt;Selain itu, mohon maaf buat temen-temen visitors, karena komen-komen yang telah diberikan temen-temen selama ini terpaksa hilang. &lt;span class="fullpost"&gt;Hal ini karena Haloscan.com, yang selama ini menjadi penyedia layanan komen dan telah selama sekitar dua setengah tahun menjadi andalan plangplung  telah mengubah kebijakannya sejak Februari tahun ini, sehingga plangplung terpaksa tidak memakai jasa Haloscan.com lagi. Anyway... life must goes on.... :)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4589189783124901735-1362998934745044291?l=plangplung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://plangplung.blogspot.com/feeds/1362998934745044291/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://plangplung.blogspot.com/2010/02/facial-refresh.html#comment-form' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4589189783124901735/posts/default/1362998934745044291'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4589189783124901735/posts/default/1362998934745044291'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://plangplung.blogspot.com/2010/02/facial-refresh.html' title='Facial Refresh'/><author><name>ardhev</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18379337274951662720</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_vIJ8PFr8BEY/SWHaZfkpLDI/AAAAAAAAANg/QFHc_AK_s1c/S220/Image.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4589189783124901735.post-725278520986479963</id><published>2009-11-08T16:56:00.003+07:00</published><updated>2010-02-19T13:00:28.733+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kata-kata yang dipercantik'/><title type='text'>Punai Putih (Sepotong Kisah Dalam Akhir Malam)</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;font-size:100%;" &gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;D&lt;/span&gt;IA&lt;/span&gt;…. di pinggir telaga, malam ini. Menanti hujan bukan karena dahaga. Punai putih di pinggir telaga menanti hujan berharap pintu langit terbuka, demi serangkai doa….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Punai putih, ingin nikmatnya harum serumpun melati di seberang telaga. Tapi….Punai putih bersayap kecil. Berkali dan berkali, mencoba dan mencoba. Tak kuasa, sepanjang nafas, sepanjang hari. Pikirnya, dia….tak kan sanggup melewati telaga. &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Berdiam diri melewati tengah malam, menggigil dingin tertusuk angin dini hari. Tak beranjak meski paruhnya kini membiru, bulu-bulu menegang membeku, kuku kuku lunak retak bagai telah renta. Punai putih, tiada surut, tak ada susut, karena ini bukan derita. Sekuat-kuatnya diri menancap terpaku, memaksa kukuh. Hanya karena percaya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Punai putih tak sadar kini terpejam. Hingga… Punai putih tak merasakan rintik hujan telah turun, makin deras dan makin curah memuntah tanpa ampun, beriring hembus angin malam yang beku, kencang, bertiup, menghantam tubuh kecil yang kini tanpa daya, jatuh tak sadarkan diri…&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Dalam menanti hingga dia hampir mati.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Tetapi…,Punai putih di pinggir telaga itu, tak  menyadari, kini…,angin dingin itulah sang penghembus sejati harum serumpun melati, &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;sangat harum, sangat sangat harum,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;hingga masuk, masuk ke dalam hati,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;hingga dalam,  dalam ke dalam hati,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;lebih,  melebihi mimpi,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;melebihi harapannya,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;yang tak pernah terbayangkan,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;ternyata ini jauh lebih bermakna.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Karena ternyata pintu langit benar benar bisa terbuka,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;benar benar bisa terbuka….&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;dan doanya…,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;sungguh sungguh telah hadir di depan mata.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4589189783124901735-725278520986479963?l=plangplung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://plangplung.blogspot.com/feeds/725278520986479963/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://plangplung.blogspot.com/2009/11/punai-putih-sepotong-kisah-dalam-akhir.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4589189783124901735/posts/default/725278520986479963'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4589189783124901735/posts/default/725278520986479963'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://plangplung.blogspot.com/2009/11/punai-putih-sepotong-kisah-dalam-akhir.html' title='Punai Putih (Sepotong Kisah Dalam Akhir Malam)'/><author><name>ardhev</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18379337274951662720</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_vIJ8PFr8BEY/SWHaZfkpLDI/AAAAAAAAANg/QFHc_AK_s1c/S220/Image.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4589189783124901735.post-6157621192052012683</id><published>2009-10-05T18:17:00.002+07:00</published><updated>2010-02-19T13:03:10.312+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='nyata-nyata ada'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='manual kehidupan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='lebih dari sekedar video'/><title type='text'>Kesulitan....</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;object width="233" height="194" class="BLOG_video_class" id="BLOG_video-9ec3a61c275b815a" classid="clsid:D27CDB6E-AE6D-11cf-96B8-444553540000" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=6,0,40,0"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/get_player"&gt;&lt;param name="bgcolor" value="#FFFFFF"&gt;&lt;param name="allowfullscreen" value="true"&gt;&lt;param name="flashvars" value="flvurl=http://v12.nonxt3.googlevideo.com/videoplayback?id%3D9ec3a61c275b815a%26itag%3D5%26app%3Dblogger%26ip%3D0.0.0.0%26ipbits%3D0%26expire%3D1331484313%26sparams%3Did,itag,ip,ipbits,expire%26signature%3D80D043C5F6D84167F4F49454EB5C45AA5CEF3A27.27672E24A0277AC5E3B223168645E7E964754405%26key%3Dck1&amp;amp;iurl=http://video.google.com/ThumbnailServer2?app%3Dblogger%26contentid%3D9ec3a61c275b815a%26offsetms%3D5000%26itag%3Dw160%26sigh%3DIAoUAUD0yXD4v6njtSqgpqMRTgw&amp;amp;autoplay=0&amp;amp;ps=blogger"&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/get_player" type="application/x-shockwave-flash"width="233" height="194" bgcolor="#FFFFFF"flashvars="flvurl=http://v12.nonxt3.googlevideo.com/videoplayback?id%3D9ec3a61c275b815a%26itag%3D5%26app%3Dblogger%26ip%3D0.0.0.0%26ipbits%3D0%26expire%3D1331484313%26sparams%3Did,itag,ip,ipbits,expire%26signature%3D80D043C5F6D84167F4F49454EB5C45AA5CEF3A27.27672E24A0277AC5E3B223168645E7E964754405%26key%3Dck1&amp;iurl=http://video.google.com/ThumbnailServer2?app%3Dblogger%26contentid%3D9ec3a61c275b815a%26offsetms%3D5000%26itag%3Dw160%26sigh%3DIAoUAUD0yXD4v6njtSqgpqMRTgw&amp;autoplay=0&amp;ps=blogger"allowFullScreen="true" /&gt;&lt;/object&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:78%;" &gt;&lt;a href="http://www.youtube.com/watch?v=JR2gSWq_FP4"&gt;klik di sini untuk melihat video di atas melalui youtube&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:100%;" &gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;G&lt;/span&gt;AMBARAN&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; sederhananya barangkali seperti dalam sketsa video itu ya, kita sering menggerutu, marah, sampai  memaki-maki,  jika ada sesuatu kesulitan yg menghambat. Padahal hambatan atau kesulitan itulah yang suatu saat ternyata malah akan menyelamatkan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atau bahkan lebih dari itu, karena pada beberapa orang yang luar biasa, sebuah hambatan bisa menjadi prestasi yang mengagumkan, seperti apa yang telah dilakukan orang-orang luar biasa dalam sketsa video berikut....&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;object width="238" height="198" class="BLOG_video_class" id="BLOG_video-ff93ba7ea00304bb" classid="clsid:D27CDB6E-AE6D-11cf-96B8-444553540000" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=6,0,40,0"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/get_player"&gt;&lt;param name="bgcolor" value="#FFFFFF"&gt;&lt;param name="allowfullscreen" value="true"&gt;&lt;param name="flashvars" value="flvurl=http://v10.nonxt1.googlevideo.com/videoplayback?id%3Dff93ba7ea00304bb%26itag%3D5%26app%3Dblogger%26ip%3D0.0.0.0%26ipbits%3D0%26expire%3D1331484313%26sparams%3Did,itag,ip,ipbits,expire%26signature%3D4093C115D53376F417FE7071E37D86D5E5A6AFBA.65537C5C641AD42E2F3C170A7E8CA6E9AA7C610A%26key%3Dck1&amp;amp;iurl=http://video.google.com/ThumbnailServer2?app%3Dblogger%26contentid%3Dff93ba7ea00304bb%26offsetms%3D5000%26itag%3Dw160%26sigh%3DdbLKxfsbzir0AXYm2Fm2gr2kjTU&amp;amp;autoplay=0&amp;amp;ps=blogger"&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/get_player" type="application/x-shockwave-flash"width="238" height="198" bgcolor="#FFFFFF"flashvars="flvurl=http://v10.nonxt1.googlevideo.com/videoplayback?id%3Dff93ba7ea00304bb%26itag%3D5%26app%3Dblogger%26ip%3D0.0.0.0%26ipbits%3D0%26expire%3D1331484313%26sparams%3Did,itag,ip,ipbits,expire%26signature%3D4093C115D53376F417FE7071E37D86D5E5A6AFBA.65537C5C641AD42E2F3C170A7E8CA6E9AA7C610A%26key%3Dck1&amp;iurl=http://video.google.com/ThumbnailServer2?app%3Dblogger%26contentid%3Dff93ba7ea00304bb%26offsetms%3D5000%26itag%3Dw160%26sigh%3DdbLKxfsbzir0AXYm2Fm2gr2kjTU&amp;autoplay=0&amp;ps=blogger"allowFullScreen="true" /&gt;&lt;/object&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:78%;" &gt;&lt;a href="http://www.youtube.com/watch?v=KCNYDC7WIQU"&gt;klik di sini untuk melihat video di atas melalui youtube&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sungguh, benar-benar luar biasa sekali ya....&lt;br /&gt;Mungkin sketsa video tersebut tidak terlalu asing lagi bagi kita, dan berkali-kali pula di berbagai kesempatan menyaksikan itu, termasuk saya. Tetapi semakin sering menyaksikannya, semakin saya sendiri tidak tahu harus bagaimana menyikapinya, harus tersenyum kagum atau menangis....&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4589189783124901735-6157621192052012683?l=plangplung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://plangplung.blogspot.com/feeds/6157621192052012683/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://plangplung.blogspot.com/2009/10/kesulitan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4589189783124901735/posts/default/6157621192052012683'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4589189783124901735/posts/default/6157621192052012683'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://plangplung.blogspot.com/2009/10/kesulitan.html' title='Kesulitan....'/><author><name>ardhev</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18379337274951662720</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_vIJ8PFr8BEY/SWHaZfkpLDI/AAAAAAAAANg/QFHc_AK_s1c/S220/Image.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4589189783124901735.post-7018921952492185676</id><published>2009-09-12T10:28:00.002+07:00</published><updated>2010-02-19T13:00:41.849+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='nyata-nyata ada'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='special moment'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='something wrong'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sekedar opini'/><title type='text'>Thank You Malaysia....</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;font-size:180%;" &gt;L&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;AGI&lt;/span&gt; rame nih ngomongin Malaysia, klaim sana klaim sini, caplok ini caplok itu. Saya tidak mengerti apa yang ada dalam pikiran orang-orang Malaysia atau mungkin oknum Malaysia yang mau main-main dengan hak milik atau lebih tepatnya sesuatu yang sejak turun temurun berada di Indonesia, apa misinya, apa tujuan nya dan berbagai hal dibalik kembali cederanya hubungan Indonesia-Malaysia. Nah, karena ketidak mengertian saya itulah maka tidak sepantasnya saya berpikir negatif dulu terhadap Malaysia, sebuah negara yang tidak terlalu saya kenal. Yah setidaknya sampai saya bisa benar-benar menghilangkan pikiran negatif saya selama ini terhadap sebuah negara yang sudah hampir  seperempat abad lebih saya kenal, Indonesia.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tampak sekali nasionalisme bangsa Indonesia meletup-letup ketika sesuatu yang merasa miliknya disinggung, lewat dialog dan diskusi akademis, slogan, demonstrasi, protes jalanan, surat terbuka, diplomasi kenegaraan, pengumpulan dukungan melalui jejaring sosial, hingga siap sedia melancarkan perang. Nasionalisme? apa bukannya lebih tepat jika disebut fanatisme ya? bukankah bangsa kita ini memang memiliki budaya fanatik terhadap apa yang dia rasa sebagai miliknya. Lalu apa bedanya nasionalisme dengan fanatisme?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut saya fanatisme bangsa indonesia memang bersumbu pendek-- lihat persepak bolaan kita, perang antar kampung, sekolah, atau lihat kejadian di solo, konflik ambon, kalimantan, sedikit saja dipancing maka tidak butuh waktu lama, emosi akan meledak, dan ledakan emosi ini adalah kumpulan amarah rasa frustasi dan lain lain yang telah tersimpan lama, karena kemiskinan, masalah keluarga, stress dan lain-lain yang mendapatkan pelampiasan langsung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu media massa tertua di Indonesia memuat berita sebuah unjuk rasa berlabel Ganyang Malaysia, di sebuah kota di Jawa Tengah bubar, hanya karena hujan gerimis turun, beberapa aksi menarik yang telah diagendakan  batal dan aksi yang sedianya berlangsung menggebu-gebu itu hanya tinggal menyisakan dua orang saja. Lalu yang namanya nasionalisme itu seperti apa? Terlepas dari apresiasi, kekaguman dan rasa hormat saya yang setinggi-tingginya terhadap para pahlawan pejuang kemerdekaan, tapi diluar itu saya sendiri pun masih sering bertanya dalam hati, apakah saya punya nasionalisme terhadap Indonesia?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu jika terus menghujat Malaysia, dan ketika kemudian Malaysia meminta maaf, melakukan klarifikasi tingkat global, bahkan mungkin memberikan kompensasi kerugian, apakah lalu kita akan menyaksikan dengan bangga sajian Tari Pendet, melestarikan Reog, atau lebih dalam lagi seperti belajar membatik misalnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah dulu sebelum ada klaim Malaysia kita membicarakan Reog dan Tari Pendet seheboh ini? Lebih dari itu sekarang pun kita sudah hampir melupakan perkembangan blok minyak ambalat, belum lagi kita benar-benar tidak pernah membicarakan keadaan saudara-saudara kita yang telah hidup turun temurun di wilayah-wilayah perbatasan, yaitu di pulau-pulau terluar Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlukah membicarakan pulau Sebatik lagi? Mungkin itu adalah cerita lama, dimana rahasia umum bahwa warga negara Indonesia di Sebatik lebih merasa nyaman beraktifitas di Malaysia. Bahkan muncul pula sebutan ibu pertiwi dan bapak pertiwi di sana, mana yang ibu mana yang bapak, Indonesia atau Malaysia? Sepertinya tidak terlalu penting untuk dibahas disini sekarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedikit untuk penyegaran, beberapa kilometer ke timur kita akan menjumpai Pulau Mianggas yang masuk ke kabupaten Talaud, Sulawesi utara. Coba cek, ambil secara acak sepuluh orang saja warga Mianggas dan tengok isi dompetnya, hampir dipastikan ada mata uang Peso didalamnya, bahkan mungkin mereka sama sekali tidak membawa Rupiah. Sebenarnya wajar saja, karena jarak Mianggas dengan Filipina lebih dekat daripada dengan Pulau Sulawesi. Beberapa bendera Filipina pun dikabarkan bebas berkibar disana, uniknya salah satu alasan pengibaran bendera itu adalah sebagai upaya  untuk memancing perhatian pemerintah Indonesia agar memperhatikan mereka, tapi ternyata upaya meraka itu mungkin belum cukup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita melompat lagi ke terus ke timur, dan ada pulau Bepondi di sana, termasuk wilayah kabupaten Biak. Lebih kurang 530-an jiwa tinggal di pulau itu seluas 2,5 km2 itu. Kesejahteraan warganya? hmm.. jangan kan warga Pulau Bepondi, warga Papua yang pulaunya jelas-jelas selalu tercetak di peta dunia saja masih banyak yang tidak tersentuh pelayanan pendidikan dan kesehatan, apalagi warga pulau kecil Bepondi ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belum lagi kalau kita membicarakan gugusan Pulau Mapia, wilayah Kabupaten Supiori, masih di Papua. Ini dia wilayah negara kita yang sangat berprospek untuk dicaplok negara lain, potensi Mapia sangat bagus untuk di bidang periakanan, pertanian dan perkebunan. Gugusan pulau yang unik menjadi daya tarik eksotis wisata petualangan dan wisata bawah laut karena keindahan biota laut yang masih belum banyak terjamah. Saya yakin beberapa negara asing yang berbatasan langsung dengan pulau ini, seperti Filipina, Papua Nugini bahkan negara kecil Republik Palau pun sepertinya telah meneteskan air liur ingin mengakui pulau ini, prospektif sekali. Saya yakin Indonesia juga sudah sejak lama menyadari prospek luar biasa wilayah ini, tapi apakah cukup hanya menyadari saja?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu tanyakan kepada kesemua penduduk yang tinggal di pulau-pulau terluar itu, apakah mereka bangga menjadi warga negara Indonesia?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atau, andai saja Pendet dan Reog bisa bicara, mungkin akan lebih jelas bagi kita semua untuk mengetahui apakah mereka berdua lebih merasa nyaman berstatus sebagai budaya Indonesia atau berstatus sebagai bagian pariwisata Malaysia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekali lagi, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;thank you&lt;/span&gt; Malaysia, mungkin kalau kamu tidak berbuat curang dan berkelakuan tidak &lt;span style="font-style: italic;"&gt;fair &lt;/span&gt;seperti sekarang ini, negaraku tercinta ini tidak akan serius menjaga diri, tidak akan sibuk mengamankan diri, dan akan terus meremehkan arti pentingnya kewaspadaan dan kepedulian.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4589189783124901735-7018921952492185676?l=plangplung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://plangplung.blogspot.com/feeds/7018921952492185676/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://plangplung.blogspot.com/2009/09/thank-you-malaysia.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4589189783124901735/posts/default/7018921952492185676'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4589189783124901735/posts/default/7018921952492185676'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://plangplung.blogspot.com/2009/09/thank-you-malaysia.html' title='Thank You Malaysia....'/><author><name>ardhev</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18379337274951662720</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_vIJ8PFr8BEY/SWHaZfkpLDI/AAAAAAAAANg/QFHc_AK_s1c/S220/Image.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4589189783124901735.post-739954848052328748</id><published>2009-07-07T20:21:00.002+07:00</published><updated>2010-02-19T13:00:57.120+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='manual kehidupan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='alangkah baiknya jika'/><title type='text'>If Tomorow Never Comes....</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:100%;"  &gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;S&lt;/span&gt;EBUAH&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; &lt;/span&gt;kalimat yang saya kutip dari judul salah satu lagu milik Ronan Keating yang liriknya mengkisahkan sesuatu yang sangat mungkin bisa dilihat dan dimaknai dari berbagai macam sisi dan sudut pandang, tergantung dari bagaimana kita memahaminya. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Inti pesan lagu itu, meski dalam konteks kebalikannya, hampir serupa dengan cerita tragis mengenai seorang ibu yang saya kutip dari tulisan Ibnu Abdul Qodir Assegaf berikut ini, yang telah sedikit saya edit agar lebih ringkas tanpa mengurangi makna cerita. Mungkin bagi sebagian orang cerita ini sudah sangat familiar, namun semoga tetap bermanfaat. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Seorang ibu, Rani namanya, dengan kesibukan luar biasa. Wanita itu nyaris tiap hari terbang dari satu kota ke kota lain, dari satu negara ke negara lain. Tidak jauh beda dengan suaminya..... &lt;span class="fullpost"&gt;suami Rani ini adalah seorang yang sangat penting di perusahaannnya dan hampir tidak pernah mencium bau rumah. Mereka memiliki seorang anak, Alif namanya, usianya 3 tahun. Sejak baru lahir hingga seusia itu Alif lebih banyak menghabiskan waktu bersama Tante Mien, dialah baby sitter yang setia mengasuh Alif dari pagi sampai malam, dengan begitu Rani tinggal mengontrol dan memantau Alif melalui telepon. Beruntung mereka, Alif tumbuh menjadi anak yang lincah, cerdas dan tidak terlalu rewel ketika sering ditinggal ayah bundanya serta gampang diberi pengertian. Salah satu contohnya adalah ketika Alif meminta seorang adik kecil. Kala itu Rani dan suaminya cukup terkejut dengan permintaan itu, tapi apa mau dikata kesibukan yang luar biasa membuat mereka kembali menagih pengertian Alif agar memahami keadaan ayah bundanya itu, dan Alif ini ternyata seorang anak yang sungguh istimewa, dia tidak merengek lagi, padahal hampir setiap hari dia kerap menjumpai kepulangan kedua orang tuanya setelah larut malam, dan harus berpisah lagi ketika pagi belum sepenuhnya habis. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari, menjelang Rani berangkat ke kantor, entah mengapa Alif menolak dimandikan baby sitternya. &lt;em&gt;"Alif ingin bunda yang mandiin..."&lt;/em&gt; ujarnya dengan tatapan polos seorang balita yang penuh harap. Karuan saja Rani yang terbiasa berkejaran dengan waktu dan sangat memperhitungkan tiap detik itu menjadi gusar. Dengan tangannya yang hampir tidak pernah lepas dari ponsel sambil tetap gesit berdandan dan mempersiapkan keperluan kantornya Rani menolak permintaan Alif. Tak seperti biasanya, kali ini Alif benar-benar merengek. Suami Rani pun tak ketinggalan ikut membujuk Alif agar mau dimandikan Tante Mien, baby siternya itu. Setelah cukup lama dibujuk akhirnya Alif menurut juga, meski dengan wajah cemberut kecewa.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Bukan cuma sehari itu saja, rengekan Alif berulang lagi di hari-hari berikutnya, setiap pagi Alif merengek terus, hingga sampai sepekan rengekan itu masih terus berulang. &lt;em&gt;"Bunda, mandikan aku !!!",&lt;/em&gt; kian lama suara Alif semakin penuh tekanan. Namun Rani belum juga menyempatkan diri memenuhinya, Rani dan suaminya berpikir itu mungkin karena Alif sedang dalam masa pra-sekolah yang biasa dialami pula oleh anak-anak seumurnya. Lagi-lagi dengan memendam kecewa Alif menerima juga penolakan ibunya yang segera pergi ke kantor meninggalkan dirinya yang masih cemberut di depan pintu. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Sorenya, Rani yang sedang berada di luar kota dikejutkan oleh telepon baby sitternya yang mengabarkan Alif demam, badannya kejang-kejang. Alif langsung dibawa ke Rumah sakit sore itu juga. Malamnya Rani baru tiba di rumah sakit. Dengan pikiran yang campur aduk, dan satu-satunya keinginannya adalah memenuhi permintaan Alif yang ingin dimandikannya. Sebenarnya setelah selama sepekan mendengar rengekan anaknya itu Rani sudah menyimpan komitmen merencanakan bahwa besok pagi dia akan menghabiskan hari bersama Alif, memandikannya, dan berencana mengajaknya jalan-jalan dan bermain di taman. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Sampai di ruang UGD, Rani langsung terduduk lemas. Allah berencana lain, semuanya telah terlambat, balita mungil yang lucu itu kini telah terbujur kaku. Alif telah dipanggil oleh-Nya. &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;***** &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;E&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;sok&lt;/span&gt; siangnya, Rani benar-benar mewujudkan permintaan Alif, meski Alif kini tinggal tubuh kecil yang terbaring kaku tak bernyawa. &lt;em&gt;"Ini bunda nak, bunda mandikan Alif ya sayang..."&lt;/em&gt; ucapnya lirih sambil berkali-kali menciumi dahi dan pipi jasad anaknya itu, di tengah jamaah pelayat yang terdiam sunyi. Satu persatu rekan-rekan Rani yang dari tadi mendampingi disampingnya mulai menyingkir, berusaha menyembunyikan tangis haru. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Ketika cangkul demi cangkul tanah merah makin mengubur jenazah Alif, Rani masih berusaha tabah menahan isak tangis dalam pelukan suaminya. Wajahnya pias, tatapannya kosong, dadanya penuh sesak. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Tanah merah kini telah benar-benar penuh mengubur balita mungil itu, para pelayat mulai meninggalkan pemakaman. Rani masih berdiri di samping pusara, hening, sepi, angin senja meniupkan aroma bunga kamboja yang makin tercium tajam. Tiba-tiba Rani berlutut. &lt;em&gt;"Aku ibunyaaaa!!!"&lt;/em&gt; seru Rani histeris, tangisan Rani makin meledak. &lt;em&gt;"Bangun lif, banguuun, bunda mau mandikan Alif. Beri kesempatan bunda sekali saja nak, sekali sajaaa, Aliiif banguuun lif...."&lt;/em&gt; Rani merintih mengiba sambil tertelungkup memeluk gundukan tanah yang telah mengubur jasad anaknya, air matanya tumpah membanjiri tanah yang masih merah dibawah langit senja yang makin remang. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Hmm... mungkin itu sebuah cerita yang mengaduk perasaan, terlebih bagi yang pernah menyaksikan atau bahkan mengalami keadaan serupa. &lt;/div&gt;&lt;div align="right"&gt;&lt;br /&gt;"&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Dan Allah sekali-kali tidak akan menangguhkan (kematian) seseorang apabila datang waktu kematiannya. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan." (Al Munafiqun : 11)&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Jika ada orang yang berkata bahwa penyesalan selalu tidak ada gunanya, mungkin jika kita bisa lebih bijak memaknainya maka sebuah penyesalan sesungguhnya sangat berguna sekali, asalkan kita mampu meng-konversi-nya menjadi suatu monumen pengingat agar hari ini menjadi lebih baik dari hari kemarin sehingga kita selalu siap lahir batin &lt;em&gt;if tomorow never comes....&lt;/em&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="right"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;"Tiap-tiap umat mempunyai batas waktu; maka apabila telah datang waktunya mereka tidak dapat mengundurkannya barang sesaat pun dan tidak dapat (pula) memajukannya." (Al A'raf : 34) &lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Wah jadi teringat salah satu seruan penutup dalam suatu training motivasi marketing sekitar dua tahun lalu ; &lt;em&gt;"Come on guys !!!... the winner doesn't have time to doubt, let's do it now... or never...."&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4589189783124901735-739954848052328748?l=plangplung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://plangplung.blogspot.com/feeds/739954848052328748/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://plangplung.blogspot.com/2009/07/if-tomorow-never-comes_6206.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4589189783124901735/posts/default/739954848052328748'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4589189783124901735/posts/default/739954848052328748'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://plangplung.blogspot.com/2009/07/if-tomorow-never-comes_6206.html' title='If Tomorow Never Comes....'/><author><name>ardhev</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18379337274951662720</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_vIJ8PFr8BEY/SWHaZfkpLDI/AAAAAAAAANg/QFHc_AK_s1c/S220/Image.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4589189783124901735.post-8958735912629535130</id><published>2009-06-17T20:39:00.001+07:00</published><updated>2010-02-19T12:59:31.599+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='lebih dari sekedar foto'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='back to nature'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='catatan perjalanan'/><title type='text'>Vini... Vidi... dan lalu Mengerti.</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_vIJ8PFr8BEY/SjnR7tXWlDI/AAAAAAAAAV8/LZJXdQlAWik/s1600-h/DSC066983456.gif"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5348536856199205938" style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; width: 160px; cursor: pointer; height: 114px;" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_vIJ8PFr8BEY/SjnR7tXWlDI/AAAAAAAAAV8/LZJXdQlAWik/s400/DSC066983456.gif" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:100%;" &gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;M&lt;/span&gt;ATAHARI&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt; &lt;/span&gt;hampir jatuh ditelan batas bumi sebelah barat menjelang pukul 5 sore, sudah tidak terasa hangat lagi, tapi sinarnya masih sangat terang untuk membantu mata saya menyaksikan tumpuk-menumpuk ombak yang berkejaran beradu cepat berebut menjilati tepi pasir Pantai Pandansimo, pantai sederhana yang tidak terlalu ramai, pantai nelayan, sekitar 20 kilometer jika ditarik garis lurus ke arah barat dari titik wilayah garis pantai Parangtritis.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Sore itu, selepas menyelesaikan tanggung jawab pekerjaan yang mengharuskan seharian berada di Kulon Progo, begitu memasuki wilayah Bantul setelah menyeberangi jembatan perbatasan dengan Kulon Progo, saya menyempatkan diri berbelok ke arah pantai itu, sekedar merefresh memori lama sekaligus me&lt;span style="font-style: italic;"&gt;recharge&lt;/span&gt; rangsangan kreatifitas, sejenak menghela nafas menjauh dari "jarum jam" yang terus berputar. Tapi yang lebih penting dengan memandang permadani biru yang bergelombang menghampar seperti tak berbatas ini mungkin bisa agak membantu untuk menata kembali hati, pikiran dan perasaan ini, yang selama tepat satu tahun ini, menurut beberapa orang mungkin telah bergolak keluar dari logika.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try{parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_vIJ8PFr8BEY/Sjj0iha0vyI/AAAAAAAAAVE/nBaJ_6_GrNU/s1600-h/DSC06697p.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5348293431426072354" style="margin: 0px auto 10px; display: block; width: 200px; cursor: pointer; height: 152px; text-align: center;" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_vIJ8PFr8BEY/Sjj0iha0vyI/AAAAAAAAAVE/nBaJ_6_GrNU/s200/DSC06697p.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_vIJ8PFr8BEY/Sjj4WTCk1II/AAAAAAAAAVs/kBB72su-l2o/s1600-h/DSC06689pp.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5348297619454350466" style="margin: 0px auto 10px; display: block; width: 200px; cursor: pointer; height: 152px; text-align: center;" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_vIJ8PFr8BEY/Sjj4WTCk1II/AAAAAAAAAVs/kBB72su-l2o/s200/DSC06689pp.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_vIJ8PFr8BEY/Sjj1itkudaI/AAAAAAAAAVk/wKfdj-9-Myk/s1600-h/DSC06681pp.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5348294534200456610" style="margin: 0px auto 10px; display: block; width: 200px; cursor: pointer; height: 152px; text-align: center;" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_vIJ8PFr8BEY/Sjj1itkudaI/AAAAAAAAAVk/wKfdj-9-Myk/s200/DSC06681pp.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Masih sepi....&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Angin sore sangat kencang menerpa tubuh yang agak kelelahan, tapi percikan uap-uap air yang ikut terbawa menjadikan kesegaran dan sensasi khas udara pantai, meski suara hembusannya yang ber&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;deru meng&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;gemuruh cukup memekakkan menerjang tepat ke arah telinga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasir yang ringan membuat dua kaki ini menapak dalam-dalam, sedikit terbenam ke dalam, membuatnya menyeret seperti kerukan pasir yang susul menyusul ketika beranjak bergerak langkah demi langkah, meninggalkan bekas-bekas yang menandakan tapak-tapak sisa perjalanan. Cukup sulit mengangkat kaki, terlebih ketika menemui gundukan yang menanjak agak tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih sangat sepi, karena memang biasanya orang-orang berdatangan sekedar berolahraga, bermain air, bercengkrama bersama keluarga, atau hanya duduk-duduk di bibir pantai ketika matahari sudah menjelang terbenam, itu berarti masih sekitar satu jam lagi pantai ini mulai agak ramai. Menurut standar pantai ini tampak 20 orang saja di area ini sudah bisa didefinisikan sebagai "ramai".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_vIJ8PFr8BEY/Sjj5a1-6KhI/AAAAAAAAAV0/-m1xBiIbcJM/s1600-h/DSC06664p.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5348298797065316882" style="margin: 0px auto 10px; display: block; width: 200px; cursor: pointer; height: 152px; text-align: center;" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_vIJ8PFr8BEY/Sjj5a1-6KhI/AAAAAAAAAV0/-m1xBiIbcJM/s200/DSC06664p.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:78%;" &gt;Mencari posisi....&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Tak tampak seorang pun saat itu hingga dari arah barat muncul seorang laki-laki setengah baya membawa satu set jaring penagkap ikan, berjalan terus sambil sesekali berhenti memandang ke arah laut, mungkin dia mencari posisi yang paling manis untuk menebar jala dari bibir pantai. Saya mencoba mengikutinya dari kejauhan, karena memang belum tampak manusia yang lain selain bapak penjala ikan itu akhirnya saya duduk sejenak memperhatikan aktivitas satu-satunya manusia selain saya di tempat itu. Lubang-lubang jaring jala yang dibawa bapak itu adalah seleksi nasib yang berlawanan antara si bapak dan bagi si ikan, ikan yang lolos dari lubang jaring berarti dia masih punya kesempatan hidup dan ikan yang lolos itu harus belajar dari kesalahan yaitu "bahwa bermain-main di di dekat daratan ternyata memiliki resiko maut tertangkap manusia". Tapi di sisi bagi si bapak itu, seleksi nasib dari lubang jaring itulah menjadi jawaban bahwa hidup keluarga si bapak penjala ini masih bisa berlanjut, rejeki Allah melalui ikan yang tersangkut, dapur masih bisa berasap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_vIJ8PFr8BEY/Sjj0x4SHLYI/AAAAAAAAAVU/o-fr7Fkj6UU/s1600-h/DSC06673p.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5348293695261584770" style="margin: 0px auto 10px; display: block; width: 200px; cursor: pointer; height: 152px; text-align: center;" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_vIJ8PFr8BEY/Sjj0x4SHLYI/AAAAAAAAAVU/o-fr7Fkj6UU/s200/DSC06673p.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:78%;" &gt;Armada perahu yang stand by mengantar tuannya memburu nasib....&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Merasa cukup memperhatikan bapak penjala ikan itu, saya berjalan ke timur ke arah barisan armada perahu nelayan yang siap "terbang" ke tengah laut nanti malam. Perahu-perahu inilah yang akan menjadi pengantar upaya bertahan hidup sekaligus saksi takdir bagi nelayan yang menaikinya, karena sekali turun ke laut selatan, laut yang ombaknya terkenal sangat beringas itu, berarti keluarga di rumah harus siap menerima kepulangan si ayah dengan berbagai opsi &lt;span style="font-style: italic;"&gt;fifty-fifty&lt;/span&gt;. Opsi yang paling sering adalah opsi pertama, yaitu ayah pulang dengan tumpukan ikan segar beraroma uang. Atau opsi kedua, yaitu ayah pulang dalam bentuk nama lebih dulu, baru kemudian tubuh sang ayah yang sudah tanpa nyawa menyusul ke daratan beberapa hari kemudian. Atau beberapa opsi lain yang mungkin lebih menyedihkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_vIJ8PFr8BEY/Sjj1co7kHaI/AAAAAAAAAVc/1inVUy3RYXg/s1600-h/DSC06679pp.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5348294429874855330" style="margin: 0px auto 10px; display: block; width: 200px; cursor: pointer; height: 152px; text-align: center;" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_vIJ8PFr8BEY/Sjj1co7kHaI/AAAAAAAAAVc/1inVUy3RYXg/s200/DSC06679pp.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:78%;" &gt;Ruang sempit dalam perahu yang menentukan hidup dan mati&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Nelayan tradisional seperti mereka lebih mengandalkan ilmu kebiasaan dan perasaan, mereka mungkin tidak sepenuhnya mengenal peta laut dan tidak kenal klimatologi modern, navigasi pun hanya mengandalkan bintang dan mercusuar di tepi pantai yang sangat mungkin tertutup kabut sepanjang malam. Meskipun tidak mengenal dengan detail tapi para nelayan ini memiliki sense atau perasaan tersendiri yang membuat mereka memiliki keyakinan untuk berani melaut dan mempertaruhkan hidupnya ke dalam sesuatu "yang tidak sepenuhnya mereka kenal secara mendalam itu", keyakinan yang bukan tanpa alasan dan sebenarnya memang realistis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi tindakan yang hanya mengandalkan "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;sense"&lt;/span&gt; inilah yang kadang membuat manusia tidak berpikir logis lagi pada suatu kondisi tertentu, semacam imajinasi yang gambarannya terkesan sangat indah namun bagaimanapun yang namanya imajinasi tetap imajinasi, dan imajinasi yang berada di luar rasio dan logika mungkin hanyalah mimpi palsu yang melenakan manusia, hingga membuat kita bisa "sedikit" terpeleset dari &lt;span style="font-style: italic;"&gt;track &lt;/span&gt;etika yang seharusnya. Karena pada suatu kondisi tertentu manusia memang bisa berada dalam perasaan semu dan sikap irasional yang bagi diri sendiri ini adalah mimpi indah, dan karena mimpi indah itulah yang membuatnya lupa bahwa mimpi indah itu ternyata bisa merupakan suatu mimpi buruk bagi orang lain. Sering kita tidak menyadari telah terjebak dalam hal yang satu ini, kelihatannya saya sendiri masih harus banyak belajar dan berproses sendirian dalam hal ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_vIJ8PFr8BEY/Sjj0q66aTmI/AAAAAAAAAVM/-qvzEzLVqDo/s1600-h/DSC06720p.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5348293575708397154" style="margin: 0px auto 10px; display: block; width: 200px; cursor: pointer; height: 152px; text-align: center;" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_vIJ8PFr8BEY/Sjj0q66aTmI/AAAAAAAAAVM/-qvzEzLVqDo/s200/DSC06720p.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Mulai banyak orang&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Pukul 5 sore telah lewat, dan benar saja, orang-orang mulai berdatangan, mengambil posisi masing-masing di beberapa titik yang disukainya, sedang beberapa pemuda terlihat berlari-lari kecil berolahraga menyusuri pantai. Mengalihkan pandangan agak jauh ke sudut tenggara, dimana terlihat beberapa anak bermain-main mengejar-ngejar kepiting kecil yang banyak besembunyi di lubang-lubang pasir. Kasihan kepiting itu berlari-larian mencoba tetap melindungi diri dengan menutupi diri dengan pasir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_vIJ8PFr8BEY/Sjj0an8O8RI/AAAAAAAAAU8/0Z07W7uyjoo/s1600-h/DSC06708p.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5348293295737860370" style="margin: 0px auto 10px; display: block; width: 200px; cursor: pointer; height: 152px; text-align: center;" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_vIJ8PFr8BEY/Sjj0an8O8RI/AAAAAAAAAU8/0Z07W7uyjoo/s200/DSC06708p.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:78%;" &gt;Beberapa anak bermain-main menikmati pasir dan air.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Ada tiga kemungkinan utama dalam urusan kejar mengejar ini, yang pertama beberapa anak mungkin memang akan menangkap kepiting kecil itu untuk sekedar dipakai bermain-main bersenang-senang tanpa tujuan jelas. Kemungkinan kedua adalah diantara mereka mungkin ingin menangkap kepiting itu untuk diselamatkan dan disembunyikan untuk dilindungi agar tidak jadi bahan mainan anak-anak yang lain. Sedangkan kemungkinan yang ketiga mereka mengejar-ngejar kepiting itu karena mereka benar-benar membutuhkan kepiting itu untuk sesuatu yang penting, seperti untuk dijual demi memperbaiki ekonomi keluarga. Karena menurut mereka "mungkin hanya kepiting itulah" yang bisa membantu mereka dalam memperbaiki jalan hidupnya atau untuk mencapai suatu "tujuan mulia suatu cita cita istimewa", &lt;span style="font-style: italic;"&gt;"ah... andai kepiting itu bisa memahami isi hati mereka yang terdalam tentu kepiting itu tidak akan lari menjauh"&lt;/span&gt;. Hanya Allah yang tahu. Dan kemungkinan-kemungkinan semacam ini sangat sering menjadi dilema dalam kehidupan kita sehari-hari, sadar maupun tidak, dan kita sering kurang peka dalam memahami suatu niat dan maksud terdalam dibalik bermacam variasi tindakan-tindakan manusia dalam berinteraksi dengan diri kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_vIJ8PFr8BEY/Sjj0FNxMw8I/AAAAAAAAAUs/5vrjX-LbRFk/s1600-h/DSC06704p.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5348292927935005634" style="margin: 0px auto 10px; display: block; width: 200px; cursor: pointer; height: 152px; text-align: center;" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_vIJ8PFr8BEY/Sjj0FNxMw8I/AAAAAAAAAUs/5vrjX-LbRFk/s200/DSC06704p.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:0;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_vIJ8PFr8BEY/Sjj0RVOhkxI/AAAAAAAAAU0/UTIiPYXS3Wg/s1600-h/DSC06701p.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5348293136095482642" style="margin: 0px auto 10px; display: block; width: 200px; cursor: pointer; height: 152px; text-align: center;" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_vIJ8PFr8BEY/Sjj0RVOhkxI/AAAAAAAAAU0/UTIiPYXS3Wg/s200/DSC06701p.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:78%;" &gt;Ini dia frame yang memuakkan, ceceran sampah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_vIJ8PFr8BEY/Sjjz2relJMI/AAAAAAAAAUk/Hpu_BFLvs_g/s1600-h/DSC06723p.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5348292678211937474" style="margin: 0px auto 10px; display: block; width: 200px; cursor: pointer; height: 152px; text-align: center;" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_vIJ8PFr8BEY/Sjjz2relJMI/AAAAAAAAAUk/Hpu_BFLvs_g/s200/DSC06723p.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:78%;" &gt;Rumah-rumah kosong yang beberapa diantaranya memiliki "multi fungsi" bagi kehidupan malam.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Pantai ini butuh perhatian dan sedikit sentuhan penataan. Potensi pantai-pantai alami di sepanjang garis pantai selatan memiliki karakter eksotik-nya masing-masing, hanya sisi promosi-lah dan akses masuknya saja yang membedakan. Ini mengakibatkan mubazirnya peluang pembangunan ekonomi dan potensi alam, terlihat dengan adanya beberapa bangunan yang semula dibangun dan diperuntukkan sebagai fasilitas umum kini terbengkalai tak terawat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_vIJ8PFr8BEY/SjjzZG9yXII/AAAAAAAAAUU/2AhKc7BiIq0/s1600-h/DSC06725p.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5348292170194508930" style="margin: 0px auto 10px; display: block; width: 200px; cursor: pointer; height: 152px; text-align: center;" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_vIJ8PFr8BEY/SjjzZG9yXII/AAAAAAAAAUU/2AhKc7BiIq0/s200/DSC06725p.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:78%;" &gt;Salah satu bangunan yang tak terawat, lumayan merusak pandangan&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Meskipun dengan dibiarkan saja seperti inipun sebenarnya masyarakat sekitar juga sudah banyak memperoleh peluang ekonomi, namun tentunya tidak maksimal dan tanpa peningkatan. Beberapa warga setempat malah mengaku lebih senang jika pantai tidak dikomersilkan, dibiarkan alami begitu saja, mungkin ada kekhawatiran dari beberapa warga terhadap lahirnya persaingan dengan kepentingan kapitalistik dan bisa mengancam mata pencahariannya yang sudah dijalani turun temurun ini atau ketakutan terhadap goyahnya tatanan sistem sosial budaya yang sudah terbentuk damai di wilayah ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi apakah memang sebaiknya suatu kondisi yang telah berjalan baik mungkin seharusnya dibiarkan berjalan alami saja? Apalagi kondisi ini sangat rapuh dan terjaga, yang jika hanya berbekal &lt;span style="font-style: italic;"&gt;feelling&lt;/span&gt; saja malah sangat beresiko merusak suasana dan tatanan hubungan yang sudah baik, benarkah memang seharusnya demikian?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi jika hanya menunggu semua berjalan alami apakah mimpi itu akan terwujud sendiri? Kadang memang dibutuhkan suatu dobrakan berani untuk menyingkap rahasia, yang biasanya menyalahi kaidah dan kebiasaan, yang bisa jadi akan merubah kesan dan image diri, yang membuat diri kita sendiri seperti menjadi orang lain. Bagaimanapun setiap tindakan selalu memiliki resiko, salah satunya berujung pada antiklimaks dari suatu harapan, yaitu kita malah menjadi semakin jauh dari tujuan yang ingin dicapai itu jika dibandingkan ketika sebelum melakukan suatu tindakan apapun. Jadi... memang &lt;span style="font-style: italic;"&gt;every brave heart is always facing an unexpected action risk&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_vIJ8PFr8BEY/Sjjzt33ZFWI/AAAAAAAAAUc/GJVIXXikrFE/s1600-h/DSC06717p.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5348292526918407522" style="margin: 0px auto 10px; display: block; width: 200px; cursor: pointer; height: 152px; text-align: center;" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_vIJ8PFr8BEY/Sjjzt33ZFWI/AAAAAAAAAUc/GJVIXXikrFE/s200/DSC06717p.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Terbenam....&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Oke, saatnya melanjutkan perjalanan lagi. Matahari telah makin menguning dan kini meringkuk menyudut hilang menyisakan semburat pita jingga halus yang unik. Semoga besok pagi ketika dia muncul kembali dari arah timur muncul pula suatu kejutan keajaiban yang tak terduga, kalaupun tidak semoga saja segalanya bisa kembali berjalan wajar seperti biasanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_vIJ8PFr8BEY/SjnVpnsEh1I/AAAAAAAAAWU/AlqQFkjNv-M/s1600-h/DSC06685pppp.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5348540943484356434" style="margin: 0px auto 10px; display: block; width: 432px; cursor: pointer; height: 104px; text-align: center;" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_vIJ8PFr8BEY/SjnVpnsEh1I/AAAAAAAAAWU/AlqQFkjNv-M/s400/DSC06685pppp.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;....................&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4589189783124901735-8958735912629535130?l=plangplung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://plangplung.blogspot.com/feeds/8958735912629535130/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://plangplung.blogspot.com/2009/06/vini-vidi-dan-lalu-understand.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4589189783124901735/posts/default/8958735912629535130'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4589189783124901735/posts/default/8958735912629535130'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://plangplung.blogspot.com/2009/06/vini-vidi-dan-lalu-understand.html' title='Vini... Vidi... dan lalu Mengerti.'/><author><name>ardhev</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18379337274951662720</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_vIJ8PFr8BEY/SWHaZfkpLDI/AAAAAAAAANg/QFHc_AK_s1c/S220/Image.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_vIJ8PFr8BEY/SjnR7tXWlDI/AAAAAAAAAV8/LZJXdQlAWik/s72-c/DSC066983456.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4589189783124901735.post-8913007306982094812</id><published>2009-05-13T10:52:00.001+07:00</published><updated>2010-02-19T13:01:22.067+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='manual kehidupan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='special moment'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='catatan perjalanan'/><title type='text'>Anak Kecil Itu Mengajariku Sesuatu....</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:100%;" &gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;B&lt;/span&gt;EBERAPA&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; hari yang lalu, melewati sebuah jalan di Kotagede, Jogja. Saya menghentikan kendaraan di pinggir jalan karena tiba - tiba &lt;span style="font-style: italic;"&gt;handphone&lt;/span&gt; berbunyi, sebuah telepon masuk dari seorang saudara. Tidak lama, hanya beberapa menit saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belum sempat &lt;span style="font-style: italic;"&gt;handphone&lt;/span&gt; kembali masuk ke dalam saku, agak jauh diseberang jalan saya melihat seorang anak kecil perempuan, mungkin usianya sekitar tiga atau empat tahun, dia terjatuh, tertelungkup, sepertinya tersandung sesuatu. &lt;span class="fullpost"&gt;Sebenarnya selama menerima telepon tadi, saya sudah memperhatikan anak itu sejak dari kejauhan, dia berjalan sendirian dengan irama jalannya yang lucu dan belum sempurna itu, sambil menikmati es krim ditangannya. Dan es krim itu pun kini telah jatuh ke tanah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hampir saya beranjak menghampirinya, tapi kemudian saya urungkan niat itu. Karena tiba-tiba dia langsung berdiri lagi, tidak menangis.... tidak tampak kesakitan sama sekali. Mengibas-ibaskan pakaianannya dengan kedua tangannya, membersihkan lututnya yang kotor tekena tanah dan tidak hanya itu.... karena anak itu lalu memungut kembali bungkus es krim yang jatuh di depannya...., saya sempat khawatir jangan-jangan dia mau memakannya lagi, tapi ternyata tidak, dia berjalan beberapa meter menuju sebuah tong sampah... dan kemudian.... membuangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti tidak terjadi apa-apa sebelumnya, kini dia berjalan lagi. Hanya kali ini dia setengah berlari berjingkat sambil sesekali berhenti membetulkan sandalnya yang berkali-kali hampir terlepas dari kaki kecilnya itu, saya masih memperhatikannya sampai dia menghilang di tikungan dan selepas itu baru saya merasakan di bibir saya telah tersungging senyum kecil, entah untuk apa senyum itu, untuk kelucuanya, untuk rasa terkesan saya, atau untuk sebuah pelajaran yang baru saja dia berikan pada saya, secara tidak sengaja.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin peristiwa tersebut tampak biasa saja, sepertinya tidak ada yang istimewa, tapi bagaimanapun saya hanya ingin mengabadikan peristiwa sekilas tadi sekedar untuk mengingatkan diri saya untuk sesegera mungkin langsung &lt;span style="font-style: italic;"&gt;"berdiri"&lt;/span&gt; kembali jika suatu saat nanti saya &lt;span style="font-style: italic;"&gt;"terjatuh"&lt;/span&gt;. Anak kecil itu saja tidak "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;menangis"&lt;/span&gt;, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;"tidak merintih"&lt;/span&gt; dan tampak &lt;span style="font-style: italic;"&gt;"baik-baik saja"&lt;/span&gt;, dan lalu segera bangkit, berdiri. Tidak sampai di situ saja, "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;tidak berlama-lama mengurusi dirinya sendiri"&lt;/span&gt; yang kotor karena terjatuh, dia masih sempat-sempatnya langsung memikirkan dan melakukan suatu hal lain di luar kepentingannya, berjalan beberapa meter menuju sebuah tong sampah untuk membuang bungkus es krimnya yang telah terjatuh dan kotor itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;**********&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;S&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;etelah&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; menjumpai peristiwa kecil tadi, baru saya sadari, saya sendiri masih sering terlupa, ketika saya sedang &lt;span style="font-style: italic;"&gt;down&lt;/span&gt;, mendapat kesulitan dan berada dalam masalah, sering saya hanya sibuk memikirkan bagaimana masalah saya sendiri itu segera selesai dan menomor-duakan bahkan melupakan orang-orang disekitar saya yang pada saat yang sama sedang bermasalah juga. Dan parahnya, masalah yang di dapat orang-orang di sekitar saya tersebut ternyata, baru saya sadari juga, muncul karena saya terlalu sibuk memikirkan penyelesaian masalah saya sendiri dan melupakan keberadaan dan kepentingan mereka. Kasihan sekali mereka tidak salah apa-apa, tapi tiba-tiba mendapat kesulitan karena efek dari &lt;span style="font-style: italic;"&gt;"ketidak-sadaran"&lt;/span&gt; saya. "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Maafkan saya ya.... semoga saya tidak mengulanginya lagi...."&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4589189783124901735-8913007306982094812?l=plangplung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://plangplung.blogspot.com/feeds/8913007306982094812/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://plangplung.blogspot.com/2009/05/anak-kecil-itu-mengajariku-sesuatu.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4589189783124901735/posts/default/8913007306982094812'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4589189783124901735/posts/default/8913007306982094812'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://plangplung.blogspot.com/2009/05/anak-kecil-itu-mengajariku-sesuatu.html' title='Anak Kecil Itu Mengajariku Sesuatu....'/><author><name>ardhev</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18379337274951662720</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_vIJ8PFr8BEY/SWHaZfkpLDI/AAAAAAAAANg/QFHc_AK_s1c/S220/Image.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4589189783124901735.post-204723795874522772</id><published>2009-04-02T15:54:00.001+07:00</published><updated>2010-02-19T13:01:46.294+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='alangkah baiknya jika'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='something wrong'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sekedar opini'/><title type='text'>Back To The Future</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_vIJ8PFr8BEY/SdR9xySNXdI/AAAAAAAAASQ/VhVRJdmVjJM/s1600-h/113709-FB%7EStraight-Road-Heading-Towards-Mountains-and-Clouds-Posters.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5320015354096606674" style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; width: 125px; cursor: pointer; height: 116px;" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_vIJ8PFr8BEY/SdR9xySNXdI/AAAAAAAAASQ/VhVRJdmVjJM/s200/113709-FB%7EStraight-Road-Heading-Towards-Mountains-and-Clouds-Posters.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:100%;" &gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;S&lt;/span&gt;EBUAH&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;titik jauh di depan yang selalu terlihat abstrak dan sangat samar bagi manusia yang hidup di masa kini, mungkin seperti itu gambaran masa depan. Samar tetapi siap atau tidak, bagaimanapun kondisinya, kita harus dan akan ke sana juga. Maka seorang yang datang dari masa depan adalah orang yang tepat untuk memimpin kita di masa kini karena dia tahu dan telah mengidentifikasi titik yang samar tersebut. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pemimpin yang tepat haruslah seseorang datang dari masa depan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Jadi apakah seorang pemimpin yang tepat itu adalah seseorang yang memiliki mesin waktu kah? &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Yup&lt;/span&gt;..., tepat sekali.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mesin waktu itu bisa berwujud ilmu pengetahuan, teknologi dan kreatifitas tingkat tinggi, pola pikir yang terbuka lebar, hati yang bisa berempati dengan orang lain serta keyakinan terhadap janji Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu apakah ada orang seperti itu?, menurut saya ada, tapi permasalahnya apakah kualifikasi seperti itu ada pada satu orang, atau terakumulasi dari dua, tiga, banyak orang atau malah pada sebuah lembaga?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak kejadian yang menimpa negara ini, permasalahan sosial yang klasik sampai musibah alam. Seandainya sekarang pemimpin kita adalah orang yang datang dari masa depan, berbagai hal tersebut pasti bisa dicegah. ...Lho, tapi bukankah Allah telah berfirman &lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Katakanlah: Sekali-kali tidak akan menimpa kami melainkan apa yang telah ditetapkan oleh Allah bagi kami. Dialah Pelindung kami, dan hanyalah kepada Allah orang-orang yang beriman harus bertawakal" &lt;/span&gt;(At Taubah 51), jadi menurut ayat itu bukankah sesungguhnya apa yang terjadi ini sudah dituliskan olehNya? Bukankah yang terjadi ini memang harus terjadi?, oke...mungkin iya. Tapi disamping Dia telah menulis ketetapanNya, bahwa yang mati akan mati dan yang hidup akan hidup, Dia juga telah menghamparkan berluas-luas tanda-tanda kekuasaanNya, agar manusia mau berpikir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan jika demikian adanya maka bukanlah hal yang sulit bagi Allah untuk menunjukkan kekuasaanNya termasuk dengan mudahnya menghidupkan seseorang yang secara logis tidak mungkin selamat atau dengan tiba-tiba mematikan seseorang detik ini juga, meskipun dia dalam keadaan sehat segar bugar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika pemimpin datang dari masa depan, maka jauh-jauh hari bahkan jauh-jauh tahun sebelumnya dia pasti sudah tahu bahwa Bendungan Situ Gintung itu tidak akan berumur panjang, karena bukankah tanda-tanda fisik ke arah musibah itu sebenarnya telah teridentifikasi sejak bertahun-tahun lalu? Dan sudah sering pula dipergunjingkan warga sekitar, oke kalaupun pada kenyatannya memang sepertinya sangat sulit untuk melakukan pemugaran karena memang kondisi bendungan yang kompleks dan memiliki aktifitas non stop yang sangat tinggi, tapi upaya melalui jalan lain kan sangat banyak, para ahli konstruksi fisik bendungan, dan pakar-pakar yang berkaitan dengan teknik konservasi alam maupun para ilmuwan bidang pemberdayaan masyarakat tentu sangat paham harus melakukan apa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi sekali lagi para pemimpin kita sekarang dan pemimpin yang sudah-sudah bukan orang yang datang dari masa depan, jika pemimpin kita datang dari masa depan maka pasti dia akan tahu efek kerawanan Situ Gintung dan dia pasti sudah mengkomando para ahli itu untuk berbuat sesuatu demi mencegah akibat buruknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika pemimpin sekarang ini datang dari masa depan maka sebaiknya (seharusnya) dia telah tahu adanya &lt;span style="font-style: italic;"&gt;"warning sign"&lt;/span&gt; dan mau mempelajarinya untuk kemudian berbuat sesuatu terhadap :&lt;br /&gt;- Tayangan TV yang ber-efek buruk terhadap perkembangan anak-anak,&lt;br /&gt;- Sekian banyaknya bangunan sekolah (terutama Sekolah Dasar) yang bolong-bolong atapnya dengan dinding miring berhias balok penyangga, menunggu giliran untuk roboh,&lt;br /&gt;- Nasib orang-orang ber-KTP Indonesia yang berada di perbatasan dan di pulau-pulau terluar Indonesia, baik secara sosial ekonomi hingga psikologis,&lt;br /&gt;- lulusan bergelar sarjana dan ahli madya yang makin membengkak hingga membuat ruang HRD di berbagai perusahaan menjadi makin sesak gara-gara dipenuhi tumpukan amplop berwarna coklat yang mungkin tak akan pernah tersentuh itu,&lt;br /&gt;- Bayi-bayi mungil yang tidak lucu lagi karena kurang gizi,&lt;br /&gt;- Gunung-gunung sampah plastik,&lt;br /&gt;- Elang Jawa yang tinggal 500-an ekor saja,&lt;br /&gt;- Bertambahnya rumah tidak layak huni di sepanjang bantaran Sungai Ciliwung,&lt;br /&gt;- Indikasi bakal terjadinya krisis air bersih,&lt;br /&gt;- dan berbagai macam upaya halus untuk peng-halal-an sesuatu yang jelas-jelas haram.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;...sebelum terlambat lagi, seperti biasanya....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_vIJ8PFr8BEY/SdR9-cJxLZI/AAAAAAAAASY/Q18xS57aCSE/s1600-h/StraightRoad.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5320015571493924242" style="margin: 0px auto 10px; display: block; width: 279px; cursor: pointer; height: 150px; text-align: center;" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_vIJ8PFr8BEY/SdR9-cJxLZI/AAAAAAAAASY/Q18xS57aCSE/s200/StraightRoad.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;"mencapai kesuksesan adalah efek belajar kesalahan dari masa lalu, tapi menciptakan kesuksesan baru adalah hasil belajar dan mencuri ilmu dari masa depan"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:85%;" &gt;&lt;span style="font-size:0;"&gt;Catatan : tulisan ini sama sekali tidak bertendesi kepada seseorang atau lembaga yang sedang memimpin (berkuasa) pada saat sekarang maupun yang dulu sempat merasakan jadi pemimpin, tetapi lebih sebagai cermin pengingat bagi diri saya sendiri serta kepada beberapa (atau banyak) orang atau lembaga yang saat ini sedang berminat "mempertaruhkan hidupnya" demi menjadi seorang pemimpin baik itu sebagai kepala keluarga, ketua kelas, ketua RT sampai Kepala Negara.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4589189783124901735-204723795874522772?l=plangplung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://plangplung.blogspot.com/feeds/204723795874522772/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://plangplung.blogspot.com/2009/04/sebuah-titik-didepan-yang-mungkin.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4589189783124901735/posts/default/204723795874522772'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4589189783124901735/posts/default/204723795874522772'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://plangplung.blogspot.com/2009/04/sebuah-titik-didepan-yang-mungkin.html' title='Back To The Future'/><author><name>ardhev</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18379337274951662720</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_vIJ8PFr8BEY/SWHaZfkpLDI/AAAAAAAAANg/QFHc_AK_s1c/S220/Image.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_vIJ8PFr8BEY/SdR9xySNXdI/AAAAAAAAASQ/VhVRJdmVjJM/s72-c/113709-FB%7EStraight-Road-Heading-Towards-Mountains-and-Clouds-Posters.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4589189783124901735.post-5597191152847596279</id><published>2009-03-03T14:49:00.001+07:00</published><updated>2010-02-19T13:02:10.864+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='nyata-nyata ada'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='lebih dari sekedar foto'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='back to nature'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='catatan perjalanan'/><title type='text'>Keindahan Akan Menjadi Pesona Sejati Jika Dia Telah Membatasi Diri</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_vIJ8PFr8BEY/Sazit65lTnI/AAAAAAAAAQY/TftAibaIfDw/s1600-h/gak+dipetik.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5308867339295739506" style="margin: 0px auto 10px; display: block; width: 171px; cursor: pointer; height: 131px; text-align: center;" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_vIJ8PFr8BEY/Sazit65lTnI/AAAAAAAAAQY/TftAibaIfDw/s200/gak+dipetik.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:78%;" &gt;Ini nggak dipetik kok, cuma sedikit di sentuh saja…&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:78%;" &gt;.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:78%;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:100%;" &gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;M&lt;/span&gt;ALAM&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; itu, pulang agak larut setelah sedikit memaksa diri untuk lembur menyelesaikan tanggung jawab, yah.. setidaknya selesai sebelum deadline kan lebih baik, paling nggak masih punya sisa waktu untuk menyempurnakannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seharian penuh hujan turun sampai malam, Alhamdulillah seger rasanya dan saya yakin semua tanaman pasti tersenyum menikmatinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Sudah hampir jam 12 malam, sampai rumah hujan sudah reda, tinggal rintik mungil yang jatuh ringan dengan lembut, semua benda masih basah dan tampak indah mengkilap tertimpa sinar lampu jalan.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_vIJ8PFr8BEY/Sazl9ZsPXnI/AAAAAAAAAQ4/l29Co3ha0k4/s1600-h/beberapa+saat+sblm+mekar+sempurna.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5308870903794196082" style="margin: 0px auto 10px; display: block; width: 201px; cursor: pointer; height: 161px; text-align: center;" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_vIJ8PFr8BEY/Sazl9ZsPXnI/AAAAAAAAAQ4/l29Co3ha0k4/s200/beberapa+saat+sblm+mekar+sempurna.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_vIJ8PFr8BEY/SazlogdstcI/AAAAAAAAAQw/pxxGHE_KcGw/s1600-h/beberapa2.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5308870544834999746" style="margin: 0px auto 10px; display: block; width: 201px; cursor: pointer; height: 157px; text-align: center;" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_vIJ8PFr8BEY/SazlogdstcI/AAAAAAAAAQw/pxxGHE_KcGw/s200/beberapa2.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:78%;" &gt;Beberapa saat sebelum mekar sempurna&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Entah kenapa, atau mungkin karena pikiran dan perasaan saya memang lagi aneh saat itu, belum sempat masuk rumah pandangan mata saya langsung tertuju pada bunga itu, padahal biasanya saya tidak terlalu heboh menjumpai makhluk indah berwarna putih ini, tidak terlalu memberi perhatian khusus ketika bunga ini mekar di bulan-bulan sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_vIJ8PFr8BEY/SazmVzjSm3I/AAAAAAAAARA/UwsnnvmtGdc/s1600-h/1.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5308871323052841842" style="margin: 0px auto 10px; display: block; width: 201px; cursor: pointer; height: 150px; text-align: center;" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_vIJ8PFr8BEY/SazmVzjSm3I/AAAAAAAAARA/UwsnnvmtGdc/s200/1.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_vIJ8PFr8BEY/Sazmny5onLI/AAAAAAAAARI/DBJCTqknn-0/s1600-h/2.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5308871632115768498" style="margin: 0px auto 10px; display: block; width: 201px; cursor: pointer; height: 144px; text-align: center;" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_vIJ8PFr8BEY/Sazmny5onLI/AAAAAAAAARI/DBJCTqknn-0/s200/2.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:78%;" &gt;Tampak mencolok di kegelapan dibandingkan&lt;br /&gt;bunga-bunga lain di sekitarnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;Orang-orang di rumah dan tetangga sebelah hampir selalu heboh ketika bunga unik ini mekar, Bunga Wijayakusuma namanya alias &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Epiphyllum oxypetalum&lt;/span&gt; atau ada juga yang mengenalnya sebagai &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Queen of Night&lt;/span&gt;. Si Putih yang harum ini termasuk jenis tumbuhan kaktus dan konon dahulu kala bunga seperti ini adalah simbol istimewa para raja Jawa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_vIJ8PFr8BEY/Sazm9CfXnEI/AAAAAAAAARY/T4UzeBGr6SU/s1600-h/4.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5308871997077822530" style="margin: 0px auto 10px; display: block; width: 201px; cursor: pointer; height: 156px; text-align: center;" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_vIJ8PFr8BEY/Sazm9CfXnEI/AAAAAAAAARY/T4UzeBGr6SU/s200/4.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_vIJ8PFr8BEY/SaznSjHmpvI/AAAAAAAAARg/od_XYkgZKOg/s1600-h/5.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5308872366613767922" style="margin: 0px auto 10px; display: block; width: 203px; cursor: pointer; height: 148px; text-align: center;" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_vIJ8PFr8BEY/SaznSjHmpvI/AAAAAAAAARg/od_XYkgZKOg/s200/5.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:78%;" &gt;Tepat pada puncak pekat malam, dia memberi kejernihan,&lt;br /&gt;sesaat sebelum kemudian layu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;Ya nggak berlebihan juga sebenarnya jika mereka heboh, karena bunga ini kan punya banyak &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;“hanya”&lt;/span&gt;, antara lain: hanya mekar pada malam hari tapi sayangnya hanya mekar semalam saja, selepas Isya’ semakin merekah perlahan dengan anggun, hingga puncaknya memancar lebar pada tengah malam dan sudah itu mengatup kembali seiring berjalannya malam melewati dini hari menjelang pagi, hingga sepersekian saat menjelang Shubuh bunga ini telah layu, mati dan tak akan merekah lagi, tinggal menunggu bakal bunga yang lain yang mungkin muncul pada tunas-tunas cabang berbeda yang &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;entah kapan lagi akan mekar&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang keindahan yang memancarkan pesona sejati harus mau ikhlas membatasi diri, karena jika tidak, ketika tidak ada batas dan dengan mudahnya siapa saja bisa melihat, menjumpai, menemui, bahkan menatap dan menyentuhnya maka keindahan itu mungkin lama-kelamaan menjadi cuma sekedar kata-kata lisan sebagai &lt;span style="font-style: italic;"&gt;pronoun&lt;/span&gt; atau kata ganti untuk menyebut orang atau suatu benda saja, akan mudah meleleh seiring waktu berjalan, hambar dan lalu dilupakan begitu saja ketika pesonanya mulai hilang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mendekati apalagi melakukan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;treatment&lt;/span&gt; lebih jauh terhadap suatu keindahan yang dibatasi itu, kadang kita merasa tidak siap, tidak &lt;span style="font-style: italic;"&gt;capable&lt;/span&gt; dan tiba-tiba saja merasa diri ini tidak layak, maka yang muncul kemudian adalah kekhawatiran bahwa kita akan semakin jauh dan takut kehilangan pesonanya jika kita sering berada di dekatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Takut kehilangan pesonanya…? Perjalanan dan rahasia kehidupan selalu akan dihadapkan pada kejutan-kejutan istimewa hingga kemudian sampai pada persimpangan yang manusiawi dan memang membingungkan…. Sejak Ibnu Haitham sampai Albert Einstein belum ada yang mampu merumuskan formula hitungnya. Bahkan Adam Smith atau Sigmund Freud dan Ibnu Khaldun pun tidak sanggup menjelaskannya dengan thesis mereka yang terkenal logis-empiris itu. Maka Allah pasti akan selalu menunjukkan kekuasaanNya….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="font-weight: bold; font-style: italic; text-align: right;"&gt;“Dia mengetahui apa yang ada di langit dan di bumi, dan mengetahui apa yang kamu rahasiakan dan apa yang kamu nyatakan. Dan Allah Maha Mengetahui segala isi hati.&lt;br /&gt;( At Taghabun : 4)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4589189783124901735-5597191152847596279?l=plangplung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://plangplung.blogspot.com/feeds/5597191152847596279/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://plangplung.blogspot.com/2009/03/keindahan-akan-menjadi-pesona-sejati.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4589189783124901735/posts/default/5597191152847596279'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4589189783124901735/posts/default/5597191152847596279'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://plangplung.blogspot.com/2009/03/keindahan-akan-menjadi-pesona-sejati.html' title='Keindahan Akan Menjadi Pesona Sejati Jika Dia Telah Membatasi Diri'/><author><name>ardhev</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18379337274951662720</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_vIJ8PFr8BEY/SWHaZfkpLDI/AAAAAAAAANg/QFHc_AK_s1c/S220/Image.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_vIJ8PFr8BEY/Sazit65lTnI/AAAAAAAAAQY/TftAibaIfDw/s72-c/gak+dipetik.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4589189783124901735.post-719132607475203839</id><published>2009-02-23T15:56:00.001+07:00</published><updated>2010-02-19T13:02:36.472+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='nyata-nyata ada'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='special moment'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='something wrong'/><title type='text'>"Lho, sakit kok nggak boleh...."</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;font-size:100%;" &gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;S&lt;/span&gt;UATU&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;pagi menjelang siang, di sebuah ruang tunggu puskesmas, di satu kecamatan kecil yang setahu saya jarang muncul dalam peta, bahkan dalam peta propinsi sekalipun....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Istri&lt;/span&gt; : "Uhhh… ngantrinya lama kayak gini paak pak, kasiaaan anak kita badannya...aduuh...kok ya tambah panas gini to..., apa ibu bilang tadi pak, kalau kita bawa ke Mbah Guno pasti dah sembuh sekarang."&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Suami&lt;/span&gt; : "Ibu ini gimana to?, sekali ndak boleh ya tetep ndak boleh, bapak ndak suka sama Mbah Guno, pokoknya kalau sakit ya ke puskesmas, titik."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Istri&lt;/span&gt; : "Oalah nak..nak, kok ya pake sakit segala to naaak... kamu itu." (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;berkata pada anaknya yang berusia 7 tahun yang dari tadi diam saja dipeluk ibunya, badanya panas, pucat, sepertinya dia terkena typus&lt;/span&gt;)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Suami&lt;/span&gt; : "Lho ibu ini, lha wong anaknya sakit kok ndak boleh, ini namanya musibah bu..., cobaan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Istri&lt;/span&gt; : "Ya harusnya ndak boleh to pak, orang miskin seperti kita ini harusnya ndak boleh sakit, kita kan ndak punya duit, coba ini nanti kita pasti mbayarnya ndak bakalan cukup sepuluh ribu, kalau tadi ke Mbah Guno, udah ngantrinya ndak lama, mbayarnya juga boleh minggu depan pas kita selesai bantu-bantu panen sawahnya Pak Dulah."&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;Suami&lt;/span&gt; : "Sssstt...sudah-sudah, bapak ndak mau eyel-eyelan, ibu ndak usah mikirin duit, biar nanti bapak yang nyari pinjeman, dah...malu didengar orang."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:180%;" &gt;T&lt;/span&gt;ak berapa lama, seorang wanita setengah baya berpakaian rapi yang baru datang dan melihat sepasang suami istri ini, dia menghampiri dan menyapa mereka, wanita ini adalah guru taman kanak-kanak tak jauh dari Puskemas ini, dia penumpang langganan yang sering naik becaknya si bapak kalau pulang dari mengajar. Sepasang suami istri ini lalu menceritakan masalah mereka panjang lebar.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Ibu Guru TK&lt;/span&gt; : "Lho bukannya ada askeskin, trus itu Jamkesmas juga, masak bapak gak punya sih?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Suami&lt;/span&gt; : "Ap..apa ..as..ak..sek.. ? Eh apa tadi?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Ibu Guru TK&lt;/span&gt; : "Askeskin, dah punya kan?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Suami&lt;/span&gt; : (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;sambil menatap istrinya&lt;/span&gt;) "Emang kita punya bu?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Istri&lt;/span&gt; : (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;geleng-geleng kepala&lt;/span&gt;) "Lha punya ndak ya? Ibu juga ndak ngerti pak...."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Ibu Guru TK&lt;/span&gt; : Itu lo pak, bu, kartu yang bisa buat minta keringanan jaminan kesehatan bagi yang kurang mampu, asuransi kesehatan untuk masyarakat miskin… Kalau Jamkesmas?, belum pernah dengar juga? Tetangga tetangga sekampung juga nggak ada satupun yang punya?, Pak lurah atau petugas penyuluh apa belum pernah ngasih tau?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Suami&lt;/span&gt; : "Wah ndak ngerti juga ya, la wong Pak lurah itu sering ketemu saya di mushola juga ndak pernah ngomongin itu kok, itu apa itu yang tadi itu.. kalau petugas penyuluhan ada, tapi setahu saya ya cuma ngomongin pupuk tablet sama kemarin ngasih contoh benih jagung unggul, dah itu tok kayaknya...."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Ibu Guru TK&lt;/span&gt; : “Bukan, bukan penyuluh pertanian pak, tapi penyuluh yang dari dinas kesehatan… Emmm..tapi keluarga bapak terdaftar dalam Gakin nggak sih?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Suami&lt;/span&gt; : (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;tampak berpikir sebentar, mengingat-ingat sesuatu&lt;/span&gt;) "Ooo oo…o.. iya apa yang katanya Kang Giman dulu itu apa ya yang katanya ngurus surat bantuan pemrentah ke kelurahan tapi ndak jadi wong ngurusnya repot, ribet, lama, kesono kemari bolak balik ndak selesai-selesei itu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Istri&lt;/span&gt; : "Oh iya iya inget aku pak, waktu kita njenguk istrinya yang kecelakaan itu kan…? Tapi kalau Kang Giman masih mending itu, kan dia tinggalnya jauh di kota sana to pak, mau ngapa-ngapa juga gampang, ngurus macem-macem ke kantor-kantor juga deket…"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Ibu Guru TK&lt;/span&gt; : "Waduh sayang banget ya, padahal dana yang diajukan depkes pusat ke DPR itu sampai trilyunan katanya, bener lo pak, bu, tiga trilyun berapa gitu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Suam&lt;/span&gt;i : "Weleh weleh buuanyak ya, ck ck ck, itu buat orang miskin semua to?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Ibu guru TK&lt;/span&gt; : "Iya, ya itu semua katanya buat membiayai pengobatan masyarakat kurang mampu,kalau tahun ini sih kalau nggak salah cuma satu trilyun saja yang diajukan ke komisi sembilan DPR, itu buat orang miskin yang jumlahnya kalau nggak salah lebih dari 60 juta orang, itu yang kedaftar lo pak, padahal nggak cuma segitu lo harusnya. Eh, tapi...tapi kabarnya, kabarnya lo ini, kabarnya masih banyak puskesmas dan rumah sakit yang sudah ngasih keringanan biaya bagi warga miskin eh malah belum dapat uang ganti dari pemerintah, ya mereka jadi bingung kan, makanya banyak rumah sakit yang mempersulit bahkan nolak warga miskin berobat, lha kalau minta ganti ke pemerintah nggak dikasih-kasih, kan lama-lama bisa bangkrut rumah sakitnya ngasih gratisan terus, bener nggak...?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Istri&lt;/span&gt; : "Tuh kan pak... (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;sambil melirik dan mencibir suaminya&lt;/span&gt;), makanya percaya to sama Mbah Guno, dukun-dukun kayak mereka tuh jadi pahlawan, penyelamat buat kita pak, berkah buat orang miskin kayak kita ini, kalau ndak ada dukun-dukun kayak Mbah Guno terus gimana kita?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Suami&lt;/span&gt; : "Ya ampun bu...bu..., nyebut, istighfar, kok masih ngeyel terus, ibu ndak sadar apa, Gusti Allah yang Maha Kuasa itu kalau ngasih cobaan dan nguji iman umatnya itu caranya macem-macem bu, ya kayak gini ini salah satunya...."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:78%;" &gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;(bersambung...entah kapan, entah dimana, tapi nggak janji yaa)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4589189783124901735-719132607475203839?l=plangplung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://plangplung.blogspot.com/feeds/719132607475203839/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://plangplung.blogspot.com/2009/02/lho-sakit-kok-nggak-boleh.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4589189783124901735/posts/default/719132607475203839'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4589189783124901735/posts/default/719132607475203839'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://plangplung.blogspot.com/2009/02/lho-sakit-kok-nggak-boleh.html' title='&quot;Lho, sakit kok nggak boleh....&quot;'/><author><name>ardhev</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18379337274951662720</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_vIJ8PFr8BEY/SWHaZfkpLDI/AAAAAAAAANg/QFHc_AK_s1c/S220/Image.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4589189783124901735.post-5744799840624789347</id><published>2009-02-02T10:30:00.000+07:00</published><updated>2009-07-07T19:55:57.199+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='nyata-nyata ada'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='manual kehidupan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='alangkah baiknya jika'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='lebih dari sekedar video'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='catatan perjalanan'/><title type='text'>"Kemarilah nak...sini, duduk dekat ayah...."</title><content type='html'>&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0)"&gt;&lt;span style="FONT-WEIGHT: bold; FONT-STYLE: italic"&gt;M&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="FONT-STYLE: italic"&gt;emperhatikan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; dan mengamati perilaku seseorang, bagi saya menjadi suatu aktivitas yang excited, terlebih jika "gerak-gerik" orang tersebut memberikan kesan yang mendalam hingga menghadirkan pikiran, perasaan dan pelajaran baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belum lama ini di suatu sore saya memperhatikan seorang ayah muda, tetangga sebelah, menimang-nimang anak pertamanya yang belum genap berusia lima bulan. Demikian riang tampak bahagia dua orang anak manusia ini, si bayi tampak damai dan beberapa kali tersenyum lebar kelihatan sangat senang ditimang sang ayah, sedangkan sang ayah sendiri dengan riangnya menimang sambil menyanyikan lagu-lagu yang nggak jelas lirik dan nadanya, ciptaan spontannya sendiri barangkali, tapi yang jelas lagu itu sangat riang gembira menggoda dan memanjakan si bayi. Tampak sekali sang ayah sedang sangat bahagia sore itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin yang terlintas di benak sang ayah saat itu, "Apapun yang akan terjadi kelak, engkau adalah malaikat kecilku, engkaulah mimpiku, harapanku. Oh...putra mahkotaku sampai kapanpun aku akan memelukmu, menimangmu, membelaimu, menciumimu selama-lamanya. Aku akan melindungimu nak, bahkan tak kan kubiarkan seekor semutpun mampu menggigit kulitmu". Dan sangat wajar hampir semua ayah berperilaku seperti itu pada anak bayinya tercinta. &lt;span style="FONT-STYLE: italic"&gt;&lt;br /&gt;"Hmm... tapi akankah selamanya demikian ya?&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena di bagian bumi lain seorang ayah memukuli dan menghajar habis-habisan anak laki-lakinya ketika si anak yang mulai menginjak usia 17 tahun membuat mobil sang ayah lecet tergores ketika semalam dipakai si anak menghabiskan malam minggu bersama teman-temannya sampai larut malam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu dalam ruang dan waktu yang berbeda, seorang ayah yang sejak si anak berusia 15 tahun hingga kini, 10 tahun kemudian, ketika si anak sudah berencana untuk menikah, keduanya tidak pernah bertegur sapa, sepatah katapun tidak. Hanya karena ego dan harga diri keduanya yang memuncak, idealisme dan prinsip keras yang telah membunuh kata hati kedua anak beranak ini hingga mati suri selama bertahun-tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atau seorang ayah yang notabene anggota TNI, dengan prinsip keras kedisiplinannya mengusir anak gadisnya dari rumah dan memastikan tidak akan mengakui lagi dia sebagai anak, karena si anak tertangkap basah menggunakan jarum suntik di kamarnya untuk memuaskan dahaga narkoba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sisi lain, karena ketidak cocokan dengan ayahnya, seorang anak pergi meninggalkan rumah tanpa permisi, tidak pernah kembali lagi, dan lebih parah lagi kali ini, beberapa waktu lalu ditemukan seorang pria tua tewas di dalam rumahnya dengan kepala berdarah bekas pukulan keras benda tumpul, diketahui kemudian bahwa pelakunya adalah anak kandungnya sendiri yang kondisi jiwanya sehat wal afiat, sama sekali tidak sakit jiwa. Masya Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayah dan Anak. Sebenarnya siapa yang layak berposisi sebagai "dipersalahkan"? Atau memang tidak seharusnya ada yang dipersalahkan? Karena bukankah pada dasarnya memang harus ada yang mau meletakkan ego dan mendengarkan, memahami karakter dan keinginan orang lain?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atau lihat kisah heroik almarhum Rony Patinasarany, legenda sepak bola Indonesia, yang dengan ketabahan dan kekuatan cinta seorang ayah mencurahkan seluruh sisa hidupnya demi menyelamatkan kedua anaknya dari jebakan narkoba. Lihat pula apa yang dikisahkan Andrea Hirata, dalam "Sang Pemimpi" ketika sikap seorang ayah yang amat sangat antusias bergairah mengambil raport si Ikal yang menduduki peringkat 3 besar sekolah, dan ketika tahun berikutnya rangkingnya turun puluhan tingkat hingga angka 75 dari 160 siswa, sang ayah tetap bersikap sama, bersemangat dan bergairah, mengayuh sepada puluhan kilometer dengan memakai pakaian terbaiknya pergi ke sekolah mengambilkan rapor sang anak tercinta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara umum seorang ayah yang mendapati prestasi anaknya anjlok amat sangat drastis akan menumpahkan amarah besar dan hukuman keras, tapi dia tidak. Tidak marah, tidak kecewa, hanya seutas senyum sambil menepuk-nepuk pundak sang anak kebanggaannya lalu pulang tanpa sepatah katapun. Dan sadar atau tidak sikap datar, misterius seperti inilah yang sebenarnya mampu menjadi treatment psikologis untuk membuat anak menjadi merasa bersalah secara halus hingga motivasi berprestasi untuk memperbaiki diri yang kemudian muncul adalah motivasi dari dalam diri sendiri bukan motivasi karbitan karena tertekan atau terpaksa. Bagaimanapun sifat dan karakternya, bukankah setiap manusia lebih merasa "dihargai" jika mendapatkan kebebasan secara penuh dan merasa sangat "berharga" ketika dapat berekspresi tanpa tekanan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atau sikap ayah yang satu ini, seperti terlukis dalam sktesa sederhana video berikut ini.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: center"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;object width="283" height="235" class="BLOG_video_class" id="BLOG_video-39a1f8e9275b1101" classid="clsid:D27CDB6E-AE6D-11cf-96B8-444553540000" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=6,0,40,0"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/get_player"&gt;&lt;param name="bgcolor" value="#FFFFFF"&gt;&lt;param name="allowfullscreen" value="true"&gt;&lt;param name="flashvars" value="flvurl=http://v17.nonxt1.googlevideo.com/videoplayback?id%3D39a1f8e9275b1101%26itag%3D5%26app%3Dblogger%26ip%3D0.0.0.0%26ipbits%3D0%26expire%3D1331484313%26sparams%3Did,itag,ip,ipbits,expire%26signature%3D708D10B4330BC212DE06B4F9BF67804AEECD5715.1A29192A0E8CA772464827521CE6613F5959B76%26key%3Dck1&amp;amp;iurl=http://video.google.com/ThumbnailServer2?app%3Dblogger%26contentid%3D39a1f8e9275b1101%26offsetms%3D5000%26itag%3Dw160%26sigh%3DDVAlSWIfLJpJNKRTHSHn-eelKGc&amp;amp;autoplay=0&amp;amp;ps=blogger"&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/get_player" type="application/x-shockwave-flash"width="283" height="235" bgcolor="#FFFFFF"flashvars="flvurl=http://v17.nonxt1.googlevideo.com/videoplayback?id%3D39a1f8e9275b1101%26itag%3D5%26app%3Dblogger%26ip%3D0.0.0.0%26ipbits%3D0%26expire%3D1331484313%26sparams%3Did,itag,ip,ipbits,expire%26signature%3D708D10B4330BC212DE06B4F9BF67804AEECD5715.1A29192A0E8CA772464827521CE6613F5959B76%26key%3Dck1&amp;iurl=http://video.google.com/ThumbnailServer2?app%3Dblogger%26contentid%3D39a1f8e9275b1101%26offsetms%3D5000%26itag%3Dw160%26sigh%3DDVAlSWIfLJpJNKRTHSHn-eelKGc&amp;autoplay=0&amp;ps=blogger"allowFullScreen="true" /&gt;&lt;/object&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: center"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;a href="http://www.youtube.com/watch?v=RkoRDFjBh44"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="FONT-WEIGHT: bold"&gt;klik di sini untuk melihat video di atas melalui youtube.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="FONT-STYLE: italic"&gt;"Ah...indahnya...."&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4589189783124901735-5744799840624789347?l=plangplung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='enclosure' type='video/mp4' href='http://www.blogger.com/video-play.mp4?contentId=39a1f8e9275b1101&amp;type=video%2Fmp4' length='0'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://plangplung.blogspot.com/feeds/5744799840624789347/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://plangplung.blogspot.com/2009/02/kemarilah-naksini-duduk-dekat-ayah.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4589189783124901735/posts/default/5744799840624789347'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4589189783124901735/posts/default/5744799840624789347'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://plangplung.blogspot.com/2009/02/kemarilah-naksini-duduk-dekat-ayah.html' title='&quot;Kemarilah nak...sini, duduk dekat ayah....&quot;'/><author><name>ardhev</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18379337274951662720</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_vIJ8PFr8BEY/SWHaZfkpLDI/AAAAAAAAANg/QFHc_AK_s1c/S220/Image.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4589189783124901735.post-8215708577989253582</id><published>2009-02-02T10:16:00.000+07:00</published><updated>2009-07-07T19:56:27.754+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='special moment'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sekedar opini'/><title type='text'>PUNGGUK MERINDUKAN "WISUDA"</title><content type='html'>&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0); FONT-STYLE: italic"&gt;&lt;span style="FONT-WEIGHT: bold"&gt;N&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;gelmu&lt;/span&gt;&lt;span style="FONT-STYLE: italic"&gt; iku, kalakone kanthi laku.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="FONT-STYLE: italic"&gt;lekase lawan kas,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="FONT-STYLE: italic"&gt;tegese kas nyantosani,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="FONT-STYLE: italic"&gt;setya budya pangekese dur angkara.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Ilmu Pengetahuan hanya dapat diperoleh dengan belajar sunguh-sungguh,&lt;br /&gt;dengan ketekunan, keuletan dan pantang menyerah,&lt;br /&gt;mampu mengatasi tantangan hidup,&lt;br /&gt;serta menahan nafsu angkara murka.)&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa hari yang lalu waktu bersih-bersih rak buku, saya menemukan kembali sebuah makalah tulisan Dr. Purwadi, dosen Filsafat Jawa UGM, dan kalimat bahasa Jawa tersebut saya kutip dari makalah itu. Selain isinya yang cukup menarik, yaitu mengenai Peranan Ilmu Pengetahuan Dalam Pembangunan Bangsa, makalah itu juga mengingatkan saya pada beberapa tahun lalu, ketika saya dan seorang partner kerja di BEM, kakak angkatan yang sekarang mengajar sebagai dosen di UIN Jogja, muter-muter kesana-kemari mencari-cari kediaman Dr. Purwadi tersebut untuk mengundangnya menjadi pembicara pada Kuliah Akbar di UNS Solo, dan itulah makalah untuk acara tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mencari ilmu memang tidak mudah, banyak tantangan, hambatan dan bahkan godaan untuk menyerah. Mencari ilmu memang harus bersungguh-sungguh, sayangnya disadari atau tidak kadang-kadang (bagi sebagian orang) puncak gairah kesungguhan yang setinggi-tingginya itu baru muncul ketika waktu mencarinya hampir habis, tertekan karena keadaan yang mengecewakan, atau malah ketika kesempatan itu sudah hampir terutup, bukan pada saat terdapat waktu dan kesempatan yang masih longgar. Ngomong-ngomong masalah kesempatan yang hampir tertutup itu saat ini sudah mulai akan dialami oleh kita atausaudara-saudara kita yang belum bisa disebut sebagai "orang kaya".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti yang sudah kita tahu, semua Perguruan Tinggi tidak lama lagi akan bestatus sebagai Badan Hukum, dan segera setelah itu semua sekolah menengah akan menyusul. Badan Hukum pendidikan akan memberikan otonomi bagi tiap lembaga pendidikan mengatur dan menentukan hidupnya sendiri, sekalipun menurut pemerintah tetap akan diawasi dan dikendalikan tetapi prosentase pengawasan itu tentu tidak akan banyak mengintervensi. Bagaimanapun, masa sekarang ini adalah masa perdagangan, dan Indonesia sendiri adalah anggota dari organisasi perdagangan dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua lembaga yang mandiri berotonomi tidak akan mungkin menolak arus perekonomian, karena jika tidak dia pasti akan kolaps, kalah bersaing. Dan di sinilah potensi komersialisasi pendidikan itu kelak akan muncul tatkala kran globalisasi perdagangan semakin lebar terbuka, iming-iming investor asing akan berseliweran, membaca pasar dan mencari peluang. Investasi komersil selalu berujung pada strategi mencari keuntungan. Akhirnya potensi mencari laba Itulah yang dikhawatirkan. Konsumen pendidikanlah pangsa pasarnya. Sekolah mahal, makin banyak orang berpikir sekian kali untuk menuntut ilmu di sekolah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mau jadi orang pinter, atau setidaknya diakui sebagai orang pinter memang mahal harganya. Kata "mahal" itu sendiri memang tidak hanya mengarah pada materi, tapi jika bersingguingan dengan makkhluk yang namanya pendidikan kata "mahal" itu selalu adalah sebuah kenyataan pahit bagi masyarakat ekonomi lemah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun demikian apapun yang akan terjadi pada status badan hukum dalam lembaga pendidikan di Indonesia, semoga saja &lt;span style="FONT-WEIGHT: bold; FONT-STYLE: italic"&gt;"pendidik adalah tetap sebagai pengganti orang tua di luar keluarga, pembimbing dan pengasuh anak bangsa"&lt;/span&gt; dan &lt;span style="FONT-WEIGHT: bold; FONT-STYLE: italic"&gt;"peserta didik tetap sebagai anak didik yang menjadikan pendidik layaknya sebagai orang tuanya sendiri dan sekolah layaknya sebagai rumah kedua"&lt;/span&gt;. Semoga kelak tidak bergeser menjadi &lt;span style="FONT-WEIGHT: bold; FONT-STYLE: italic"&gt;"pendidik adalah penjual dan anak didik adalah pembeli, yang harus saling bergulat demi mengkonversi interaksi menjadi hitungan laba."&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4589189783124901735-8215708577989253582?l=plangplung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://plangplung.blogspot.com/feeds/8215708577989253582/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://plangplung.blogspot.com/2009/02/pungguk-merindukan-wisuda.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4589189783124901735/posts/default/8215708577989253582'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4589189783124901735/posts/default/8215708577989253582'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://plangplung.blogspot.com/2009/02/pungguk-merindukan-wisuda.html' title='PUNGGUK MERINDUKAN &quot;WISUDA&quot;'/><author><name>ardhev</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18379337274951662720</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_vIJ8PFr8BEY/SWHaZfkpLDI/AAAAAAAAANg/QFHc_AK_s1c/S220/Image.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4589189783124901735.post-8661757115553561090</id><published>2009-01-21T09:44:00.000+07:00</published><updated>2009-07-07T19:56:43.927+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kata-kata yang dipercantik'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='catatan perjalanan'/><title type='text'>DI RUANGAN INI ( Tentang Esok Pagi, Sebuah Pilihan dan Ke-pantas-an Memiliki Keindahan)</title><content type='html'>&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0)"&gt;&lt;span style="FONT-WEIGHT: bold; FONT-STYLE: italic"&gt;R&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="FONT-STYLE: italic"&gt;uangan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; ini penuh dengan rak buku, me-nyembul-nyembul, tampak seperti deretan puluhan gedung metropolis yang angkuh. Aku masih berjalan di lorong-lorong sempitnya. Hampir dua jam, sampai aku melihat sosok yang cukup menarik perhatianku….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aha…!!! Ada Mister Wili disana, William Shakespeare lengkapnya. Ini dia kesempatanku mempertanyakan rasa penasaranku selama ini. &lt;span style="FONT-STYLE: italic"&gt;“Sore tuan”&lt;/span&gt;, sapaku, &lt;span style="FONT-STYLE: italic"&gt;“Emm…tuan, ngomong-ngomong tak tahukah anda, sebenarnya Romeo dan Juliet itu ingin sekali mengakhiri kisahnya dengan bahagia, mereka ingin cabut dari Verona lalu tinggal di sebuah pondok bambu di pinggir sungai Bengawan Solo?”&lt;/span&gt;, tanyaku tanpa basa-basi lagi. Aku terkejut, melebihi ke-terkejutanku mendapati kenyataan bahwa dia ternyata mengerti Bahasa Indonesia, karena tak kuduga Mr. Shakespeare menjawab dengan nada tinggi ;&lt;span style="FONT-STYLE: italic"&gt;” Hei bocah...!!, pena-mu saja masih sering lepas dari tangan, tahu apa kamu soal sastra, hah?”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;…Oke..... Tanpa permisi aku beranjak pergi menuju bagian atas rak buku paling ujung. Ada Pak Marah Rusli disana, sedang duduk-duduk santai tampaknya. Langsung saja aku menggugat &lt;span style="FONT-STYLE: italic"&gt;masterpiece&lt;/span&gt;-nya yang terkenal itu; &lt;span style="FONT-STYLE: italic"&gt;“Maaf bapak, tega nian anda memporak-porandakan cinta sejati Siti Nurbaya? Kenapa? Punya salah apa sih dia sama anda?”&lt;/span&gt;. Bapak tua berkacamata besar itu tersenyum kecut, tak sepatah katapun. Dia hanya melirikkan mata ke arah pintu, mengisyaratkan agar aku segera angkat kaki dari hadapannya. Akupun tahu diri. Aku langsung melangkah pergi. Tapi aku tetap yakin, aku juga berhak berada di sana, bersanding, bertukar pikiran bersama mereka. Aku akan kembali lagi ke tempat itu, esok pagi.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Eits, tapi tunggu…&lt;br /&gt;Kupu kupu itu. Ada kupu kupu indah diatas meja, di sebelah jendela, di sudut ruangan……….&lt;br /&gt;Melihat kupu-kupu itu membuatku terbayang pada kupu-kupu daun ranum eucalyptus nun jauh di suatu tempat, nun jauh pula lebih indah dari kupu-kupu di atas meja itu.&lt;br /&gt;Kupu-kupu daun eucalyptus, aku telah lebih dari sekedar mengaguminya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kupu-kupu daun eucalyptus itu, bersayap panjang, sayap panjang bagai daun ranum eucalyptus yang harum, sayap panjang yang indah, sayap panjang sebagai pesan dari langit, untuk membuatnya sangat bersih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kupu-kupu daun eucalyptus, dia selalu terlindungi di dalam bola kaca. Bola kaca itu membuatnya bebas dari godaan, jauh dari cela, aman dari sentuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya dari jauh, hanya dari jauh saja saat ini aku bisa mengaguminya.&lt;br /&gt;Hanya sesaat, selalu hanya sesaat saja, karena aku takut akan kehilangan pesonanya. Aku takut bola kaca itu akan retak saat aku berada di dekatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kupu-kupu daun ranum eucalyptus, aku akan pergi dulu sampai aku selesai mengumpulkan untaian benang. Untaian benang yang akan membuatku selalu siap menyulam bola kaca-mu, jika retak nanti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Semoga untaian benang itu telah terkumpul, esok pagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kupu kupu diatas meja di sebelah jendela di sudut ruangan, terima kasih, kamu telah menjadikanku bergairah kembali dengan membuatku terbayang pada indahnya kupu-kupu daun ranum eucalyptus, di sana, nun jauh di suatu tempat.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="FONT-STYLE: italic"&gt;(hmm... bener juga kata Einstein, imajinasi memang lebih berharga - atau mungkin lebih asyik kali ya.... - dari ilmu pasti, atau saya yang salah mengartikan maksud dari kalimat Einstein itu?)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4589189783124901735-8661757115553561090?l=plangplung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://plangplung.blogspot.com/feeds/8661757115553561090/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://plangplung.blogspot.com/2009/01/di-ruangan-ini-tentang-esok-pagi-sebuah.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4589189783124901735/posts/default/8661757115553561090'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4589189783124901735/posts/default/8661757115553561090'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://plangplung.blogspot.com/2009/01/di-ruangan-ini-tentang-esok-pagi-sebuah.html' title='DI RUANGAN INI ( Tentang Esok Pagi, Sebuah Pilihan dan Ke-pantas-an Memiliki Keindahan)'/><author><name>ardhev</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18379337274951662720</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_vIJ8PFr8BEY/SWHaZfkpLDI/AAAAAAAAANg/QFHc_AK_s1c/S220/Image.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4589189783124901735.post-8753869536770625613</id><published>2009-01-01T20:39:00.000+07:00</published><updated>2009-02-02T21:57:35.177+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='nyata-nyata ada'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='special moment'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='lebih dari sekedar foto'/><title type='text'>If a picture paints a Thousand words....</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;font-family:courier new;font-size:100%;"  &gt;Gaza.&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:courier new;font-size:100%;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div  style="text-align: right;font-family:courier new;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_vIJ8PFr8BEY/SVzH0d2KpUI/AAAAAAAAAKs/0qgnJBqijwQ/s1600-h/before.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5286319766805062978" style="margin: 0px auto 10px; display: block; width: 400px; cursor: pointer; height: 100px; text-align: center;" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_vIJ8PFr8BEY/SVzH0d2KpUI/AAAAAAAAAKs/0qgnJBqijwQ/s400/before.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;"Dan janganlah kamu merugikan manusia pada hak-haknya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;dan janganlah kamu merajalela di muka bumi dengan membuat kerusakan"&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:courier new;font-size:100%;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost" style=";font-family:courier new;font-size:100%;"  &gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;(Asy Syuara' : 183)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gaza, 28 – 31 Desember 2008&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;span class="fullpost" style=";font-family:courier new;font-size:100%;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;span class="fullpost" style=";font-family:courier new;font-size:100%;"  &gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="fullpost" style=";font-family:courier new;font-size:100%;"  &gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_vIJ8PFr8BEY/SV2PbJluL1I/AAAAAAAAAME/L7eGt57oLBA/s1600-h/building2.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5286539234196205394" style="margin: 0px auto 10px; display: block; width: 400px; cursor: pointer; height: 400px; text-align: center;" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_vIJ8PFr8BEY/SV2PbJluL1I/AAAAAAAAAME/L7eGt57oLBA/s400/building2.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;(klik pada gambar untuk melihat lebih jelas)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost" style=";font-family:courier new;font-size:100%;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost" style=";font-family:courier new;font-size:100%;"  &gt;...... ,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;span class="fullpost" style=";font-family:courier new;font-size:100%;"  &gt;&lt;span class="fullpost" style=";font-family:courier new;font-size:100%;"  &gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_vIJ8PFr8BEY/SV2O8zvCoBI/AAAAAAAAAL0/zModjpQ_W-0/s1600-h/momen2.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5286538712933638162" style="margin: 0px auto 10px; display: block; width: 200px; cursor: pointer; height: 404px; text-align: center;" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_vIJ8PFr8BEY/SV2O8zvCoBI/AAAAAAAAAL0/zModjpQ_W-0/s400/momen2.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;span class="fullpost" style=";font-family:courier new;font-size:100%;"  &gt;&lt;span class="fullpost" style=";font-family:courier new;font-size:100%;"  &gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;(klik pada gambar untuk melihat lebih jelas)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;span class="fullpost" style=";font-family:courier new;font-size:100%;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost" style=";font-family:courier new;font-size:100%;"  &gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span class="fullpost" style=";font-family:courier new;font-size:100%;"  &gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;...... ,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;span class="fullpost" style=";font-family:courier new;font-size:100%;"  &gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="fullpost" style=";font-family:courier new;font-size:100%;"  &gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_vIJ8PFr8BEY/SV2PMIkbEhI/AAAAAAAAAL8/7_ZlfmiVIzo/s1600-h/victims2.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5286538976224285202" style="margin: 0px auto 10px; display: block; width: 286px; cursor: pointer; height: 400px; text-align: center;" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_vIJ8PFr8BEY/SV2PMIkbEhI/AAAAAAAAAL8/7_ZlfmiVIzo/s400/victims2.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;span class="fullpost" style=";font-family:courier new;font-size:100%;"  &gt;&lt;span class="fullpost" style=";font-family:courier new;font-size:100%;"  &gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;(klik pada gambar untuk melihat lebih jelas)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost" style=";font-family:courier new;font-size:100%;"  &gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-family:courier new;" &gt;.... dan anak-anak,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost" style=";font-family:courier new;font-size:100%;"  &gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;span class="fullpost" style=";font-family:courier new;font-size:100%;"  &gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_vIJ8PFr8BEY/SV7XDhL8XFI/AAAAAAAAANM/pW4zCF01JDA/s1600-h/children3.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5286899468027583570" style="margin: 0px auto 10px; display: block; width: 67px; cursor: pointer; height: 400px; text-align: center;" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_vIJ8PFr8BEY/SV7XDhL8XFI/AAAAAAAAANM/pW4zCF01JDA/s400/children3.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;span class="fullpost" style=";font-family:courier new;font-size:100%;"  &gt;&lt;span class="fullpost" style=";font-family:courier new;font-size:100%;"  &gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;(klik pada gambar untuk melihat lebih jelas)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-family:courier new;" &gt;1 Januari 2009 : 398 lebih korban jiwa, 2.000 orang lebih menderita luka-luka dan sekitar 20.000 warga Palestina mulai terancam kelaparan, ternyata belum cukup.....&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span class="fullpost" style="font-weight: bold;font-family:courier new;font-size:100%;" courier=""  &gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="fullpost" style="font-weight: bold;font-family:courier new;font-size:100%;" courier=""  &gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_vIJ8PFr8BEY/SVzJbHPw4xI/AAAAAAAAALU/ZElBeZr7fww/s1600-h/soldier.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5286321530264937234" style="margin: 0px auto 10px; display: block; width: 299px; cursor: pointer; height: 299px; text-align: center;" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_vIJ8PFr8BEY/SVzJbHPw4xI/AAAAAAAAALU/ZElBeZr7fww/s400/soldier.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;span class="fullpost" style=";font-family:courier new;font-size:100%;"  &gt;&lt;span class="fullpost" style=";font-family:courier new;font-size:100%;"  &gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;(klik pada gambar untuk melihat lebih jelas)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost" style="font-weight: bold;font-family:courier new;font-size:100%;" courier=""  &gt;&lt;div  style="text-align: right;font-family:georgia;"&gt;&lt;span class="fullpost" style=";font-family:courier new;font-size:100%;"  &gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Negeri akhirat itu, Kami jadikan untuk orang-orang yang tidak ingin menyombongkan diri dan berbuat kerusakan di (muka) bumi. Dan kesudahan (yang baik) itu adalah bagi orang-orang yang bertakwa. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:courier new;font-size:100%;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style=";font-family:courier new;font-size:100%;"  &gt;(Al Qashash:83)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;SALURKAN DONASI UNTUK RAKYAT PALESTINA KE :&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-size:100%;"&gt;*Ketua Umum PP Muhammadiyah Prof. Dr. Din Syamsuddin membuka rekening khusus mulai tanggal 10 - 11 Januari 2009 di Bank Mandiri Cabang Cut Mutia, Jakarta. No rek. 123 - 000 - 486 - 9584.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-size:100%;"&gt;*Melalui muslim.or.id ke Bank Mandiri Cabang UGM Yogyakarta&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-size:100%;"&gt;No. Rekening: 1370002258826 a.n Hendri Syahrial&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-size:100%;"&gt;Bagi setiap donator harap konfirmasi ke 0815 7895 8484&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;a href="http://muslim.or.id/dari-redaksi/donasi-palestina-ulurkan-tangan-anda-ringankan-duka-muslimin-palestina.html"&gt;muslim.or.id&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-size:100%;"&gt;*MER-C (Medical Emergency Rescue Committee) sebuah organisasi sosial kemanusiaan medis gawat darurat berasaskan Islam dan berpegang pada prinsip rahmatan lil'aalamiin.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-size:100%;"&gt;Donasi Palestina ke Bank Syariah Mandiri (BSM)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-size:100%;"&gt;No rek. No. 009.0121.773 a.n Medical Emergency Rescue Committee&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;a href="http://www.mer-c.org/donasi/no-rekening-donasi.html"&gt;mer-c.org&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-size:100%;"&gt;*KISPA (Komite Indonesia Untuk Solidaritas Palestina). Membuka penyaluran infaq melalui Bank Muamalat Indonesia (BMI) Cabang Slipi. No rek. 311.01856.22 a.n Nurdin QQ Kispa.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;a href="http://www.kispa.org/"&gt;kispa.or.id&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="fullpost" style=";font-family:lucida grande;font-size:130%;"  &gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;"sekecil apapun bentuk kepedulian&lt;br /&gt;adalah setetes minyak yang dipercikkan&lt;br /&gt;dan memungkinkan api yang sudah menyala&lt;br /&gt;menjadi semakin &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost" style="font-weight: bold;font-size:130%;" &gt;luas &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;&lt;span style=";font-family:lucida grande;font-size:130%;"  &gt;berkobar." &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Sumber foto :&lt;/span&gt; &lt;a href="http://online.wsj.com/"&gt;the wallstreet journal&lt;/a&gt; - &lt;a href="http://flickr.com/"&gt;flickr.com&lt;/a&gt; - &lt;a href="http://daylife.com/"&gt;daylife.com&lt;/a&gt; - &lt;a href="http://www.time.com/"&gt;time magazine &lt;/a&gt;- &lt;a href="http://www.jordantimes.com/"&gt;jordan times&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4589189783124901735-8753869536770625613?l=plangplung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://plangplung.blogspot.com/feeds/8753869536770625613/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://plangplung.blogspot.com/2009/01/if-picture.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4589189783124901735/posts/default/8753869536770625613'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4589189783124901735/posts/default/8753869536770625613'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://plangplung.blogspot.com/2009/01/if-picture.html' title='If a picture paints a Thousand words....'/><author><name>ardhev</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18379337274951662720</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_vIJ8PFr8BEY/SWHaZfkpLDI/AAAAAAAAANg/QFHc_AK_s1c/S220/Image.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_vIJ8PFr8BEY/SVzH0d2KpUI/AAAAAAAAAKs/0qgnJBqijwQ/s72-c/before.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4589189783124901735.post-3298158210058062013</id><published>2009-01-01T20:00:00.000+07:00</published><updated>2009-06-29T21:17:11.440+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='nyata-nyata ada'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='manual kehidupan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='catatan perjalanan'/><title type='text'>"Dia" Tahu Apa Yang Kita Lakukan</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;font-size:180%;" &gt;K&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:180%;" &gt;a&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:180%;" &gt;limat&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; itu keluar dari mulut seorang laki laki berumur sekitar 30-an lebih yang sempat ngobrol dengan saya selepas dhuhur di serambi masjid Gede Kauman Jogja beberapa hari yg lalu. Laki-laki berkemeja putih rapi yang dimasukkan ke dalam celana hitamnya itu adalah seorang sales kaus kaki dan ikat pinggang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut ceritanya, dia baru saja berkeliling berjalan kaki keluar masuk kantor dan sekolahan, menghampiri penunggu bus di halte bis trans Jogja, melangkah masuk ke perumahan dan perkampungan, lalu berbelok mencari peruntungan di seputaran alun alun utara, hingga tepat tengah hari ini melepas lelah di Masjid Gede Kauman di sebelah barat alun alun utara. “Walah dikit mas, belum nutup”, jawabnya ketika saya tanya, dia enggan menyebutkan hasil jualannya hari ini. “Apalagi sekarang ini sudah banyak kantor yang melarang para sales masuk, nggak tahu lah pokoknya asal jalan, kalau rejekinya lagi ada juga nggak bakalan kemana”, lanjutnya. Masih mengutip kalimatnya saat itu; “Pekerjaan yang benar-benar halal itu zaman sekarang ini makin berkurang, sangat sulit ditemui”, katanya, tetapi, tambahnya lagi; “Yang sulit ditemui itu bukan berarti tidak ada kan…”. &lt;span class="fullpost"&gt;Wallahu’alam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terlepas dari definisi “dikit” menurut dia itu dikit yang bagaimana, tapi setahu saya bagi para penjual keliling yang berjalan kaki bermil-mil, mandi keringat, ditolak dan diusir itu penghasilan dari jualan dengn model seperti ini belum bisa dibanggakan, belum lagi penjual es dengan bergerobak dorong yang makin kalah dengan es cream keliling ala barat, atau fragmen seorang pedagang cermin keliling dalam film Kun-Fayakun yang rasio antara usaha keras dan hasil yang didapat sangat tidak layak. Karena banyak orang yang tinggal duduk duduk ditempat teduh saja dengan santainya bisa mendapatkan penghasilan yang lumayan banyak, lebih dari para worker jalanan tadi. Setidaknya orang-orang seperti itu ada tidak lebih dari 10 meter didepan tempat kami duduk, tepatnya di depan pintu masuk masjid, duduk beralaskan koran dan kain dengan properti utama sebuah kaleng ataupun mangkuk kecil dari plastik, ya, para pengemis. Mereka sehat-segar bugar, dan beberapa dari mereka sebenarnya tidaklah miskin-miskin amat. Pendapatan mereka bisa mencapai Rp.30.000-Rp.50.000 sehari, bahkan lebih, terutama ketika hari jumat dan hari-hari libur dimana para wisatawan sedang booming. Yah..,setidaknya begitulah yang pernah saya dengar dari cerita mas-mas petugas parkir masjid ini. Ada sebuah segitiga unik saat itu, yang membuat saya tersenyum kecil sendiri, segitiga unik tentang rahasia kehidupan yang berada dalam radius tak lebih dari 10 meter, antara saya, sales kaus kaki itu dan para pengemis yang ada di depan kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi teringat kejadian tahun lalu saat masih tinggal di Solo. Suatu hari minggu siang menjelang Ashar saya bersama dua orang teman duduk di teras depan rumah kos, lewatlah seorang bapak yang sudah cukup tua, penjual dipan kayu dengan teriakan khasnya yang melolong tiada gentar itu. Dua buah dipan kayu ditumpuk, diikat sedemikian rupa dengan tali diatas gerobak dorong dengan bantuan sebuah balok kayu kecil, sebagai tonggak penambat, dan sang bapak menarik gerobak ber-dipan itu langkah demi langkah. Tak ada kejadian apa-apa, dia lewat begitu saja seperti biasa. Hingga setelah agak jauh ---meski teriakannya tetap terdengar--- tiba-tiba bapak kos keluar tergopoh gopoh dari dalam rumah sambil bertepuk tangan memanggil sang penjual dipan. Bapak penjual dipan pun putar haluan kembali ke depan rumah kos kami dengan wajahnya yang sekarang menjadi sumringah, “Ah akhirnya dapat pembeli juga, bisa pulang tanpa harus menarik beban berat lagi plus bawa duit nih”, mungkin kalimat itu yang ada di benaknya kala itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terjadi tawar menawar yang cukup sengit, lumayan alot, lumayan lama. Bapak kos bersikukuh tak mau menaikkan penawaran, sebaliknya penjual dipan juga sangat berhati hati menurunkan harga sedikit demi sedikit, meski tetap masih jauh dari limit pengajuan tawaran bapak kos. Akhirnya, tak ada yang mau mengalah, interaksi “perniagaan dipan” itu pun ditutup tanpa sebuah deal. Transaksi gagal. Sang bapak penjual dipan kembali melanjutkan langkahnya dengan kekecewaan yang sangat jelas terlihat dari raut muka dan bahasa tubuhnya ketika membalik gerobaknya dengan susah payah, dan melangkah beranjak meninggalkan rumah kos kami, mungkin kala itu langsung buyar angannya untuk pulang cepat sambil membawa uang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada ketimpangan yang sangat mencolok di sini. Bapak kos, si calon pembeli itu, tanpa beban, santai saja kembali masuk rumah seperti tak terjadi apa-apa. Sementara bapak penjual dipan sangat kecewa, sebuah bagian dari kegagalan. Yah…, terang saja bagi bapak kos kejadian tadi cuma secuil kecil saja dari momen yang terjadi dalam hidupnya hari ini, suatu peristiwa yang mungkin tak terlalu berarti. Sebaliknya bagi Bapak tua penjual dipan, momen tadi bisa dipastikan adalah momen utama yang paling penting dan paling ditunggu dalam perjalanan hidupnya hari ini, momen yang seharusnya sangat menentukan. Anyway, the life must goes on.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu power apa yang menyokong motivasi mereka selain rengekan anaknya yang menunggu di rumah? Mungkin saja diantara mereka memiliki power untuk selalu bergerak tak kenal ampun pada diri sendiri menjadi kekuatan tersendiri yang ampuh menerjang tuntutan hidupnya yang tanpa pilihan itu. Atau seperti sales kaus kaki tadi yang memiliki prinsip “Allah tahu apa yang kita kerjakan”. Bukankah kita memang mencari Ridho-Nya? Selalu melakukan sesuatu dengan kalimat sakral tersebut tetap lekat tertempel di jidat mungkin sama sekali nggak akan ada koruptor dan suap-suapan kali ya……&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terdapat 100 ayat dalam Al Qur’an (mohon dikoreksi jika kurang tepat) yang inti maknanya adalah memastikan bahwa “Allah maha mengetahui/melihat apa yang kita kerjakan/perbuat”. Dan kalimat itulah yang ternyata menjadi air lemon ice segar yang selalu dibawa-bawa para hard worker jalanan untuk mendinginkan kepala dan menyegarkan hati di bawah tusukan duri panas matahari dan guyuran pekat debu aspal kota. Good luck, God blesses.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4589189783124901735-3298158210058062013?l=plangplung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://plangplung.blogspot.com/feeds/3298158210058062013/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://plangplung.blogspot.com/2009/01/if-pictures-paints-thousand-words.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4589189783124901735/posts/default/3298158210058062013'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4589189783124901735/posts/default/3298158210058062013'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://plangplung.blogspot.com/2009/01/if-pictures-paints-thousand-words.html' title='&quot;Dia&quot; Tahu Apa Yang Kita Lakukan'/><author><name>ardhev</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18379337274951662720</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_vIJ8PFr8BEY/SWHaZfkpLDI/AAAAAAAAANg/QFHc_AK_s1c/S220/Image.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4589189783124901735.post-7389868555016289170</id><published>2008-11-22T16:36:00.000+07:00</published><updated>2009-02-02T22:01:24.779+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='manual kehidupan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='catatan perjalanan'/><title type='text'>Tiap-tiap Orang di Sekitar Kita  Adalah Ujian Bagi Diri Kita</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_vIJ8PFr8BEY/SSfZMV9cUHI/AAAAAAAAAII/nmT3kLcgY7w/s1600-h/images7.jpeg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 135px; height: 98px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_vIJ8PFr8BEY/SSfZMV9cUHI/AAAAAAAAAII/nmT3kLcgY7w/s200/images7.jpeg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5271420694936965234" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Dan sebaliknya kita ini adalah ujian bagi bagi tiap-tiap orang di sekitar kita. Setiap orang punya kepentingan, dan secara manusiawi ketika kepentingan-kepentingan ini berada dalam satu ruang dan waktu yang sama kita sering menganggap bahwa kepentingan orang lain tidaklah lebih penting daripada kepentingan kita.&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Seorang sahabat bisa menjadi sangat mengecewakan, bahkan mungkin pula bagi kita&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; untuk dengan mudahnya memutuskan tali silaturahim karena suatu sikap sahabat yang menurut penilaian kita sudah benar-benar keterlaluan, memang sesak rasanya dikecewakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi sebaliknya seketika itu pula kita sebagai pribadi bisa pula tanpa disadari telah membuat sahabat atau mungkin saudara kita menjadi sedemikian marahnya. Mending kalau terungkapkan, lha kalau tidak dan dia hanya diam-diam begitu saja, itu malah berbahaya. Sudah kita tidak sadar, tidak tahu pula apa kesalahan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiap-tiap orang di sekitar kita adalah ujian bagi diri kita.dan sebaliknya kita ini adalah ujian bagi tiap-tiap orang di sekitar kita. Nah kalau kita bisa memaknai dan memahami kalimat tersebut setidaknya bisa menjadi modal untuk mengendalikan diri, mengkoreksi diri dan bercermin dengan cermin yang jernih dan sebisa mungkin bukan cermin buatan sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ujian dalam hidup ini yang paling dominan adalah ujian kesabaran, tes ujian kesabaran ini soal-soalnya amat sangat banyak, baru akan selesei ketika paruparu kita ini tidak bisa lagi menggembung dan mengkonversi oksigen menjadi energi sedang jantung kita tidak sanggup lagi memfasilitasi travelling darah untuk mengembara kesudut sudut arteri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena kita itu adalah ujian kesabaran bagi orang di sekitar kita maka kalau kita ingin membantu mereka agar bisa lulus ujian kesabaran berarti kita harus bisa menjaga diri, misalnya; kalau seorang wanita ya harus benar benar memahami yang mana yang namanya  aurat, yang mana yang harus disembunyikan, yang mana yang boleh diperindah. Atau bagi seorang anak dalam membantu ujian kesabaran  orang tuanya harus bisa memahami karakteristik khas orang tua yang sangat menjunjung tinggi rasa hormat serta tata karma itu, dan bagaimana bersikap atau bertutur kata. Termasuk dalam hubungan pertemanan kita harus mau mengerti dan memahami apa yang bisa membuat seorang teman menjadi sensitif, tersinggung, dan dengan begitu kita bisa ikut membantu dia agar tetap bisa menjaga amarah. Dan yang paling agak susah karena kadang kita tidak sadar kita sering tidak menghargai eksistensi orang yang sedang berbicara dengan kita dan membuat dia sedikit marah dalam hati karena merasa tidak dihargai, karena pas sedang bicara panjang lebar tiba tiba dia sadar,meskipun dari tadi diam tapi ternyata tidak sedang memperhatikannya karena  dari tadi sibuk ber sms-an ria, yang membuat dia seperti radio yang ngoceh sendiri, apalagi orang tersebut adalah orang tua, tidakkah kita juga merasa tidak dihargai ketika kejadian itu dibalik ? So mari kita bantu orang di sekitar kita agar mereka bisa lulus melewati ujian itu, ujian dimana bahan tes-nya tidak lain ya diri kita ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang-orang di sekitar kita adalah ujian bagi kita, maka kalau kita mau menyadari hal itu Insya Allah kita bisa menjaga diri agar tidak selalu serta merta selalu menyalahkan orang lain ketika sesuatu yang mengecewakan diri kita tiba tiba menimpa kita, sering kita lepas kendali apalagi ketika dalam kondisi psikologis yang sedang drop karena  banyak pikiran ditambah masalah pekerjaan belum lagi masalah keluarga  dan lain-lain pada suatu siang yang teramat terik, di sebuah warung tenda kecil yang cukup ramai dan lumayan antri, tenggorokan kering, haus tiada tara, keringat membasahi kerah baju dan membuat lumayan gatal, tiba tiba tanpa ba-bi-bu ada seseorang dengan pede nya menyerobot antrian pesanan es kelapa muda yang kita nanti-nantikan sejak lima menit yang lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atau kejadian seperti dalam salah satu iklan rokok di televisi dimana dalam adegan makan bakso yang baksonya selalu gagal masuk mulut itu, karena selalu terganggu oleh seseorang yang tidak mau memperhatikan orang lain, dengan seenaknya mendorong kursi tanpa tengok kanan kiri. Adegan tersebut menggambarkan bahwa kesabaran ada batasnya. Memang kesabaran ada batasnya, tapi Allah juga telah mengarsiteki sedemikian sempurna otak kita agar bisa berpikir dan kemudian menjadi mampu menemukan cara untuk terus memperluas dan semakin memperluas lagi batas batas kesabaran tersebut.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4589189783124901735-7389868555016289170?l=plangplung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://plangplung.blogspot.com/feeds/7389868555016289170/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://plangplung.blogspot.com/2008/11/tiap-tiap-orang-di-sekitar-kita-adalah.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4589189783124901735/posts/default/7389868555016289170'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4589189783124901735/posts/default/7389868555016289170'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://plangplung.blogspot.com/2008/11/tiap-tiap-orang-di-sekitar-kita-adalah.html' title='Tiap-tiap Orang di Sekitar Kita  Adalah Ujian Bagi Diri Kita'/><author><name>ardhev</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18379337274951662720</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_vIJ8PFr8BEY/SWHaZfkpLDI/AAAAAAAAANg/QFHc_AK_s1c/S220/Image.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_vIJ8PFr8BEY/SSfZMV9cUHI/AAAAAAAAAII/nmT3kLcgY7w/s72-c/images7.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4589189783124901735.post-4867202512996864855</id><published>2008-10-27T15:06:00.000+07:00</published><updated>2009-06-29T21:17:36.610+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='nyata-nyata ada'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='catatan perjalanan'/><title type='text'>TERAPI ISTIGHFAR</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;font-size:180%;" &gt;M&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:180%;" &gt;alam&lt;/span&gt; itu, kuliah rasanya akan sangat membosankan. Bukan karena dosen bukan pula karena mata kuliah. Tapi virus di mata ini, virus yang selalu menyerang orang kelelahan, ngantuk. Kelopak mata ini rasanya seperti pintu kios kecil yang didepan jalannya sedang dilewati serombongan bonek (pendukung Persebaya Surabaya) yang tim kesayangannya itu baru saja kalah 7-0 akibat keputusan wasit yang kontoversial, maunya pingin cepet cepet tutup rapat-rapat. Ngantuk sekali, padahal jarum jam baru saja melewati angka 8 malam. Maklum seharian tadi sudah bergelut dengan setumpuk file yang musti dire-cek sedetail mungkin dengan mata terbelalak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benar saja, sepersekian menit kemudian aku sudah masuk ke surga tidur. Tapi tidak lama karena kemudian getar handphone di saku tiba-tiba membangunkan aku, hanya sebuah sms iseng yang tidak terlalu penting dari seorang teman, sangat kebetulan sekali tapi efeknya lumayan ampuh karena aku kemudian bangun, mencoba bertahan sekuat tenaga, apalagi tepat pada saat itu dosen memasuki pembicaraan yang cukup menarik mengenai &lt;span style="font-style: italic;"&gt;teacher as a therapist&lt;/span&gt; yang sebenarnya bukan hanya cocok diterapkan oleh guru, tapi sangat berguna diterapkan para orang tua dalam berhubungan dengan anak-anaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Andai saja semua anak yang bersekolah itu seperti para anggota lascar pelangi, terlebih seorang Lintang yang dengan keadaan sekolah serba memprihatinkan dan dilatar belakangi kehidupan ekonomi yang carut marut hingga memaksanya harus kembali berkeringat membantu orang tuanya bekerja.pada sore hari. Setiap hari menempuh jarak puluhan kilometer untuk pergi ke sekolah yang sebenarnya tidak terlalu menjanjikan itu, namun dengan semangat bak cheetah kelaparan yang menguber-uber seekor antilop dia dengan sepeda bututnya berusaha tidak tertinggal secuil pun pelajaran sekolah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Kenyataan yang terjadi adalah bukan rahasia lagi bahwa banyak sekolah yang muridnya terlambat masuk kelas dengan sengaja, meskipun sebenarnya telah datang ke sekolah sebelum jam 7 pagi tapi seperti biasa nongkrong-nongkrong dulu sampai jam 8, biasanya dilakukan anak-anak kelas 2, belum cukup sampai di situ, banyak pula sekolah yang murid dalam kelasnya tinggal dua atau tiga orang saja, itu masih mending, karena tidak jarang pula kelas telah kosong, padahal jam baru menunjukkan pukul 11 menjelang siang, dan hari itu pun bukan hari Jum’at. Sialnya lagi keadaan ini berlangsung terus menerus, membudaya dan terwariskan dengan rapi, yang salah satu sebabnya sayangnya adalah karena tidak adanya ketegasan dari pihak sekolah, karena berbagai alasan masing-masing. Salah satu alasan yang ironis adalah karena sekolah memang membutuhkan siswa, biasanya itu adalah sekolah SMP, SMA, SMEA, maupun SMK swasta kelas menengah ke bawah. Logikanya, jika sekolah terlalu membebani murid, takutnya jumlah murid tiap tahun bisa makin berkurang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Untuk sekolah yang seperti ini peran guru BK sebenarnya amat sangat vital sehingga seharusnya guru BK di sekolah tersebut adalah seorang yang berlatar belakang psikologi atau setidaknya seorang yang benar benar terlatih secara profesiaonal dan berkualitas dalam bidang itu sehingga dia benar-benar bisa menciptakan budaya sekolah yang terkontrol, termasuk selalu menganalisis sekaligus meng-inovasi metode &lt;span style="font-style: italic;"&gt;treatment &lt;/span&gt;yang paling tepat di dalam kondisi yang terjadi di sekolahnya dan rajin membangun &lt;span style="font-style: italic;"&gt;relationship&lt;/span&gt; dan komunikasi dengan orang tua murid bagaimanapun keadaan dan tanggapan keluarganya, setidaknya begitulah idealnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Sayangnya orang-orang dengan kualifikasi seperti itu malah banyak berada di dalam sekolah elit, sekolah teladan dan sekolah unggulan, yang kalau boleh jujur sebenarnya level kenakalan murid dan perilaku menyimpang para siswanya tidaklah parah-parah amat. Ya wajar lah bukankah kualitas memang harus dihargai mahal, dan sekolah kelas menengah ke bawah yang penuh dengan masalah siswa mungkin tidak mampu membayar para professional itu. Akibatnya peran guru BK dipegang sambil lalu oleh guru yang mau atau guru yang jadwalnya tak terlalu padat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Kalau sudah begitu tanggung jawab ada pada semua guru bidang apapun, tidak mungkin keadaan seperti itu berjalan dibiarkan terus menerus tanpa ada perubahan, dan bukankah kondisi tersebut tidak boleh hanya dilalui begitu saja hari demi hari ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Kembali ke &lt;span style="font-style: italic;"&gt;teacher as a therapist&lt;/span&gt;. Seorang pendidik dan orang tua tidak hanya membawa ilmu pengetahuan atau nilai-nilai moral dan agama, mentransfer ke siswa atau ke anaknya dan kalau sudah muncul pesan “transfer accepted” dia kemudian pergi berlalu begitu saja. Tidak, guru dan orang tua adalah pen-terapi anak atau siswa terlebih ketika kondisi siswa tidak siap untuk menerima materi ilmu pengetahuan. Terapi psikologis bisa dipahami salah satunya adalah sebagai bagaimana mengubah jiwa seseorang dengan jiwa kita, yang tentunya disesuaikan dengan diri kepribadian orang tersebut. Salah satu indikasi keberhasilannya adalah ketika guru masuk ke kelas maka yang ada dalam pikiran dan perasaan siswa bukan rasa takut dan rasa was-was atau bahkan gambaran dan bayangan perasaan bosan dan memuakkan selama jam pelajaran berlangsung. Siswa harus belajar karena senang, nyaman, karena merasa butuh dan karena gurunya itu, bukan mau belajar karena takut. Demikian pula bagi orang tua dalam membangun sebuah budaya, aturan atau kedisiplinan bagi anaknya, Insya Allah mereka tidak akan merasa terpaksa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Mengubah jiwa seseorang dengan jiwa kita Itu artinya untuk mendapatkan kemampuan sebagai terapist harus dimulai dari dalam diri kita yang kemudian kita pancarkan keluar. Caranya sangat sederhana, dimulai dengan terapi diri sebelum menterapi orang lain yaitu melalui introspeksi diri, mengakui kesalahan dan dengan ikhlas memohon ampun kepada Allah, istighfar dengan ikhlas segenap jiwa, setiap saat setiap waktu dimana pun kita berada dalam suasana hati bagaimanapun dan dalam kondisi apapun aktifitas kita. Sangat sederhana tetapi ternyata efeknya sungguh ajaib, karena secara psikologis jika jiwa kita bersih maka pengaruh yang muncul keluar pun akan menjadi luar biasa, setidaknya demikian yang saya tangkap dari penjelasan dosen malam itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Terapi diri melalui terapi &lt;span style="font-style: italic;"&gt;istighfar&lt;/span&gt; ini sangat tepat diterapkan ketika menghadapi anak-anak masa sekarang sebagai perlidungan terhadap jutaan pengaruh buruk yang bisa mencederai hati dan pikiran mereka. Setiap hari 100 atau 200 kali sehabis sholat tidaklah terlalu berat, malahan hati menjadi nyaman. Jika kita sudah melakukan itu, maka tanggung jawab kita kemudian adalah memberi contoh dan mengajak anak kita, murid kita dan orang-orang di sekitar kita untuk melakukan hal serupa. Bukankah anak adalah produk dari lingkungan, dan mereka selalu belajar dari lingkungannya itu ?.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Jika terapi ini berhasil maka ketika kita berada jauh dari anak didik kita-pun pengaruh jiwa yang bersih ini akan tetap terasa. Sebagaimana matahari yang sekalipun pada malam hari sama sekali tidak tampak dari bumi tetapi sinarnya masih tetap terpancar dan selalu bisa kita nikmati melalui bulan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4589189783124901735-4867202512996864855?l=plangplung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://plangplung.blogspot.com/feeds/4867202512996864855/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://plangplung.blogspot.com/2008/10/terapi-istighfar.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4589189783124901735/posts/default/4867202512996864855'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4589189783124901735/posts/default/4867202512996864855'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://plangplung.blogspot.com/2008/10/terapi-istighfar.html' title='TERAPI ISTIGHFAR'/><author><name>ardhev</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18379337274951662720</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_vIJ8PFr8BEY/SWHaZfkpLDI/AAAAAAAAANg/QFHc_AK_s1c/S220/Image.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4589189783124901735.post-616534634863828841</id><published>2008-10-13T11:28:00.000+07:00</published><updated>2009-06-29T21:18:12.546+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='nyata-nyata ada'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='alangkah baiknya jika'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='special moment'/><title type='text'>CATATAN KECIL 30 HARI DI BULAN SUCI</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_vIJ8PFr8BEY/SPLhrLEN6zI/AAAAAAAAAG8/GoQCY9XhOYA/s1600-h/images.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 98px; height: 99px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_vIJ8PFr8BEY/SPLhrLEN6zI/AAAAAAAAAG8/GoQCY9XhOYA/s200/images.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5256511846915894066" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;font-size:180%;" &gt;R&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:180%;" &gt;amadhan&lt;/span&gt; dengan Idul Fitri-nya selalu menyuguhkan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;romantisme&lt;/span&gt;, nostalgia masa kecil, harapan masa depan, dan kewaspadaan.&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Ramadhan kali ini dilihat dari kalender cukup menarik karena tanggal masehi bertepatan dengan kalender Islam, ditambah lagi dimulai dengan hari Senin. Akan lama terulang kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terlepas dari perdedaan pelaksanaan Ramadhan dan Syawal beberapa ormas Islam seperti Hizbuttahrir, Subandiyah dan Satariyah Jombang serta sekelompok muslim di Padang serta beberapa tempat lain, tapi secara umum Ramadhan kali ini lebih kompak dari tahun tahun sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi itu semua hanya sebatas ornamen luar Ramadhan, karena di dalam perjalanannya kemudian ternyata peristiwa-peristiwa yang terjadi di Bulan Suci kali ini seharusnya cukup bisa menghadirkan &lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;sinyal kewaspadaan&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sama halnya dengan kejadian di bulan-bulan biasa yang lain, di bulan suci ini pembunuhan sadis, penodaan kesucian anak dibawah umur terjadi di beberapa tempat yang bahkan ada yang dilakukan seorang guru dan ustadz, perjudian yang parahnya dilakukan oleh aparat, perampokan, penipuan berkedok arisan yang korbannya bahkan termasuk teman-teman pelaku, pesta miras, kekerasan dalam rumah tangga, kecurangan dengan trik-trik yang merugikan konsumen yang dilakukan penjual makanan, aktivitas pemotongan hewan dengan cara haram, rekayasa dalam Daftar Caleg Sementara yang diterbitkan KPU dimana caleg-caleg bermasalah masih saja lolos verifikasi, kerusuhan protes masa yang berbuntut perusakan sarana umum dan &lt;a href="http://plangplung.blogspot.com/2008/10/catatan-kecil-30-hari-di-bulan-suci.html"&gt;beberapa realitas sosial serta peristiwa-peristiwa yang sempat tercatat berikut........&lt;/a&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;PARADE KEMISKINAN TELAH MEMAKAN KORBAN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanggal 15 Ramadhan, di Pasuruan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti biasa, pemerintah lalu kebakaran jenggot ketika akibat fatal telah terjadi, meski dari dulu sebenarnya sudah banyak wacana yang merasa khawatir dengan pelaksanaan direct zakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Harus selalu diingat bahwa crowded/kerumunan (kelompok tak terorganisasi yang terbentuk secara temporer dan tanpa peraturan baku di dalamnya) selalu berpotensi konflik dan merusak, termasuk kemudian menimbulkan korban.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;12 orang tewas kehabisan napas dan teergencet sesama pengantri zakat&lt;/span&gt; Rp. 30. 000 di sebuah area sempit yang diisi ribuan manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi jangan dahulu memvonis buruk terhadap keluarga sang pemberi zakat yang telah bertahun tahun melakukan tradisi ini, sekaligus jangan pula menilai para korban ini mati konyol karena tindakan bodohnya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk sementara kita lupakan siapa yang harus dipersalahkan dalam peristiwa ini, mari kita do’a kan agar para korban diterima di sisinya. Semoga mereka meninggal dalam &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;syahid&lt;/span&gt;, disamping karena di dalam bulan Ramadhan, para wanita itu meninggal untuk sebuah perjuangan mendapatkan Rp. 30.000, sejumlah uang yang mungkin tidak terlalu besar tapi bagi para fakir dan miskin uang kecil tersebut bisa menutup malu karena bisa untuk membayar hutang yang tak lunas-lunas, bisa mendiamkan tangis anaknya yang terus minta baju baru seperti teman-temannya, namun demikian memang tidak semua korban benar-benar miskin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu fungsi zakat sebenarnya adalah untuk sedikit &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;menghilangkan gap&lt;/span&gt; atau celah pemisah antara si kaya dengan si miskin selain menciptakan suasana agar si miskin pun bisa tersenyum merayakan lebaran. Sayangnya, disamping &lt;span style="font-style: italic;"&gt;lack of database&lt;/span&gt; dan tidak objektif, pembagian zakat dengan cara langsung seperti ini membuat &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;trend parade kemiskinan menjadi tidak lagi tabu&lt;/span&gt; karena sedemikian banyaknya orang yang ikut di dalamnya, dan ini berimbas pada hilangnya rasa malu. Akhirnya bukannya celah yang hilang tapi malah semakin menunjukkan dengan terang-terangan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;“dia si kaya dan mereka si miskin”&lt;/span&gt;. Sekali lagi sayangnya, julukan “si kaya” tidak lagi menjadi sebuah beban, dan sebutan “si miskin” bukan lagi menjadi aib.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;KORBAN FANATISME&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanggal 20 Ramadhan, di Stadion Lebak Bulus, Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang remaja berusia 16 tahun, &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;suporter Persitara Jakarta Utara tewas setelah diserang sekelompok orang beratribut JakMania&lt;/span&gt;, suporter Persija Jakarta Pusat. Di depan pintu bus, JakMania menyerang para NJ mania (Suporter Persitara Jakarta Utara) secara tiba-tiba, korban yang tewas tersebut adalah akibat terkena senjata tajam, ditambah lagi setelah dia terjatuh masih dikeroyok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah suatu fanatisme itu harus selalu di ekspresikan dengan menjatuhkan atau menghancurkan kelompok lain (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;violent behaviour out group feeling&lt;/span&gt;) untuk mendapatkan sebuah pengakuan nama besar?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;SWEEPING KALI INI SANGAT DISAYANGKAN.......&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanggal 25 Ramadhan di Tasikmalaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;FPI yang berjalan menyisir jalan kota memporak-porandakan warung-warung makan yang tetap buka dan melayani pembeli, bukan cuma warung yang di rusak, dari tayangan televisi jelas terlihat &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;“makanan” yang ada dibuang-buang&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya salut untuk sweeping tempat-tempat maksiat yang sering dilakukan FPI, karena memang dalam penegakan syariat Islam harus ada tindakan dengan kekerasan ketika kemaksiatan itu sudah diluar batas dan jelas-jelas merusak moral. Tapi khusus untuk sweeping yang satu ini masih sulit diterima pembenarannya sampai sekarang, dilihat dari segi manapun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukankah seharusnya kita secara dewasa sudah bisa memilah-milah dan membedakan mana hitam mana putih, dan memahami sepenuhnya apa yang harus dilakukan ketika menghadapi sesuatu, termasuk &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;bagaimana memperlakukan rizki Allah&lt;/span&gt; berupa makanan yang masih layak makan ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukankah para penjual makanan itu sedang mencari nafkah ?&lt;br /&gt;Bukankah puasa itu lebih dari sekedar tidak makan dan tidak minum ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;FPI DAN BANSER, SAMA - SAMA MUSLIM KAN ?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanggal 25 Ramadhan di Jalan Gajah Mada, Jakarta Pusat (Depan Pengadilan Negeri Jakarta Pusat)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buntut dari persidangan kasus Monas bulan Juni lalu. Di tengah jalan kubu &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;FPI dan Banser plus AKKBB saling lempar batu dan konflik fisik secara langsung&lt;/span&gt;. Menurut para saksi pelemparan batu dimulai oleh Banser plus AKKBB. Kejadian ini bermula dari bertemunya kedua kubu yang kemudian bersitegang ketika akan memasuki ruang persidangan. Masalahnya yang terganggu dan bahkan ikut terkena lemparan adalah para pengguna jalan yang tak ada sangkut pautnya. Hingga kemudian tampaklah seseorang yang memakai atribut banser babak belur hingga berdarah darah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belum selesai sampai di sini, dua orang tokoh masing masing seorang dari FPI dan seorang dari Banser terlibat adu argumen, saling menjatuhkan dan mengklaim diri mereka mendapat provokasi kasar secara lisan dan fisik. Sayangnya &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;adu argumen disiarkan stasiun televisi secara langsung &lt;/span&gt;pula, yang tentu ditonton jutaan pasang mata, dan ini menjadi sebuah &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;kampanye buruk bagi nama baik ukhuwah umat Islam&lt;/span&gt;, terlebih ini terjadi di bulan suci Ramadhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika dalam kepala kita dipenuhi fanatisme klasik yang dicampur emosi, rasa curiga, dan ganjalan yang tak terungkap maka sering kita jadi lupa bahwa komunikasi dengan kepala dingin mau saling mendengar adalah kunci utama semua penyelesaian konflik kelompok. Dan jika kalimat; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Aku yang benar, kamulah yang salah” &lt;/span&gt;terus mendekam dan menjadi landasan pokok pola pikir, maka hal itu kemudian bisa membuat kita menjadi lupa bahwa kita juga bisa bilang &lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;“Kamu muslim dan aku juga muslim.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;JAMA'AH YA IBAD DIUSIR&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanggal 26 Ramadhan di Masjid Nurullah, Surabaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Puluhan &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Polisi mengusir Jamaah Ya Ibad&lt;/span&gt; (Yayasan Al Mukhlasin Ibadurrahman) dari dalam Masjid Nurullah selepas sholat tarawih ketika mereka sedang beri’tikaf dan membaca Al Qur’an. Mereka sempat dipukul dan diseret secara kasar karena menolak keluar dari masjid, hingga beberapa mengalami luka-luka dan memar, bahkan seorang harus dilarikan ke rumah sakit karena mengalami patah tulang jari. Yang di sayangkan lagi, tampak &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;beberapa polisi tidak melepas sepatunya ketika memasuki masjid&lt;/span&gt; tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kejadian ini merupakan lanjutan dari tuntutan warga sekitar yang meminta kegiatan mereka dihentikan. Warga sekitar lansung tidak suka terhadap Ya Ibad karena Ketua Yayasan Ya Ibad tersebut dilaporkan telah melakukan pelecehan seksual sejak tahun 2007 lalu terhadap 18 santrinya yang belajar mengaji di TPA Mawar Melati milik Ya Ibad yang sebagian adalah anak-anak warga sekitar. Ditambah lagi, menurut pengakuan beberapa warga, para pengurus Ya Ibad juga tidak bisa ataupun tidak mau bergaul baik-baik dengan warga sekitar.&lt;br /&gt;Wallahu’alam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;SEDIKIT TENTANG RUU PORNOGRAFI&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepanjang bulan Ramadhan, terutama di Jogja, Solo, Bali, Jakarta dan beberapa wilayah di Indonesia bagian timur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam bulan suci ramadhan ini penolakan draft RUU Pornografi semakin santer diteriakkan di beberapa tempat termasuk aksi para seniman Jogja, Solo, Bali dan di beberapa tempat lain. Ironisnya, sejumlah LSM &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Perempuan tak kalah garang melakukan aksi penolakan&lt;/span&gt;. Padahal dasar awal munculnya RUU ini adalah termasuk untyuk melindungi dan menghormati para wanita. RUU Pornografi diproyeksikan untuk melindungi perempuan dari eksploitasi sebagai pemuas sex visual yang mendominasi photografi, majalah pria, televisi, dan film dan berpotensi ke arah pelecehan dan pe-rendah-an martabat kaum hawa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kenapa pula seniman harus takut kehabisan ide &lt;/span&gt;dan tak bisa mengekspresikan neuron-neuron kreasi yang meluap-luap dalam otaknya ? Bukankah otak itu sangat luas? Dan kreasi seniman tak terbatas? Bukankah ragam bentukdi dunia ini tak terhitung jumlahnya? Bukankah keunikan aktivitas manusia itu tak pernah habis berhenti ? Pornografi hanyalah secuil kecil rangsangan ide dari bongkahan-bongkahan ide gila kreatif para seniman yang jika harus dipinggirkan tak akan mungkin membuat seni menjadi mati karena seniman adalah sosok yang luar biasa yang seharusnya bisa membuat seni tak pernah habis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekalipun penetapan RUU Pornografi ini mungkin juga bermuatan politis, tapi yang jelas RUU ini tidak mengarah kepada suatu keburukan ataupun kemerosotan. Asalkan RUU Pornografi di godog secara matang, &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;j&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;angan sampai multi tafsir&lt;/span&gt;, dan perlu uji publik terutama mengenai beberapa pasal yang membuat kita mengernyitkan dahi dan berpotensi tidak hitam putih termasuk istilah/kata/frase/kalimat yang sulit dicerna awam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sinilah perlunya dialog publik terbuka tanpa emosi, tanpa rasa curiga, karena harus disadari bahwa adanya pro dan kontra adalah karena tiap-tiap individu memiliki panutan dan pedoman masing-masing yang berbeda satu sama lain untuk memahami suatu titik masalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak yang bilang; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;“&lt;/span&gt;Masih banyak PR pemerintah yang harus segera diselesaikan, terutama masalah ekonomi rakyat, daripada sekedar pusing-pusing mengurusi pornografi yang yang jelas maksudnya.” &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Memang benar, akan tetapi &lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Pornografi adalah bom waktu&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;, jadi jangan sampai ketika kita terlambat mengantisipasinya kelak kita cuma bisa menangisi pola pikir, pola perilaku dan moralitas anak cucu kita yang terkena ledakannya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;KEPINGIN DISEBUT MISKIN DAN STADIUM AWAL TERJANGKIT VIRUS ANTI MALU&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepanjang bulan Ramadhan, di mana-mana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dulu orang malu disebut miskin, sekalipun sesungguhnya memang miskin. Pinjam uang ke sana kemari untuk meperbaiki rumah, membeli barang, pakaian agar terkesan tidak miskin. Sekarang banyak orang malah ingin dirinya atau keluarganya dimasukkan dalam daftar warga miskin agar bisa mendapat bantuan.&lt;br /&gt;Parahnya, merendahkan diri menjadi &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;pengemis&lt;/span&gt; untuk meminta-minta belas kasihan orang yang lewat, dengan duduk di depan pintu gerbang masjid, di pinggir toko, berakting cacat di traffic light menjadi suatu aktivitas yang tidak malu-maluin lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berani malu dengan cara seperti itu adalah sangat memalukan. Sayangnya di bulan ramadhan jumlah pengemis pasti meningkat sekian kali lipat, karena bulan suci ini bagi mereka selalu dijadikan bulan peluang emas untuk mendapatkan belas kasihan. Termasuk ketika terjadi pembagian sembako maupun zakat, banyak pula yang sebenarnya tidak miskin ikut-ikutan antri berdesakan, demi pemuasan suatu rasa &lt;span style="font-style: italic;"&gt;“pingin dapat juga”&lt;/span&gt; yang merupakan &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;stadium awal dari terjangkitnya virus “anti malu”.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;ANTI KLIMAKS EKSPEKTASI SELEPAS BULAN SUCI&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ramadhan selalu ditutup dengan migrasi temporer namun besar-besaran penduduk Indonesia, mudik, termasuk mereka yang bukan muslim. Demi kepuasan batin, kebanggaan diri dan keluarga, sebuah penantian, suatu harapan dan sebentuk sentuhan langsung dari orang tua dan keluarga, membuat semua orang sulit untuk melewatkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di balik itu mudik selalu memakan banyak korban. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kecelakaan&lt;/span&gt; kereta api, bis, sepeda motor tahun ini tidak jauh berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Akan tetapi untuk tahun ini bertambah tragis, tanggal 30 ramadhan, sebuah kapal tongkang yang berangkat dari Selayar menuju balai Karimun dan mengangkut setumpuk perasaan rindu pulang para &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;TKI tenggelam ke di peraiaran Port Lang Malaysia&lt;/span&gt;, 12 pahlawan keluarga yang dinanti kedatangannya meninggal dunia, dan sebagian penumpang luka-luka dan beberapa masih dinyatakan hilang. Kapal ini tenggelam karena kelebihan muatan, dan penggunaannya tidak sebagai mana mestinya karena ini bukanlah kapal angkutan penumpang. Sebelumnya terjadi pula kecelakaan kapal yang membawa korban, Tanggal 26 Ramadhan, kapal motor Usaha Baru terbakar dan tenggelam di perairan Ambon Maluku. Sebanyak &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;7 orang yang berencana mudik ke Pulau Seram tewas&lt;/span&gt; karena tidak dapat berenang, sedangkan 28 penumpang lainnya selamat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memasuki 1 Syawal, hari kemenganagn di tahun ini ditandai pula dengan t&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;ragedi bunuh diri seorang pria asal Manado di Masjid Istiqlal&lt;/span&gt;. Kejadiannya pasca sholat Ied, bersamaan dengan senyum lebar tulus dan gembira orang-orang yang saling bersalaman dan berpelukan, beriring gema takbir yang bersahutan. Bunuh diri ini direncanakan, karena terbukti dengan di temukannya sepucuk surat. Kenapa harus terjadi di Masjid ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih di 1 Syawal, hari dimana setiap orang memohon maaf dan memberi maaf demi sebuah pencapaian fitrah. Lalu kenapa di tahun ini pula kita &lt;a href="http://www.detiknews.com/read/2008/10/01/123113/1014677/10/gelar-open-house-gus-dur-bakal-tolak-lukman-edi-cs"&gt;disuguhi contoh dari seorang ulama kondang&lt;/a&gt; (cendekiawan muslim yang tak perlu disebut namanya di sini) berpengikut sangat banyak dan sangat berpengaruh, &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;menyatakan dengan terang-terangan di hadapan wartawan bahwa dia akan mengusir dan menendang keluar beberapa orang yang dia telah sebutkan jika orang-orang itu bersilaturahmi&lt;/span&gt; kepadanya dengan alasan orang-orang tersebut telah menyakiti hatinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apapun dan bagaimanapun kesalahannya, bukankah kita selalu diajarkan untuk memberikan maaf dan menjaga ukhuwah dan silaturahim dengan sesama muslim ? Karena Allah Maha Pengampun. Bukankah seorang Kyai yang sangat berpengaruh dan dengan pengikut fanatik yang berjumlah sangat banyak itu seharusnya memiliki tanggung jawab besar memberikan teladan mengenai bagaimaan memiliki sebuah&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; jiwa besar&lt;/span&gt; ? Meski baru sekedar kata-kata dan pengusiran serta penolakan tamu itu belum terjadi, karena memang orang-orang yang dibenci itu memang tidak datang, tapi bagaimanapun juga kata-kata dari seorang yang menjadi panutan seperti beliau seharusnya tidak serta merta keluar begitu saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ramadhan dan Hari Raya selalu diwarnai aktivitas ekonomi yang bergairah dan menimbulkan harapan sebuah masyarakat modern, meski imbas yang tidak dapat ditolak yaitu kenaikan harga barang-barang kebutuhan sehari-hari, &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;inflasi&lt;/span&gt; langsung melonjak sekian persen sebanding dengan lonjakan konsumerisme, mencekik mereka yang tidak siap dan tidak memiliki antisipasi. Bahkan BI pun telah menaikkan BI Rate untuk menahan peredaran uang demi sedikit menekan laju inflasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sinilah dibutuhkan kebijaksanaan diri untuk lebih mampu mengendalikan hasrat manusiawi kita demi mengantisipasi penyesalan di kemudian hari. Terlebih memasuki bulan ini &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;efek krisis keuangan global&lt;/span&gt; mulai sedikit-demi sedikit terasa, dan kemungkinan besar akan mempengaruhi pasar modal dan investasi yang berdampak pada terpukulnya perekonomian usaha level menengah kebawah, padahal usaha mikro inilah yang selama ini mampu menyerap sekitar 96,2 % tenaga kerja di Indonesia. Di sini seharusnya pemerintah harus berani jujur kepada masyarakat tentang apa yang sebenarnya terjadi, termasuk mengenai bunga pinjaman luar negeri yang pastinya akan meroket, bukan malah menutupi kenyataan yang terjadi dengan pernyataan bahwa krisis ini tidak akan berdampak di Indonesia, &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;ini membahayakan, karena mungkin akan terjadi syok besar-besaran.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Amat sangat banyak hal yang bisa kita ambil pelajaran dan kita maknai secara mendalam, dan tentu saja pelajaran itu ada dalam kepala kita supaya kita bisa menentukan apa yang seharusnya kita lakukan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu bagaimana kita seharusnya melihat realitas tersebut? Di negara agamis ini mayoritas penduduk adalah orang Islam dan bagi orang Islam terdapat satu bulan istimewa, Bulan Suci Ramadhan yang salah satu fungsinya adalah sebagai kontrol diri pribadi, pengendalian sosial dan yang paling utama adalah introspeksi hati secara spiritual. Kalau begitu lalu mengapa berita-berita kriminal, korupsi dan perilaku-perilau menyimpang yang merugikan orang lain masih saja betah berlama-lama silih berganti mendominasi headline media massa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak hal dalam hidup dan kehidupan ini yang harus kita maknai lebih dari sekedar hanya dilewati begitu saja, masih banyak rahasia Allah yang menuntut kita terus mengeksplorasi demi suatu kebenaran dan masih sangat dalam hati kita untuk bisa kita isi dengan empati dan keikhlasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayangnya sadar atau tidak kita masih terjebak dan sangat sulit membedakan antara ibadah sebagai suatu &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;ritual&lt;/span&gt;, tradisi, kebiasaan, dan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;social activities&lt;/span&gt; dengan ibadah sebagai rasa &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;cinta&lt;/span&gt;, rasa syukur dan kesempatan berkomunikasi dengan Allah Al Badii’u. Wallahualam. Semoga ini semua bisa mengingatkan saya sendiri dan Insya Allah bagi kita semua, &lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;sebelum waktu kita habis dan tumpah terbuang berserakan tanpa makna.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;“Ya Allah... ijinkan kami Ya Allah......ijinkan kami bisa bertemu dengan keindahan Ramadhan-Mu lagi Ya Allah...... Amiiin.”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4589189783124901735-616534634863828841?l=plangplung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://plangplung.blogspot.com/feeds/616534634863828841/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://plangplung.blogspot.com/2008/10/catatan-kecil-30-hari-di-bulan-suci.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4589189783124901735/posts/default/616534634863828841'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4589189783124901735/posts/default/616534634863828841'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://plangplung.blogspot.com/2008/10/catatan-kecil-30-hari-di-bulan-suci.html' title='CATATAN KECIL 30 HARI DI BULAN SUCI'/><author><name>ardhev</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18379337274951662720</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_vIJ8PFr8BEY/SWHaZfkpLDI/AAAAAAAAANg/QFHc_AK_s1c/S220/Image.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_vIJ8PFr8BEY/SPLhrLEN6zI/AAAAAAAAAG8/GoQCY9XhOYA/s72-c/images.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4589189783124901735.post-6191461061050484807</id><published>2008-10-10T14:02:00.000+07:00</published><updated>2009-02-02T11:51:06.943+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='manual kehidupan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='lebih dari sekedar video'/><title type='text'>WHAT ABOUT NOW.....?</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;object width="300" height="263" class="BLOG_video_class" id="BLOG_video-c217c5f2f656d71c" classid="clsid:D27CDB6E-AE6D-11cf-96B8-444553540000" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=6,0,40,0"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/get_player"&gt;&lt;param name="bgcolor" value="#FFFFFF"&gt;&lt;param name="allowfullscreen" value="true"&gt;&lt;param name="flashvars" value="flvurl=http://v12.nonxt6.googlevideo.com/videoplayback?id%3Dc217c5f2f656d71c%26itag%3D5%26app%3Dblogger%26ip%3D0.0.0.0%26ipbits%3D0%26expire%3D1331484313%26sparams%3Did,itag,ip,ipbits,expire%26signature%3D5A278D2ED32EFE5ECBF4E1F40B47A7D19387C440.55E343208CB48E7A586349F2D163AD81E28387D8%26key%3Dck1&amp;amp;iurl=http://video.google.com/ThumbnailServer2?app%3Dblogger%26contentid%3Dc217c5f2f656d71c%26offsetms%3D5000%26itag%3Dw160%26sigh%3D3geE-TKYqBCv458XuRm8a0TRdZU&amp;amp;autoplay=0&amp;amp;ps=blogger"&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/get_player" type="application/x-shockwave-flash"width="300" height="263" bgcolor="#FFFFFF"flashvars="flvurl=http://v12.nonxt6.googlevideo.com/videoplayback?id%3Dc217c5f2f656d71c%26itag%3D5%26app%3Dblogger%26ip%3D0.0.0.0%26ipbits%3D0%26expire%3D1331484313%26sparams%3Did,itag,ip,ipbits,expire%26signature%3D5A278D2ED32EFE5ECBF4E1F40B47A7D19387C440.55E343208CB48E7A586349F2D163AD81E28387D8%26key%3Dck1&amp;iurl=http://video.google.com/ThumbnailServer2?app%3Dblogger%26contentid%3Dc217c5f2f656d71c%26offsetms%3D5000%26itag%3Dw160%26sigh%3D3geE-TKYqBCv458XuRm8a0TRdZU&amp;autoplay=0&amp;ps=blogger"allowFullScreen="true" /&gt;&lt;/object&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:78%;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;WHAT ABOUT NOW&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;Daughtry&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;(written by : Hodges, David/Moody, Ben/Hartzler, Josh)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Shadows fill an empty heart&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;As love is fading,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;From all the things that we are&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;But are not saying.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Can we see beyond the scars&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;And make it to the dawn?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Change the colors of the sky.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;And open up to&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;The ways you made me feel alive,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;The ways I loved you.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;For all the things that never died,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;To make it through the night,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Love will find you.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;What about now?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;What about today?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;What if you're making me all that I was meant to be?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;What if our love never went away?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;What if it's lost behind words we could never find?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Baby, before it's too late,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;What about now?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;The sun is breaking in your eyes&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;To start a new day.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;This broken heart can still survive&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;With a touch of your grace.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Shadows fade into the light.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;I am by your side,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Where love will find you.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;What about now?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;What about today?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;What if you're making me all that I was meant to be?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;What if our love, it never went away?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;What if it's lost behind words we could never find?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Baby, before it's too late,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;What about now?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Now that we're here,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Now that we've come this far,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Just hold on.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;There is nothing to fear,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;For I am right beside you.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;For all my life,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;I am yours.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;What about now?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;What about today?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;What if you're making me all that I was meant to be?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;What if our love never went away?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;What if it's lost behind words we could never find?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;What about now?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;What about today?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;What if you're making me all that I was meant to be?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;What if our love never went away?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;What if it's lost behind words we could never find?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Baby, before it's too late,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Baby, before it's too late,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Baby, before it's too late,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;What about now?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;nb : tampilan video di atas kemungkinan tidak muncul jika halaman ini dibuka mengginakan Internet Explorer.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4589189783124901735-6191461061050484807?l=plangplung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='enclosure' type='video/mp4' href='http://www.blogger.com/video-play.mp4?contentId=c217c5f2f656d71c&amp;type=video%2Fmp4' length='0'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://plangplung.blogspot.com/feeds/6191461061050484807/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://plangplung.blogspot.com/2008/10/just-enjoy-it.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4589189783124901735/posts/default/6191461061050484807'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4589189783124901735/posts/default/6191461061050484807'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://plangplung.blogspot.com/2008/10/just-enjoy-it.html' title='WHAT ABOUT NOW.....?'/><author><name>ardhev</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18379337274951662720</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_vIJ8PFr8BEY/SWHaZfkpLDI/AAAAAAAAANg/QFHc_AK_s1c/S220/Image.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4589189783124901735.post-6126155986338383661</id><published>2008-09-13T11:39:00.000+07:00</published><updated>2009-06-29T21:18:38.184+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='nyata-nyata ada'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='catatan perjalanan'/><title type='text'>APAKAH KALAU KITA SEDANG DALAM UNDER PRESSURE ITU ARTINYA KITA BOLEH MENJADI RAJA SEHARI ?</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_vIJ8PFr8BEY/SMtGYw7cdRI/AAAAAAAAAGc/aAiKMKEXlFY/s1600-h/hell_boy.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 81px; height: 95px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_vIJ8PFr8BEY/SMtGYw7cdRI/AAAAAAAAAGc/aAiKMKEXlFY/s200/hell_boy.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5245363582268110098" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;font-size:180%;" &gt;P&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:180%;" &gt;ernah&lt;/span&gt; berada di bawah tekanan kan ? dibawah deadline, target tertentu, atau dalam suatu keadaan yang memaksa kita harus segera melakukan sesuatu dalam waktu “se-kilat-kilatnya”. Para sales/marketing tentu terbiasa dalam hal ini. Banyak cara yang di lakukan marketing untuk mencapai target. Paling tidak ini berdasarkan pengalaman pribadi beberapa tahun yang lalu. Awal bulan biasanya masih “adem ayem” cara yang dilakukan pun masih etis dan wajar-wajar, tapi mendekati akhir bulan sementara target pun masih jauh dari angka 50 %, maka sudah pasti supervisor terus menerus menelpon untuk mengecek target &lt;span style="font-style: italic;"&gt;clossing&lt;/span&gt; sambil marah-marah memberi &lt;span style="font-style: italic;"&gt;deadline&lt;/span&gt;, pola pikir tiba-tiba berubah jadi lain. Yah daripada malu kalah dari sesama rekan atau bahkan lebih parah, diberhentikan, maka jalan lain dengan cara-cara yang agak jauh dari jujur dan mengorbankan pihak lain pun tanpa pikir panjang langsung diterapkan, masalah bagaimana nanti, ada yang merasa dirugikan, ada yang tidak senang, melanggar etika, pokoknya dipikir belakangan, yang penting sekarang selesai urusan dulu. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Astaghfirullaahaladziim&lt;/span&gt;, Ya Allah ampuni hamba-Mu yang sedang belajar ini.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Minggu lalu seorang sahabat saya istrinya mau melahirkan, dia butuh darah AB cukup banyak karena terjadi pendarahan, selama proses operasi sesar, saat itu juga dalam waktu mepet, yang mungkin untuk sekedar menarik napas saja terasa membuang waktu, sementara rumah sakit kehabisan darah, di rumah sakit lain bahkan di PMI setempat stoknya kebetulan sedang kosong, Bertanya ke semua kenalannya tidak ada yang punya darah AB, padahal waktu terus berputar dan darah istrinya terus mengalir keluar. Akhirnya dia mendapat informasi bahwa masih ada darah AB di PMI wilayah lain yang berjarak lebih dari 15 Km dari rumah sakit tempat istrinya berada. Tanpa pikir dua kali langsung dia meluncur dengan sepeda motor, bersama saya yang membonceng dibelakang, sore hari menjelang buka puasa pukul 17.20. Apa yang terjadi selama perjalanan ?&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama perjalanan, kami sama sekali tidak saling bicara, sahabat saya tampak tegang dan kaku, bahkan ketika saya meminta agar dia membonceng saja, dia tetap tak menyahut. Jarum spidometer sangat jarang menunjukkan  angka  kurang dari 80 Km/jam, kami 3 kali menerabas lampu merah, beberapa kali hampir terserempet mobil, 2 kali nyaris saja menabrak pejalan kaki dan sekali motor kami menyerempet seorang bapak bersepeda yang membawa sekarung rumput. Saya menengok ke belakang, bapak itu jatuh bersama sepedanya, “ W&lt;span style="font-style: italic;"&gt;an, Wan, wonge tibo  wan, piye iki, mosok awake dewe bablas wae iki...&lt;/span&gt;( Wan, Wan, orangnya jatuh wan, masak kita tetap jalan terus ....)” ,kataku gugup, sambil terus menepuk-nepuk pundaknya. Sama sekali dia tak mempedulikan ketakutanku, kami tetap melaju.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kantong darah berhasil didapat. Untungnya, saat kembali, ada mobil ambulance yang mengantar, sahabat saya ikut ambulance, dan saya membawa motor, tapi lewat jalan yang lain, meski lebih jauh tapi setidaknya antisipasi siapa tahu ada yang masih mengenali, bisa-bisa sendirian digebukin orang nanti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi ternyata bukan cuma  orang lain yang tidak di kenal bisa menjadi korban kita, orang–orang yang mungkin kita kenal baik-baik pun bisa sadar atau tidak menjadi makanan kita. Pasti sering kita menyaksikan baik di televisi atau bahkan secara langsung ketika ada cara bagi-bagi sembako, atau pada saat Hari Raya Kurban di masjid masjid besar, Istiqlal misalnya, bisa dipastikan di sana selalu banyak masa yang mengantri tertib hanya dalam sekian menit saja, selanjutnya bisa ditebak, terjadilah kekacauan, berebut kalang kabut, dorong sana dorong sini, gencet sana gencet sini, sikut atas sikut bawah, tak peduli wanita, anak-anak, bahkan nenek-nenek renta yang untuk sekedar berdiri saja harus berjuang keras kini mereka lihat sebagai ancaman besar, menjadi seperti “saingan berat” yang bisa menggagalkan tujuan untuk mendapat se-onggok daging.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daging berhasil di dapat dan dengan senyum kemenangan meninggalkan “medan laga”, belum cukup sampai di situ, bahkan untuk sekedar ingat kepada para pengantri lain yang sama-sama butuh makan pun tidak. Lihat saja, tidak sedikit yang membawa pulang lebih dari jatah yang seharusnya diterima. Perut memang tak bisa diajak bicara baik-baik ya ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Nah itulah yang saya maksud dengan raja sehari, dalam keadaan seperti itu kita sepertinya langsung punya label halal dan sah sah saja melakukan apapun, melanggar aturan, membahayakan diri bahkan orang lain, hingga mencelakai dan merugikan orang lain pun sepertinya bisa dimaklumi dan dimaafkan. Dimaklumi? Dimaafkan ? Emang bener gitu ya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Memang dalam hal ini, terlebih ketika nyawa orang tercinta menjadi taruhan dan kemudian kita seperti sudah kehilangan akal logis dan pikiran dewasa, tapi apakah dengan demikian kita juga boleh mempertaruhkan kepentingan orang lain, mempertaruhkan nyawa orang lain ? hmm....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oke, suatu saat ketika kita dalam kondisi genting seperti itu dan lalu kita berhasil melewatinya, semoga saja tidak terjadi pada saat yang bersamaan tiba-tiba di kepala kita keluar dua tanduk kecil, wajah memerah dan alis meruncing sambil tersenyum terkekeh-kekeh dalam hati, merayakan kemenangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4589189783124901735-6126155986338383661?l=plangplung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://plangplung.blogspot.com/feeds/6126155986338383661/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://plangplung.blogspot.com/2008/09/apakah-kalau-kita-sedang-dalam-under.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4589189783124901735/posts/default/6126155986338383661'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4589189783124901735/posts/default/6126155986338383661'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://plangplung.blogspot.com/2008/09/apakah-kalau-kita-sedang-dalam-under.html' title='APAKAH KALAU KITA SEDANG DALAM UNDER PRESSURE ITU ARTINYA KITA BOLEH MENJADI RAJA SEHARI ?'/><author><name>ardhev</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18379337274951662720</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_vIJ8PFr8BEY/SWHaZfkpLDI/AAAAAAAAANg/QFHc_AK_s1c/S220/Image.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_vIJ8PFr8BEY/SMtGYw7cdRI/AAAAAAAAAGc/aAiKMKEXlFY/s72-c/hell_boy.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4589189783124901735.post-5014785031361232811</id><published>2008-08-23T18:39:00.000+07:00</published><updated>2009-01-30T13:48:32.437+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kata-kata yang dipercantik'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='catatan perjalanan'/><title type='text'>Suatu Siang di Suatu Bukit Tanpa Suatu Rencana</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Daun kering itu...Jatuh tepat diatas kepalaku.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right; font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Begitu ringan,&lt;br /&gt;Begitu lemah,&lt;br /&gt;Daun kering itu jatuh tepat diatas kepalaku, tanpa suara…&lt;br /&gt;Tak lama, karena dia lalu jatuh diatas rumput kaku, setengah depa di depanku...&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center; font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Dia diam, diam sejenak,&lt;br /&gt;Tiga detik , lalu&lt;br /&gt;Dia mulai bergerak...&lt;br /&gt;Pelan....&lt;br /&gt;Merangkak&lt;br /&gt;Pelan....&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;" class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: right; font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Angin, dingin, menyentuh tubuhnya yang kering,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Mengajak daun itu, dia tak menolak.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Menuntun pergi,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Terus merangkak,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;semakin jauh....&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;" class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Angin menyapu dengan nafasnya yang tak pernah lelah, tak pernah berhenti dan tak pernah berhenti.&lt;br /&gt;Angin...dia tak pernah ragu berjalan, tak pernah bosan bernafas, tak pernah.&lt;br /&gt;Atau karena tak pernah tahu, apakah dia diterbangkan oleh sesuatu? Ataukah dia sendiri yang menerbangkan dirinya sendiri ?&lt;br /&gt;“Aku tak pernah tahu, aku tak pernah memikirkan itu”, katanya pelan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga hanya satu yang bisa dia jawab “tapi aku akan menerbangkan sesuatu nanti, pasti....”&lt;br /&gt;“Kenapa kamu begitu yakin ?”&lt;br /&gt;“Ya, karena aku adalah angin, dan hanya akulah yang mereka sebut angin....”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sempat terlintas di kepalaku, sesaat tadi setelah daun kering itu mengenaiku.&lt;br /&gt;Akankah daun kering itu tetap bergerak ketika angin tak pernah tiba menghampirinya ?&lt;br /&gt;Ataukah angin, mau tak mau memang harus mendekatinya ?&lt;br /&gt;Tak sempatkah sesuatu yang lain mencoba menggantikan dua makhluk diam itu ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu hening, meski angin kemudian membelaiku....&lt;br /&gt;Masih hening, ketika semakin lama, tiga, lima, tujuh belas hingga sembilan puluh sembilan daun kering berjatuhan, tak bersuara.&lt;br /&gt;Tetap hening....&lt;br /&gt;Ya... karena hanya Allah yang sepenuhnya menguasai keheningan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: right; font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Dan satu pertanyaan telah terjawab.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Meski lagi, lagi dan lagi, selalu itu adalah satu jawaban yang membuatku ingin bertanya....&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4589189783124901735-5014785031361232811?l=plangplung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://plangplung.blogspot.com/feeds/5014785031361232811/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://plangplung.blogspot.com/2008/08/suatu-siang-di-suatu-bukit-tanpa-suatu.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4589189783124901735/posts/default/5014785031361232811'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4589189783124901735/posts/default/5014785031361232811'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://plangplung.blogspot.com/2008/08/suatu-siang-di-suatu-bukit-tanpa-suatu.html' title='Suatu Siang di Suatu Bukit Tanpa Suatu Rencana'/><author><name>ardhev</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18379337274951662720</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_vIJ8PFr8BEY/SWHaZfkpLDI/AAAAAAAAANg/QFHc_AK_s1c/S220/Image.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4589189783124901735.post-7127736243301814993</id><published>2008-08-20T13:40:00.000+07:00</published><updated>2009-02-02T13:47:27.695+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='manual kehidupan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='alangkah baiknya jika'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='catatan perjalanan'/><title type='text'>ANTARA MEMBERI DAN MENERIMA</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sering kita mendapatkan sesuatu atau berada di suatu keadaan yang tidak sesuai dengan keinginan kita, maka banyak dari kita yang kemudian tawaqal dan yakin bahwa apa yang kita peroleh adalah pemberian Tuhan yang terbaik buat kita dan nanti kita akan memperoleh kebaikan dari situ, ah tapi masa sih begitu ?&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita akan mendapatkan yang terbaik ? masa sih ? Enak amat hidup ini kalau cuma begitu saja. Cukupkah sampai disitu ? ternyata tidak. Tuhan tidak hanya akan memberikan yang terbaik buat kita tapi lebih dari itu karena disanalah ada harapan yang dibebankan pada kita, kita diharapkan untuk bisa memberikan yang terbaik, untuk bisa memperbaiki keadaan buruk dimana kita berada itu. Kenapa? Yakinlah karena menurut-Nya hanya kita-lah yang bisa memperbaiki no body else, itulah kenapa kita dikirim kesana kedalam situasi yang buruk ini. Maka lakukan sesuatu, berikan yang terbaik di sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah nanti kita akan mendapatkan yang terbaik setelah kita memberikan yang terbaik ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Barang siapa berbuat kebaikan seberat dzarrah (benda yangterkecil)sekalipun, maka ia akan melihat (balasan)nya. Dan barangsiapa yang berbuat kejahatan seberat dzarrah (benda yangterkecil) sekalipun, maka ia akan melihat (balasan)nya”. (Al Qur’an, Surat Al Zalzalah, ayat 7-8).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi jangan hanya diam menunggu datangnya kebaikan yang hanya untuk diri kita sendiri, karena ternyata kita-lah yang harus menciptakan dan memberikan kebaikan itu bagi orang lain. Mari berbuat, mari kita memberikan sesuatu, perbaiki dan ciptakan kebaikan, lalu bagikan kepada orang-orang dan untuk segala sesuatu di sekitar kita.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4589189783124901735-7127736243301814993?l=plangplung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://plangplung.blogspot.com/feeds/7127736243301814993/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://plangplung.blogspot.com/2008/08/antara-memberi-dan-menerima_19.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4589189783124901735/posts/default/7127736243301814993'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4589189783124901735/posts/default/7127736243301814993'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://plangplung.blogspot.com/2008/08/antara-memberi-dan-menerima_19.html' title='ANTARA MEMBERI DAN MENERIMA'/><author><name>ardhev</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18379337274951662720</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_vIJ8PFr8BEY/SWHaZfkpLDI/AAAAAAAAANg/QFHc_AK_s1c/S220/Image.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4589189783124901735.post-3771086187117295766</id><published>2008-08-20T12:47:00.000+07:00</published><updated>2009-02-02T11:32:40.352+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='nyata-nyata ada'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='alangkah baiknya jika'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sekedar opini'/><title type='text'>SETELAH SAMPAI PADA TUJUAN, SEMUA AKAN KEMBALI KE ASAL</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;              Proses berikutnya setelah tujuan tercapai adalah siklus untuk kembali memulai sesuatu yang baru dari awal. Tujuan para pejuang bangsa ini telah tercapai, merdeka, yang meski dalam banyak persepsi dan bagaimana mereka mengartikan kemedekaan ini, yang jelas secara umum merdeka pada saat itu adalah bebasnya bangsa ini dari dominasi bangsa lain. Setelah tujuan ini tercapai ya sudah, seharusnya kita nggak perlu lagi terus menerus tiap tahun mengumumkan dan mengumandangkan kata merdeka, untuk apa? toh sedunia juga sudah tahu Indonesia telah merdeka, tujuan telah tercapai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa kita tidak mengubah pekik &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;“merdeka !!”&lt;/span&gt; itu dengan pekik &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;“berjuang !!”&lt;/span&gt; saja.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Kita wajib besyukur dengan kemerdekaan yang telah dicapai, tapi kita lebih baik tidak terus menerus mengenang momen proklamasi kemerdekaan yang hanya sementara waktu itu, karena momen itu hanyalah simbol puncak keberhasilan momen puncak kejayaan, cukup sudah, karena momen ini ternyata malah menina bobokan kita, menutupi kenyataan bahwa sebenarnya kita belum merdeka.        Pernyataan kemerdekaan yang dibacakan Bung Karno telah ternoda karena ternyata banyak diantara saudara-saudara kita di pulau pulau terpencil, di sudut-sudut kota, di tepi pedesaan belum merasakan nikmatnya esensi kemerdekaan. Bahkan lebih dari itu ternyata seperti yang telah kita ketahui dan menjadi rahasia umum bahwa penjajahan negara asing masih tetap berjalan, 3 M masih aktif (Mc Donald, MacIntosh, MTv), belum lagi hegemoni dan dominasi perusahaan asing yang melalap pelan pelan sumber daya alam negara ini. Belum cukup sampai disitu secara ekonomi dan politik pemerintahan kita pun masih bisa dengan mudah digoyang-goyang Amerika Serikat dan beberapa bangsa di Eropa, sebuah kenyataan yang jelas jelas terasa tapi jelas jelas pula berusaha terus ditutupi, yang sayangnya yang menutupi ini adalah saudara saudara kita sendiri, anak bangsa yang telah terlanjur diangkat anak oleh Paman Sam.&lt;br /&gt;  Tujuan kemerdekaan jadul pada masa kolonial telah tercapai. Kini semua harus kembali ke awal, mari kita buka lagi buku-buku sejarah, biografi, dan berbagai macam literatur yang mengkisahkan perjuanagan pahlawan era sebelum 1945. Pelajari, resapi semangatnya, lambungkan harga diri dan kita ambil ruh amarahnya. Mulai dari kegeraman dan kemarahan Pangeran Diponegoro yang tanah halaman rumahnya mau dibikin jalan oleh Belanda, Patimura yang tak takut digantung demi mengusir kapal-kapal dagang Belanda yang memonopoli pasar, sampai wanita-wanita luar biasa seperti Cut Nya Dien yang tak sabar turun ke medan pertempuran, serta Dewi Sartika dan Ibu Kartini dengan metode perjuangannya masing-masing. Hingga Bung Karno, Ki Hajar Dewantoro dan para pemuda Boedi Utomo dengan intelektualitasnya secara bertahap mengarsiteki sebuah legitimasi kemerdekaan negara kesatuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:130%;" &gt;“SEKALI BERJUANG TETAP BERJUANG, BERJUANG ATAU MATI !!!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4589189783124901735-3771086187117295766?l=plangplung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://plangplung.blogspot.com/feeds/3771086187117295766/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://plangplung.blogspot.com/2008/08/antara-memberi-dan-menerima.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4589189783124901735/posts/default/3771086187117295766'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4589189783124901735/posts/default/3771086187117295766'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://plangplung.blogspot.com/2008/08/antara-memberi-dan-menerima.html' title='SETELAH SAMPAI PADA TUJUAN, SEMUA AKAN KEMBALI KE ASAL'/><author><name>ardhev</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18379337274951662720</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_vIJ8PFr8BEY/SWHaZfkpLDI/AAAAAAAAANg/QFHc_AK_s1c/S220/Image.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4589189783124901735.post-7846652503799446880</id><published>2008-07-12T17:21:00.000+07:00</published><updated>2009-02-02T11:57:40.844+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='something wrong'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sekedar opini'/><title type='text'>SEHARUSNYA BUKAN RAKYAT YANG BUTUH PENDIDIKAN, TAPI NEGARA INI LAH YANG BUTUH RAKYAT TERDIDIK</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;     Sampai detik ini pola pikir kita secara umum masih menganggap bahwa sebagai rakyat kita harus meminta-minta belas kasihan menawar bahkan sampai mengemis, memohon dengan berbagai cara agar harga pendidikan yang mahal ini bisa turun sedikit, ini salah, kita dan negara ini harus segera sadar bahwa bukan rakyat yang butuh pendidikan tapi, tapi negara ini lah yang butuh rakyat terdidik.&lt;code&gt;&lt;/code&gt; &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Keadaan ini kacau dan terbolakbalik terus, liat saja ganti ganti nama yang tiap menteri baru selalu ada nama yang diubah SMA jadi SMU sekarang SMA lagi. Dengan perubahan nama yang tanpa perubahan kualitas dan cara ajar yang signifikan tentu tak banyak yang diuntungkan, ya paling paling yang untung ya yang megang proyek masang papan nama baru ama pihak yang ngurusin bukubuku baru aja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Tampak sekali di sini ada dua pihak dalam kasusu ini pihak pertama adalah warga negara yang butuh sekolah dan penyedia pendidikan yang dalam hal ini baru dibutuhkan. Layaknya seseorang yang baru dibutuhkan dimintai tolong, pada saat itu juga dia menjadi jual mahal dan banyak mintanya, mau menolong asal nanti dikasih ini lah itulah dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Mahalnya biaya pendidikan adalah buktinya, peningkatan kesadaran pendidikan membuat orang yang butuh sekolah pun meningkat dan ini berbanding lurus dengan mahalnya biaya pendidikan. Akhirnya mau tak mau, ikhlas nggak ikhlas, ridho nggak ridho, rela nggak rela, rakyat akan tetap sekolah dengan membayar biaya mahal pendidikan tanpa jaminan kualitas yang sepadan dengan harganya itu. Rakyat kalah dan mau mengalah demi sebuah tradisi dan  keharusan untuk nama baik keluarga masing-masing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Perguruan tinggi negeri yang sejak dulu menjadi target impian bagi masyarakat tidak mampu untuk punya kesempatan mencicipi bangku kuliah pun kini telah menjadi sebuah ladang komersil, sebuah tempat istimewa yang hanya bisa dimasuki oleh mereka yang punya laptop, punya handphone seharga minimal satu juta rupiah dan mengantongi credit card (yang mungkin atas nama ayahnya). Tentang beasiswa ? yah semoga saja benda yang satu ini, benda yang berlabel obyektif ini, bisa lebih obyektif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Kita tidak sedang membicarakan akibat dari kenaikan bbm dan kenaikan harga barang barang lain yang bisa dijadikan alasan biaya pendidikan ikut naik, tapi kita sedang membicarakan mengenai pelayanan terhadap sesuatu (baca:rakyat yang pingin sekolah) sebagai investasi yang jika disevis dengan baik maka  benefitnya kelak bisa digunakan untuk merekonstruksi negara ini sedikit demi sedikit menjadi lebih terhormat. Karena biaya pendidikan ini seharusnya tidak disatukan dengan neraca keuangan pemasukan –pengeluaran kebutuhan akan BBM itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Negara ini benar-benar amat sangat butuh rakyat yang terdidik, yang brilian, yang jenius, yang inovatif. Rakyat bukanlah konsumen yang bisa dipermainkan dengan hegemoni tapi rakyat adalah modal itu sendiri modal bagi negara sebagai produsen untuk menciptakan esuatu yang berharga.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4589189783124901735-7846652503799446880?l=plangplung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://plangplung.blogspot.com/feeds/7846652503799446880/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://plangplung.blogspot.com/2008/07/seharusnya-bukan-rakyat-yang-butuh.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4589189783124901735/posts/default/7846652503799446880'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4589189783124901735/posts/default/7846652503799446880'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://plangplung.blogspot.com/2008/07/seharusnya-bukan-rakyat-yang-butuh.html' title='SEHARUSNYA BUKAN RAKYAT YANG BUTUH PENDIDIKAN, TAPI NEGARA INI LAH YANG BUTUH RAKYAT TERDIDIK'/><author><name>ardhev</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18379337274951662720</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_vIJ8PFr8BEY/SWHaZfkpLDI/AAAAAAAAANg/QFHc_AK_s1c/S220/Image.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4589189783124901735.post-7200383269723410593</id><published>2008-07-12T17:19:00.000+07:00</published><updated>2009-02-02T11:45:18.549+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='nyata-nyata ada'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='special moment'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='something wrong'/><title type='text'>Mental Bo’ong Bangsa Ini Demikian Kondangnya</title><content type='html'>Verifikasi KPU menemukan bahwa beberapa partai yang mendaftar menggunakan alamta palsu, bahkan ada salah satu partai yang ketika dicek alamtnya adalh tempat pemakaman umum. Sebenarnya maunya apa sih? &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Mungkin pertanyaaan ini tidak perlu lagi disampaikan karena jelas jawabanya adalah uang. So...mereka ingin mendapat uang lewat berpolitik, salahkah itu…ngak juga sih, its oke. Dan politik pada ujugnya adalah untuk mendapatkan kekuasaan dan kekuasaan ini tentunnya ada dalam pemerintahan, dan pemerintahan adalah untuk rakyat. Dan rakya menginginkan pemerintahan yang berpihak padamereka, membuat mereka sejahtera dan meningkatka kualitas hidupnya. Lha kalau sudah begini nggak klop dong…rakyat pingin sejahtera orang orang pemerintahaan yang tentunya masuk dari parpol juga ingin sejahtera. anggap saja yang namanya kesejahteraan itu misalnya bernilai tanggung Rp 75,- dan harus dibagi dua, dan pada masa sekarang uang koin terkecil yang masih bisa ditemui sekalipn sangat sulit adalah Rp 50,- dan Rp 25,- karena uang pecahan Rp 10 atau Rp 5,- mungkin sudah hilang ditelan bumi. Jadi kalau mau membagi dua ya..pasti harus ada yang mengalah. Satu pihak dapat Rp 50,- dan pihak lainnya Rp 25,-. Oke silakan tebak sendiri siapa yang dapat lebih banyak…..&lt;br /&gt;Yang pasti kalo dari awalnya aja udah suka boong, ya nanti nantinya pasti gak bakalan jauh dari boong…&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4589189783124901735-7200383269723410593?l=plangplung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://plangplung.blogspot.com/feeds/7200383269723410593/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://plangplung.blogspot.com/2008/07/mental-boong-bangsa-ini-demikian.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4589189783124901735/posts/default/7200383269723410593'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4589189783124901735/posts/default/7200383269723410593'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://plangplung.blogspot.com/2008/07/mental-boong-bangsa-ini-demikian.html' title='Mental Bo’ong Bangsa Ini Demikian Kondangnya'/><author><name>ardhev</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18379337274951662720</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_vIJ8PFr8BEY/SWHaZfkpLDI/AAAAAAAAANg/QFHc_AK_s1c/S220/Image.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4589189783124901735.post-9054765198454132548</id><published>2008-07-12T17:14:00.000+07:00</published><updated>2009-02-02T11:38:01.918+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='special moment'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='something wrong'/><title type='text'>Empat Mata Trans 7, Episode Jumat 11 Juli 2008, Bikin Malu Bangsa....</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;          Pertanda apa ini? Acaranya Tukul pada episode itu benar benar bisa membikin tersenyum, bukan karena lucunya tapi karena prihatin dan bagi yang sadar dan sedikit punya kepekaan kejadian pada episode itu harus menjadi warning sign bahwa kehancuran negara ini sudah berada dalam prosesnya.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   Kejadiannya adalah saat Pepi membacakan pertanyaan rebutan kepada dua selebriti muda Nikita Willy dan Kevin (anaknya Memes-Adi MS). Pertanyaannya adalah “sebutkan bunyi sila ke empat Pancasila”. Tak buituh waktu lama Nikita menjawab, dengan sedikit ragu dia menyebutkan sila keempat itu, belepotan dan kacau balau. Untuk seseorang yang masih berstatus pelajar dan setiap seminggu sekali mengikuti upacara bendera kejadian ini benar-benar memprihatinkan. Terlepas pada saat itu dia sedang blank, lagi nervous atau banyak pikiran seharusnya peristiwa ini tidak terjadi di TV nasional yang siarannya juga bisa ditangkap di manca negara itu. Tidak cukup sampai disini, ketika giliran Tukul yang gantian disuruh menyebutkan Sila ke 4 Pancasila, saya pikir dia akan bisa menyebutkan dengan benar dan menyelamatkan kehormatan TV show ini dihadapan berjibun pasang mata, tapi ternyata sama saja meski sedikit lebih lumayan karena dia cuma kelupaan kata “hikmat”. Pertanyaan berikutnya pun sama saja, jawaban keliru, yaitu pertanyaan mengenai gambar lambang sila “Persatuan Indonesia” .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Parahnnya lagi hampir semua penonton tertangkap kamera tertawa terpingkal-pingkal menyaksikan adegan itu. Kejadian itu boleh bikin geli tapi itu bukan sesuatu yang lucu, bukan sebuah kejadian yang pantas ditertawakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   Oke mungkin banyak yang megnaggap hal ini simple dan tidak perlu dibesar besarkan tapi mari kita lihat realitas role model atau figur teladan yang ditampilkan oleh para anak muda yang rajin tampil di TV itu, yang  menyanyi maupun main sinetron. Pesan moral apa yang bisa mereka tebar bagi para fansnya, terlebih bagi fans yang masih kanak-kanak (dibawah usia 10 tahun) yang kini idolanya, bahkan acara TV dan lagu favorit yang sering dinyanyikannya adalah untuk konsumen dewasa. Apa nilai positif yang bisa diambil dari para selebriti TV itu, yang untuk sekedar menyebutkan sila ke empat Pancasila saja tidak becus ?&lt;br /&gt;   Bangsa ini adalah bangsa yang berbudaya bangsa yang punya nama dan menjadi bagian dari dunia karena darah pejuang yang tumpah, darah pejuang yang tidak bisa menggantikan nafkah bagi anak isterinya yang ditinggal berjuang, bangsa ini adalah sebuah janji dan cita-cita demi sebuah harga diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   Jangan pernah melihat Pancasila beserta simbol-simbolnya, Naskah Sumpah Pemuda dan lagu-lagu perjuangan itu sebagai benda usang, atau sebagai sekedar sejarah yang sudah tidak uptodate, atau memandang bahwa semua itu sudah tidak relevan lagi untuk masa sekarang yang cenderung mengedepankan intelektualitas dan teknologi. Mari kita pahami secara global esensi dari berbagai peninggalan “tua” perjuangan kemerdekaan ini, esensi yang menjadi simbol sebuah kelahiran satu bangsa besar untuk suatu cita-cita nasionalisme, idealisme untuk kemerdekaan, harga diri, fighting spirit, kehormatan, persatuan, nilai moral, budaya kebersamaan, janji setia, persaudaraan, persahabatan, hidup dan kehidupan yang merdeka, tanggung jawab, target dan cita-cita, mimpi dan harapan, pengabdian, loyalitas, pengorbanan, doa dan rasa syukur kepada Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   Coba ingat-ingat kapan terakhir kali kita melafalkan dengan lisan, bukan hanya membaca dalam hati, kelima sila Pancasila dan Sumpah Pemuda ? Dan kapan terakhir kali kita menyanyikan dengan lantang, total secara penuh dari awal sampai akhir, lagu Indonesia Raya, Padamu Negeri dan 17 Agustus ? Bagi yang sudah lama dan sedikit sedikit lupa mari kita mengingatnya kembali klik disini.. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4589189783124901735-9054765198454132548?l=plangplung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://plangplung.blogspot.com/feeds/9054765198454132548/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://plangplung.blogspot.com/2008/07/empat-mata-trans-7-episode-jumat-11.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4589189783124901735/posts/default/9054765198454132548'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4589189783124901735/posts/default/9054765198454132548'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://plangplung.blogspot.com/2008/07/empat-mata-trans-7-episode-jumat-11.html' title='Empat Mata Trans 7, Episode Jumat 11 Juli 2008, Bikin Malu Bangsa....'/><author><name>ardhev</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18379337274951662720</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_vIJ8PFr8BEY/SWHaZfkpLDI/AAAAAAAAANg/QFHc_AK_s1c/S220/Image.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4589189783124901735.post-4849508686580885135</id><published>2008-06-04T13:52:00.000+07:00</published><updated>2009-02-02T11:41:37.233+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='nyata-nyata ada'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='special moment'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='something wrong'/><title type='text'>KITA TANPA SADAR BISA TIBA-TIBA MENJADI PENJAHAT YANG KEJAM, KARENA KITA PUNYA POTENSI SEBAGAI SEORANG PEMBUNUH</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;       Kita tanpa sadar bisa menjadi penjahat yang kejam karena kita punya potensi sebagai pembunuh.&lt;br /&gt;Mungkin setalah membaca kalimat tersebut kita akan menyangkal atau membela dri kita bahwa tidak mungkin akan melakukan hal itu, saya kan orangnya penyayang, taat beribadah dan selalu menolong orang karena saya orangnya tidak tegaan. Untuk detik ini dan dalam kondisi normal mungkin benar, tapi percayalah anda bisa dengan mudah keluar dari sifat anda tersebut, jadi berhati-hatilah.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;  Kita tahu yang mana perbuatan salah dan yang mana tang benar, tapi sayangnya secara manusiawi manusia selalu akan mengikutu perilaku kelompok dan budaya dimana dia berada. Sebuah tindakan yang salah dan keji sekalipun akan dilakukan oleh seseorang tanpa merasa bersalkah ketika perbuatan salah ini dilakukan secara bersama-sama.  Bersama sama adalah aman karena dengan bersama sama tanggung jawab akan menjadi ringan.&lt;br /&gt;Masih ingat berbagai kerusuhan yang terjadi pada awal masa reformasi dulu, pembantaian etnis keturunan, pembakaran toko dan penjarahan. Oke kita mulai dari tindakan penjarahan dahulu, pada waktu itu ketika toko-toko dirusak dan dibakar puluhan orang merangsek masuk ke toko dan mengambil  berbagai barang yang sebenarnya bukan haknya, suatu pembenaran telah masuk kedalam otak mereka yang entah seperti apa tapi pembenaran itu telah mendorong mereka melakukan perampokan secarabersamasama, sekali lagi secara bersama-sama, karena pada kondisi normal bisa dipastikan tiap tiap orang yang ikut menjarah itu tidak akan mau melakukan hal ini sendirian.&lt;br /&gt;  Pernah lihat copet yang digebukin? Atau mungin malah ikut-ikutan memukili? Saya sendiri pernah. Terlepas dari apakh memang dia copetnya atau cuma difitnah, terlepas dari apakah orang itu mencopet karena harus memberi makan ke empat anaknya yang masih kecil dan sedang sakit, dan terlepas dari apakh orang itu mencopet dompet seorang koruptor kelas kakap yang menggerogoti uang rakyat, hal-hal itu tidak akan dipedulikan yang ada dalam pikiran hanyalah dia itu copet dan inilah kesempatan untuk menghakimi. Tidak tahu apa yang ada dlam pikiran seseorang yang memukuli copet itu, apakah dia memukuli karena ingin menegakkan keadilan, atau karena pingin membuat jera, atau memukuli hanya untuk melampiaskan emosi saja mumpung ada objek gratis, atau karena sekedar ikut-ikutan mumpung gak ada yang menyalahkan? niat awal hanya ingin memberi pelajaran atau hanya sekedar membantu teman menangkap copet bisa berubah drastis menjadi niat menyakiti sebagai pelampiasan, didalam kepala bukan lagi copet tapi menjadi samsak latihan tinju. Bahkan seringkali dalam proses memukuli orang tersebut ada orang yang tadinya hanya sekedar lewat tapi begitu dia tahu ada ramai-ramai lansung nimbrung dan ikut memukili tidak jarang malah orang yang baru datang ini tindakannya lebih brutal. Bahkan sering pula kejadian seorang copet yang dibunuh dengan sadis, dibakar hidup hidup misalnya. Ngeri juga kan, dan tindakan pembunuhan keji itu bisa dilakukan setiap orang disekeliling anda, orang yang kita kenal baik dan penyayangpun biasa saja tiba tiba berbuat seperti itu, bahkan anda sendiri tanpa sadar bisa berbuat seperti itu. ingat dia juga manusia&lt;br /&gt;  Biasanya orang yang sudah berada dalam kondisi emosional tidak memikirkan hal lain kecuali hanya pelampiasan dan jika sasarannya pelampiasan itu ada secara gratis dan ada temannya pula maka tidak akan berpikir dua kali untuk menyianyiakan kesempatan ini.&lt;br /&gt;Beberapa waktu lalu terjadi konflik antar polisi dengan mahasiswa, yang mengakibatkan polisi masuk ke dalam kampus hingga kemudian menhancurkan berbagai benda yang ditemui, kemudian beberapa waktu ketika terjadi demo di depan sebuah kampus di Jakarta seorang polisi tua menjadi objek aniaya oleh sekelomok orang yang bergabung dengan mahasiswa, hingga kejadian terbaru di lingkungan Monas ketika masa FPI yang membabibuta memukuli kelompok masa aliansi kebangsaan  tanpa ampun hingga mengakibatkan beberapa orang luka sangat parah. Pada awalnya orang-orang FPI mungkin hanya berniat mengusir orang orang aliansi kebangsaan itu dan membubarkan aktivitas mereka demi tegakknaya syariat Islam karena disinyalir kelompok ini mendukung eksistensi ahmadiyah, tapi kemudian apa yang ada dalam pikiran masa FPI ketika mereka mulai mengayunkan tongakatnya memukul orang lain sesama manusia, dikepala mereka mungkin bukan lagi demi syariat Islam tapi sudah bergeser kepada pelampiasan emosi, pelampiasan stress, dan kebetualan ada objek gratis yang menjadi halal untuk disakiti dan akhirnya tindakan kekerasan ini menjadi sangat sulit dikendalikan tidak peduli apakah orang lain yang sesama manusia ini telah babak belur hancur tidak berdaya bahkan mungkin hampir mati, terlebih karena hampir semua orang dalam kelompok mereka secara bersama-sama melakukan hal itu dan inilah pembenaran dari suatu tindakan yang sebenarnya salah itu. Dan sekali lagi berhati-hatilah karena kita semua yang mungkin miris dan mengecam tindakan kekarasan seperti itu bisa tiba-tiba melakuakn kekerasan yang sama terlebih ketika teman-teman kita dan semua orang di dekat kita bersama-sama melakukan suatu tindakan kekerasan. Karena memang tindakan diluar kontrol seperti itu sangat manusiawi, karena kita memang manusia yang selalu dikelilingi setan dan penuh dengan beban pikiran. Pengendalian diri memang sangat sulit karena kita tidak tahu seberapa sadar kita ketika berada di dalam suatu situasi dan kondisi yang lain yaitu misalnya ketika berada dalam kondisi yang panas dan penuh stress, diluar kondisi sekarang ini yang sedang kita rasakan pada detik ini misalnya.&lt;br /&gt;  Pertanyaannya kemudian adalah bagaimana agar kita tidak terjebak dalam tindakan yang tidak terkendali itu? Jawabannya ada pada diri kita masing-masing. Tapi setidaknya dengan tulisan ini akan sedikit banyak mengingatkan kita agar berhati-hati dan selalu mendekatkan diri kepada Tuhan karena percayalah sewaktu-waktu tanpa disadasri kita bisa tiba-tiba menjadi seorang penjahat yang kejam.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4589189783124901735-4849508686580885135?l=plangplung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://plangplung.blogspot.com/feeds/4849508686580885135/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://plangplung.blogspot.com/2008/06/kita-tanpa-sadar-bisa-tiba-tiba-menjadi.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4589189783124901735/posts/default/4849508686580885135'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4589189783124901735/posts/default/4849508686580885135'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://plangplung.blogspot.com/2008/06/kita-tanpa-sadar-bisa-tiba-tiba-menjadi.html' title='KITA TANPA SADAR BISA TIBA-TIBA MENJADI PENJAHAT YANG KEJAM, KARENA KITA PUNYA POTENSI SEBAGAI SEORANG PEMBUNUH'/><author><name>ardhev</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18379337274951662720</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_vIJ8PFr8BEY/SWHaZfkpLDI/AAAAAAAAANg/QFHc_AK_s1c/S220/Image.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4589189783124901735.post-6419957544315627980</id><published>2008-06-04T13:49:00.001+07:00</published><updated>2009-02-02T13:51:11.056+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='manual kehidupan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='alangkah baiknya jika'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='back to nature'/><title type='text'>HIDUPLAH DENGAN DAUN</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_vIJ8PFr8BEY/SEeHWtl4lEI/AAAAAAAAAEs/4MCAM8Hd7CA/s1600-h/untitled.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 280px; height: 481px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_vIJ8PFr8BEY/SEeHWtl4lEI/AAAAAAAAAEs/4MCAM8Hd7CA/s400/untitled.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5208280318342632514" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;       Perut mulas, kepala pusing susah  berkonsentrasi. Banyak yang mengira hal ini adalah karena salah makan, kurang suplemen bahkan mungkin karena stress. Sebagian mungkin benar tetapi sadarkah kita kalau hal ini bisa disebabkan oleh kotornya udara dalam ruangan akibat polusi dari debu super mikro yang keluar dari karpet, gorden, sofa atau kursi berlapis kain, dan dari tumpukan kertas bekas termasuk polutan-polutan dari luar ruangan yang berasal dari asap kendaraan yang menyelinap masuk dan terperangkap berputar-putar di dalam ruangan.&lt;br /&gt;   Oleh karena itu mari tempatkan tanaman-tanaman dalam pot kecil di dalam ruangan selain tentu saja menambah keindahan daun-daun tanaman adalah benda paling efektif untuk menangkap polutan, polutan yang telah ditangkap oleh daun akan dialirkan ke akar, di situlah kemudian mikroorganisme-mikroorganisme yang berada dalam tanah akan memakannya, dan untungnya seberapapun banyaknya mereka makan mereka tidak akan kekenyangan.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;  Untuk memaksimalkan fungsi tanaman kita bisa melakukan kombinasi yang tepat. Tanaman jenis palem cocok ditempatkan di siang hari, sedangkan untuk malam hari akan lebih efektif jika tanaman jenis kaktus yang dimasukkan ke dalam ruangan. Lebih banyak tanaman tentu lebih baik hasilnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4589189783124901735-6419957544315627980?l=plangplung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://plangplung.blogspot.com/feeds/6419957544315627980/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://plangplung.blogspot.com/2008/06/hiduplah-dengan-daun.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4589189783124901735/posts/default/6419957544315627980'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4589189783124901735/posts/default/6419957544315627980'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://plangplung.blogspot.com/2008/06/hiduplah-dengan-daun.html' title='HIDUPLAH DENGAN DAUN'/><author><name>ardhev</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18379337274951662720</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_vIJ8PFr8BEY/SWHaZfkpLDI/AAAAAAAAANg/QFHc_AK_s1c/S220/Image.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_vIJ8PFr8BEY/SEeHWtl4lEI/AAAAAAAAAEs/4MCAM8Hd7CA/s72-c/untitled.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4589189783124901735.post-6549399009467051518</id><published>2008-06-04T13:46:00.000+07:00</published><updated>2009-01-30T13:34:17.569+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='manual kehidupan'/><title type='text'>BAGAIMANA AGAR TIDAK GAMPANG MARAH ?</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Segera tinggalkan tempat yang situasinya membuat anda marah. Cari tempat duduk yang nyaman, atau kalau masih terasa marah rebahkan tubuh anda.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Segera ambil minum. Air putih akan lebih baik untuk melegakan tubuh.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Semua hal bisa saja membikin marah, udara yang panas, kemacetan, suara bising, ekspresi wajah seseorang, orang yang tertawa berlebihan, orang yang sepertinya sedang ngomongin kita, anak-anak yang bandel, dll. Oleh karena itu tidak usah dicari-cari kenapa keadaan itu jadi begitu, jangan terlalu dipikirkan, yakinkan diri anda semua itu pasti akan segera berakhir dan tidak akan mengakibatkan apa-apa terhadap diri anda.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Jangan turuti perasaan marah anda. Kalau diikuti amarah malah bisa menjadi-jadi. Coba sesegera mungkin alihkan pikiran kepada sesuatu yang menyenangkan anda. Misalnaya pikirkan wanita atau pria pujaan anda, pikirkan lucunya kelakuan balita yang anda kenal, ingat-ingat kembali kejadian lucu pada masa lalu, ingat-ingat lagi film atau acara lucu favorit anda, atau anda juga bisa membangayngka rencana dekorasi rumah idaman, mobil impian, tempat rekreasi yang indah dll&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Langsung lakukan kegiatan lain yang membuat anda merasa nyaman. Dengarkan lagu favorit, putar film favorit atau cuplikan pertandinagn olahraga yang pernah membuat anda gembira, pergi ke restoran favorit, belanja, atau ajak teman untuk bersenamg-senaang.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Satu hal yang akan menambah marah adalah dengan menyalahkan orang lain. Maka dari itu jangan coba cari-cari kesalahan orang lain, meski mungkin memang dia yang bersalah. Caranya dengan segera menghindar dari orang yang akan salahkan itu berada. Rasa marah itu muncul dari dalam diri kita, bukan dari orang lain.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Lakukan olah-raga, peregangan otot, push up, lari-lari kecil, berenang atau gerakan-gerakan olahraga lain yang memungkinkan bisa anda ketjakan saat itu juga. Jadi langsung gerakkanlah tubuh anda di luar kebiasaan. Ini akan menyegarkan tubuh dan pikiran anda.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4589189783124901735-6549399009467051518?l=plangplung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://plangplung.blogspot.com/feeds/6549399009467051518/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://plangplung.blogspot.com/2008/06/bagaimana-agar-tidak-gampang-marah_03.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4589189783124901735/posts/default/6549399009467051518'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4589189783124901735/posts/default/6549399009467051518'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://plangplung.blogspot.com/2008/06/bagaimana-agar-tidak-gampang-marah_03.html' title='BAGAIMANA AGAR TIDAK GAMPANG MARAH ?'/><author><name>ardhev</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18379337274951662720</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_vIJ8PFr8BEY/SWHaZfkpLDI/AAAAAAAAANg/QFHc_AK_s1c/S220/Image.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4589189783124901735.post-9123965197896452193</id><published>2008-06-04T13:45:00.000+07:00</published><updated>2009-02-02T11:45:53.405+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='manual kehidupan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='back to nature'/><title type='text'>ADA APA DENGAN PEPAYA</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_vIJ8PFr8BEY/SEeKFy1PeQI/AAAAAAAAAFE/JQKuXuo-4m8/s1600-h/papay.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 233px; height: 570px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_vIJ8PFr8BEY/SEeKFy1PeQI/AAAAAAAAAFE/JQKuXuo-4m8/s400/papay.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5208283326226331906" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;       Jarang sekali kita melihat orang yang membesuk orang sakit membawakan papaya sebagai buah tangan, sepertinya papaya kalah populer dengan jeruk, apel, dan pear. Wajar saja sih karena penampilan pepaya secara fisik memang kalah cantik dengan buah buah an tadi. Tapi jangan salah khasiat buah pepaya sangat banayk.&lt;br /&gt;      Marcopolo dalam pelayarannya pernah dipusingkan dengan wabah skorbut (sariawan) yang menyerang anak buah dan kelasi-kalsi kapalnya hingga kemudian mereka sembuh setelah marcopolo memerintahkan mereka makan buah papaya sebanyakbanyaknya.&lt;br /&gt;  Pepaya mengandung vitamin-vitamin yang sangat bermanfaat dalam masa penyembuhan. Mungkin sudah banyak diketahui secara umum jika buah pepaya bisa melegakan perut yang mual akibat susah buang air besar. Ini dikarenakan terdapat suatu enzim yang dikandung dalam getah pepaya yaitu enzim papaine. Enzim ini dapat menghancurkan putih telur sehingga enzim ini ketika berada dalam usus besar akan sangat membantu.&lt;br /&gt;     Ngomongin pepaya jangan lupakan pula daunnya. Banyak yang kurang suka daun pepaya karena rasanya yang memang pahit, akan tetapi dibalik kepahitan rasanya itulah terdapat khasiat yang sangat besar. Zat yang terkandung dalam daun pepaya dapat membantu membersihkan darah kotor selain sebagai pelega perut ketika perut sedang terasa tidak enak atau mual.daun pepaya juga berkhasiat untuk menambah nafsu makan, ini sangat cocok buat anak-anak kurang nafsu makan, tinggal kita pandai-pandai mengolah dan mengkombinasikannya dengan bahan lain agar rasa pahit itu bisa sedikit berkurang.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4589189783124901735-9123965197896452193?l=plangplung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://plangplung.blogspot.com/feeds/9123965197896452193/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://plangplung.blogspot.com/2008/06/ada-apa-dengan-pepaya_03.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4589189783124901735/posts/default/9123965197896452193'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4589189783124901735/posts/default/9123965197896452193'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://plangplung.blogspot.com/2008/06/ada-apa-dengan-pepaya_03.html' title='ADA APA DENGAN PEPAYA'/><author><name>ardhev</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18379337274951662720</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_vIJ8PFr8BEY/SWHaZfkpLDI/AAAAAAAAANg/QFHc_AK_s1c/S220/Image.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_vIJ8PFr8BEY/SEeKFy1PeQI/AAAAAAAAAFE/JQKuXuo-4m8/s72-c/papay.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4589189783124901735.post-5227546996374970034</id><published>2008-06-04T13:26:00.000+07:00</published><updated>2009-01-30T13:32:06.366+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='manual kehidupan'/><title type='text'>JANGAN PERNAH PULANG</title><content type='html'>&lt;span class="fullpost"&gt;        Ini kisah tentang Julius Caesar yang mengubah pasukan perangnya menjadi memiliki daya juang tinggi tak takut mati hingga akhirnya mereka berhasil menguasai Britania.&lt;br /&gt;Pada suatu tengah malam yang dingin Julius Caesar dan pasukannya tiba di perairan Britania. Dengan perahu-perahu kecil mereka keluar dari kapal induk untuk merapat diam-diam ke pantai. Para pasukan sibuk menata dan mengikat perahu-paerahu itu dengan baik agar tak terseret ombak sehingga mereka nanti bisa segera pulang.&lt;br /&gt;       Akan tetapi di luar dugaan tiba-tiba Julius Caesar memerintahkan mereka untuk membakar semua perahu yang ada. “Bakar semua perahu kita, sekarang juga !” , kata Julius Caesar. Para pasukan berpikir mana mungkin mereka bisa kembali ke kapal induk tanpa perahu-perahu itu. Meski masih bingung dan tetap bertanya-tanya dalam hati pasukannya tetap menuruti perintah itu dan terbakar habislah perahu-perahu mereka itu.&lt;br /&gt;       Maka bertempurlah Julius Caesar dan pasukannya dengan fokus harus menang. “Kita harus menang, karena jika kalah kita tetap tidak bisa segera mundur dan melarikan diri pulang ke negara kita, itu berarti kita pasti mati, tapi jika kita menang kita masih bisa menikmati hidup meskipun di sini, di Britania”, demikin semangat yang dikumandangkan. Jadi pilihannya tinggal menang atau mati. Pertempuran dengan semangat harus menang atau mati inilah yang membawa kemenangan pasukan Julius Caesar.&lt;br /&gt;       Kaca spion harus lebih kecil daripada kaca depan. Pandangan menengok kebelakang harus lebih kecil daripada pandangan ke depan, karena pandangan ke depan harus jelas terbuka lebar. Kita sering terjebak dengan kenikmatan masa lalu atau dengan kenyamanan yang kita rasakan dahulu sehingga kita sering berpikir lebih baik kembali lagi seperti dulu daripada maju kedepan yang belum jelas keadaannya.&lt;br /&gt;       Ketika ada suatu peluang atau tantangan kita kadang mundur karena takut ditolak, takut berbeda dengan orang lain dan tidak punya mental untuk menjadi pelopor, serta khawatir akan gagal. Inilah yang namanya stagnasi hidup. Dan stagnasi hidup membuat hidup tidak bermakna, kita tidak bermanfaat dan tidak berguna bagi orang lain. Kesuksesan dimulai dari perubahan dan perubahan diawali dengan suatu keberanian.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4589189783124901735-5227546996374970034?l=plangplung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://plangplung.blogspot.com/feeds/5227546996374970034/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://plangplung.blogspot.com/2008/06/jangan-pernah-pulang.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4589189783124901735/posts/default/5227546996374970034'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4589189783124901735/posts/default/5227546996374970034'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://plangplung.blogspot.com/2008/06/jangan-pernah-pulang.html' title='JANGAN PERNAH PULANG'/><author><name>ardhev</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18379337274951662720</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_vIJ8PFr8BEY/SWHaZfkpLDI/AAAAAAAAANg/QFHc_AK_s1c/S220/Image.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4589189783124901735.post-4467494971694439961</id><published>2008-06-04T13:23:00.000+07:00</published><updated>2009-02-02T13:51:43.256+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='manual kehidupan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='alangkah baiknya jika'/><title type='text'>BERPIKIR POSITIF ADALAH AWAL DARI KESUKSESAN.</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_vIJ8PFr8BEY/SEeIQy78EPI/AAAAAAAAAE8/Yd9oKNySZO4/s1600-h/pasti.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 288px; height: 1093px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_vIJ8PFr8BEY/SEeIQy78EPI/AAAAAAAAAE8/Yd9oKNySZO4/s400/pasti.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5208281316209725682" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Beri komentar positif untuk segala hal. Buang jauh-jauh kata-kata “aku tak bisa” atau “mana mungkin aku mampu melakukannya”, kalimat tersebut akan memberikan efek buruk yang berakibat pada berkurangnya aura, penampilan, percaya diri, kretifitas. Ganti dengan “AKU BISA” atau “AKU PASTI MAMPU” atau “YANG LAIN BISA, AKU JUGA PASTI BISA” atau “I AM THE BEST”.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Jangan sekali-kali berpikir pesimis. Jauhkan pikiran anda dari “aku kan memang tidak pintar” atau “memang segini kok kemampuanku” atau “ya sudahlah, mereka memang lebih baik dari aku”. Wah kalau anda sudah berpikir seperti ini berarti bahaya telah mengancam eksistensi anda dalam hidup di dunia ini. Balik pikiran ansda dengan “ AKU PINTAR” atau “AKU BUKAN ORANG BODOH” atau “AKU PUNYA KEMAMPUAN LEBIH”. Katakana berulang-ulang dalam hati anda setiap kali anda merasa ragu-ragu, tidak percaya diri atau takut akan gagal.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Ingat kembali kesuksesan anda dulu. Jika anda sedang gagal atau mengalami kemunduran dalam usaha yang anda lakukan, pertama tama temukan dulu penyebab kegagalan itu, lalu coba anda berandai-andai, pikirkan solusi atau antisipasi terhadap penyebab kegagalan itu, yakinlah ini bisa berguna untuk masa depan. Coba ingat-ingat ulang sekecil apapun prestasi anda dulu, bayangkan kemampuan dan keahlian atau bakat anda yang belum tergali setiap kali anda merasa down. TULISKAN KESUKSESAN TERBESAR ANDA DULU ATAU TULISKAN DAFTAR HAL-HAL YANG MEMBUAT ANDA, ORANG TUA , KELUARGA, PASANGAN, ANAK ANDA, KAWAN-KAWAN ANDA MENJADI BANGGA TERHADAP ANDA.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Beri selamat kepada diri anda sendiri. Sekecil apaun keberhasilan anda beri selamat kepada diri anda, karena keberhasilan itu memang sulit dan jarang di dapat.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Beri selamat juga buat teman anda yang sukses. Ini akan memberi pengaruh positif dan yakinlah ini akan memacu semangat anda.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Jangan selalu merendah. Rendah diri memang hal yang baik, tapi jika anda terus mengecilkan keberhasilan dan kesuksesan anda ketika anda mendapat pujian atau selamat dari orang lain maka lama-kelamaan anda akan kurang menghargai keberhasilan anda sendiri. Sambut pujian dari orang lain dengan SENYUM dan kalimat pendek “TERIMA KASIH”.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Beri hadiah kepada diri sendiri. Setiap anda mendapat keberhasilan, coba turuti atau senangkan diri anda sendiri. Misalnya, pergi ke mencari makanan special yang lebih istiwewa dari makanan yang biasanya anda makan, membeli sesuatu yang sudah lama anda inginkan, atau hal lain yang menurut anda sudah lama anda tahan, pokoknya istimewakan diri anda pada saat itu.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4589189783124901735-4467494971694439961?l=plangplung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://plangplung.blogspot.com/feeds/4467494971694439961/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://plangplung.blogspot.com/2008/06/berpikir-positif-adalah-awal-dari.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4589189783124901735/posts/default/4467494971694439961'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4589189783124901735/posts/default/4467494971694439961'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://plangplung.blogspot.com/2008/06/berpikir-positif-adalah-awal-dari.html' title='BERPIKIR POSITIF ADALAH AWAL DARI KESUKSESAN.'/><author><name>ardhev</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18379337274951662720</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_vIJ8PFr8BEY/SWHaZfkpLDI/AAAAAAAAANg/QFHc_AK_s1c/S220/Image.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_vIJ8PFr8BEY/SEeIQy78EPI/AAAAAAAAAE8/Yd9oKNySZO4/s72-c/pasti.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4589189783124901735.post-5273661648036562589</id><published>2008-05-31T12:36:00.000+07:00</published><updated>2009-02-02T11:54:19.211+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='special moment'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='something wrong'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sekedar opini'/><title type='text'>SIAPA YANG MENCANANGKAN VISIT INDONESIA YEAR, DAN SEKARANG SIAPA PULA YANG TELAH MENGHAMBATNYA ?</title><content type='html'>&lt;div&gt;&lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/Owner/LOCALS%7E1/Temp/moz-screenshot.jpg" alt="" /&gt;       Menjadi dilema ketika pada tahun ini dicanangkan sebagi tahun kunjungan wisata yang katanya dengan berbagai kemudahan dan peningkatan kualitas tapi pada tahun ini pula pelaku bisnis perjalanan pariwisata yang notabene ujung tombak kunjungan pariwisata harus menaikkan harga.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;       Jika memang kunjungan wisata ini benar-benar mau diwujudkan maka seharusnya segala hal yang bisa mendukung dan menghambatnya harus benar-benar diperhitungkan. Pelaku bisnis perjalanan wisata sekarang kebingungan ketika mereka benar-benar mau mempromosikan perjalanan wisata yang tentu bagian utama dalam suatu promosi itu adalah harga yang terjangkau, tetapi apa daya bbm sekarang naik dan promosi harga miring itu kini tidak mungkin terwujud. Lalu imbasnya tahun kunjungan wisata kali ini bakalan sama saja seperti tahun tahun sebelumnya yang hanya gonta-ganti logo, utak-atik slogan dan visit indonesia cuma menjadi agenda tahunan saja, tidak lebih.&lt;br /&gt;      Naiknya haraga jual wisata akibat biaya transportasi yang naik ini pasti akan berdampak signifikan pada segmen lain, kenaikan bbm akan berpengaruh pula pada kenaikan semua harga termasuk biaya penginapan, harga makanan, sewa prasarana wisata dan lain-lain.&lt;br /&gt;Para wisatawan tentu akan berpikir ulang ketika mau melakukan perjalanan wisata karena dengan kualitas tempat wisata dan pelayanan wisata yang begitu begitu saja dari tahun ketahun tanpa suatu lompatan kualitas yang bisa dibanggakan, kini mereka harus merogoh kantong lebih dalam dari tahun-tahun sebelumyna akibat bbm yang jadi mahal. Harga naik konsumen pasti turun.&lt;br /&gt;      Kalau sudah begini selamat mensuksekan tahun kunjungan wisata 2008 dengan penurunan minat berwisata.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4589189783124901735-5273661648036562589?l=plangplung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://plangplung.blogspot.com/feeds/5273661648036562589/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://plangplung.blogspot.com/2008/05/siapa-yang-mencanangkan-visit-indonesia.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4589189783124901735/posts/default/5273661648036562589'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4589189783124901735/posts/default/5273661648036562589'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://plangplung.blogspot.com/2008/05/siapa-yang-mencanangkan-visit-indonesia.html' title='SIAPA YANG MENCANANGKAN VISIT INDONESIA YEAR, DAN SEKARANG SIAPA PULA YANG TELAH MENGHAMBATNYA ?'/><author><name>ardhev</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18379337274951662720</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_vIJ8PFr8BEY/SWHaZfkpLDI/AAAAAAAAANg/QFHc_AK_s1c/S220/Image.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4589189783124901735.post-5907054891630136463</id><published>2008-05-31T12:33:00.000+07:00</published><updated>2009-01-30T13:29:36.125+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='manual kehidupan'/><title type='text'>COBA LIHAT DARI SISI LAIN</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ini adalah sebuah dongeng. Pada zaman dahulu terdapatlah seorang raja yang kurang bijak dan tidak dekat dengan rakyatnya, dia tidak pernah sekalipun keluar dari istana untuk melihat keadaan rakyatnya. Pada suatu hari dia disarankan oleh ibundanya yang sekaligus penasehatnya agar sekali-sekali berjalan jalan berkeliling negeri. Raja itu menuruti saran ibundanya akan tetapi begitu dia keuar hanya beberapa meter dari istana dia mengurungkan niatnya karena dia melihat jalanan tanah yang begitu kotor, terjal tetapi becek dan banyak serangga yang membuat dia merasa jijik. Tanpa berpikir panjang sang raja memerintahkan pengawalnya untuk segera melapisi jalanan di seluruh sudut negeri dengan karpet yang terbuat dari kulit sapi yang kuat dan halus sehingga dia bisa berjalan tanpa kakinya kotor atau luka. Mendengar hal itu sang ibunda tersenyum dan berkata dengan bijaksana, “Nak apakah kamu tidak berpikir berapa lama waktu yang digunakan untuk menutup semua jalanan di negeri ini dengan kulit sapi, belum lagi berapa ribu sapi yang dibutuhkan yang harus di kuliti dengan sia-sia hanya untuk sesuatu yang tidak terlalu berguna. Padahal rakyat masih sangat memerlukan sapi-sapi itu untuk hal-hal yang lain. Wahai anakku daripada seluruh jalanan engkau lapisi dengan kulit sapi kenapa bukan kaki kamu saja yang engkau tutupi ?”. Mendengar hal sang raja merasa beruntung atas nasehat sang ibu sehingga dia tidak jadi menciptakan sesuatu hal yang sia-sia dan tidak efektif. Dia mejadi sadar bahwa bukan lingkugannya yang harus diubah tetapi diri sendirilah yang harus menyesuaikan. Konon inilah awal digunakannya sepatu sebagai alas kaki.&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;COBA PERBAIKI DIRI KITA DAHULU SEBELUM MENUNTUT PERBAIKAN PADA LINGKUNGAN KITA&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah seperti diatas banyak dijumpai dalam kehidupan nyata di sekitar kita. Seorang kepala keluarga yang memaksakan kebiasaannya tanpa mau mendengarkan pandangan isteri dan anak-anaknya, seorang bos yang otoriter tanpa mau memperhatikan pendapat anak buahnya, seorang karyawan yang memaksakan suatu desain interior di dalam suatu ruangan kerja bersama, kelompok atau komunitas tertentu yang menggunakan kekerasan demi mewujudkan sesuatu agar pemahaman dan pemikirannya diterapkan oleh seseorang atau kelompok lain.&lt;br /&gt;Seringkali kita merasa tidak cocok dan tidak sesuai dengan linkungan kita, tidak cocok dengan seseorang atau suatu kelompok padahal kita diharuskan selalu besama dengan mereka, bukan karena kebiasaan mereka yang buruk tapi jarang disadari kalau hal ini lebih karena kita tidak bisa beradaptasi saja. Suasana yang tidak nyaman yang membuat kita gerah, marah-marah dan maunya ingin menyalahkan orang lain saja. “Pokoknya semua hal harus sesuai dengan keinginanku”. Hingga kita kadang memaksakan sesuatu, terlebih terhadap seseorang yang memungkinkan kita kuasai, misalnya adik, anak, isteri atau suami, kawan dll. Coba kita renungkan kenapa kita tida mencoba untuk memahami kebiasaan mereka, menyelami dan merasakan apa yang mereka rasakan. Coba satukan perasaan, berkomunikasi dan saling mengisi, memberi dan menerima. Dengan demikian tidak menutup kemungkinan akan tercipta sesuatu yang baru, budaya baru, kebiasaan baru yang lebih baik yang bisa diterima semuanya dengan perasaan lega. Lebih beruntungnya kita daripada memaksakan sesuatu yang tidak kita sadari malah sering merugikan diri kita atau membuat tidak nyaman orang lain yang tentu akan berakibat dari hilangnya keharmonisan dan rasa saling menyayangi.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;Coba pahami pendapat orang lain mungkin saja kita malah bisa jadi lebih beruntung karenanya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4589189783124901735-5907054891630136463?l=plangplung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://plangplung.blogspot.com/feeds/5907054891630136463/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://plangplung.blogspot.com/2008/05/coba-lihat-dari-sisi-lain.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4589189783124901735/posts/default/5907054891630136463'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4589189783124901735/posts/default/5907054891630136463'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://plangplung.blogspot.com/2008/05/coba-lihat-dari-sisi-lain.html' title='COBA LIHAT DARI SISI LAIN'/><author><name>ardhev</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18379337274951662720</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_vIJ8PFr8BEY/SWHaZfkpLDI/AAAAAAAAANg/QFHc_AK_s1c/S220/Image.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4589189783124901735.post-1419225948993120958</id><published>2008-05-31T12:21:00.000+07:00</published><updated>2009-02-02T11:54:50.306+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='nyata-nyata ada'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='something wrong'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sekedar opini'/><title type='text'>SATU PEMBODOHAN APALAGI IN I ?</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Lagi dan datang lagi isu-isu aneh yang membikin riuh pemberitaan di indonesia. Sms santet. Sms yang katanya memakai huruf merah ini akan menyebabkan sakit atau kematian bagi yang membukanya, isu ini dilanjutkan dengan peringatan-yang juga lewat sms- yang menyebutkan bahwa pada jam-jam tertentu radiasi infrared dari hp akan menimbulkan masalah kesehatan bagi manusia.&lt;br /&gt;Semua orang membicarakannya, sampai sampai sebuah stasiun tv swasta cerdik melihat peluang dengan mengundang Roy Suryo untuk menjelaskan secara cerdas dan masuk akal mengenai isu ini, pakar telematika ini memastikan bahwa isu ini bohong. Menurutnya sms-sms ini adalah disebarkan pertama kali dari sesorang yang berada di suatu daerah di Riau, tentu saja keberhasilan proyek menyebarkan isu ini adalah karena adanya satu jaringan yang membentuk pola berantai hinga menjadikan sms ini meyakinkan, dan menurut Roy, kini penyebar sms ini telah diamankan Polisi.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Lalu apa motif dibalik penyebaran sms ini, untungnya apa sih? Iseng? Bisa saja tapi melihat momen yang bersamaan dengan rencana kenaikan harga BBM cara-cara pengalihan perhatian dengan berbagai kejadian, isu atau berita spektakuler dan pastinya sangat menarik untuk dibicarakan ini menjadi senjata strategis. Semua orang yang paham tentu sudah tahu atau masih ingat ketika setiap ada suatu kasus atau isu di tingkat pemerintahan yang biasanya kontroversial hampir selalu ada berita menarik lain, video porno baru, kasus atau kejadian langka yang menimpa artis yang sedang tenar, hingga sms-sms pembodohan tadi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Patut disayangkan adalah kita sekarang harus semakin yakin dan khawatir karena pada kenyataannya kita mudah sekali dipermainkan dengan teknologi. HP sebagai benda kecil yang kini hampir semua orang punya, hingga anak-anak yang baru beberapa bulan lalu bisa menghapal huruf A sampai Z kini sudah pegang HP menjadi benda yang amat sangat berguna baik dari sisi positif dan negatif. Bagi anak-anak dan remaja hal negatif bagi perkembangan diri dan pembentukan karakter bisa menjadi warning. Semua bisa dilakukan hanya dengan memegang HP sambil tiduran, nonton video porno, membuka website khusus dewasa, menerima info dan sms menyesatkan, bermain judi hingga menjadi anti sosial dan kebiasaan menunda pembicaraan dengan oranglain, menunda pekerjaan, menunda sembahyang sampa rasa laparpun bisa hilang kalau anak-anak sudah sms-an, chating dan nge-game. Bukan masalah besar? Oke, memang setiap orang punya hak untuk menilai dan menentukan sikap dalam menanggapi suatu masalah. Tapi bersikap waspada dan tetap berada dalam kontrol adalah suatu tindakan yang sangat tepat untuk menghindari suatu kekecewaan dan penyesalan ketika suatu akibat buruk telah terjadi dan menjadi terlambat. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Who knows ?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4589189783124901735-1419225948993120958?l=plangplung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://plangplung.blogspot.com/feeds/1419225948993120958/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://plangplung.blogspot.com/2008/05/satu-pembodohan-apalagi-in-i.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4589189783124901735/posts/default/1419225948993120958'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4589189783124901735/posts/default/1419225948993120958'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://plangplung.blogspot.com/2008/05/satu-pembodohan-apalagi-in-i.html' title='SATU PEMBODOHAN APALAGI IN I ?'/><author><name>ardhev</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18379337274951662720</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_vIJ8PFr8BEY/SWHaZfkpLDI/AAAAAAAAANg/QFHc_AK_s1c/S220/Image.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4589189783124901735.post-4559141170437199673</id><published>2008-05-31T12:18:00.000+07:00</published><updated>2009-02-02T11:55:08.888+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='special moment'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sekedar opini'/><title type='text'>MENAIKKAN HARGA BBM! SUATU KEPUTUSAN YANG BIJAK ATAU SUATU KEBIJAKAN YANG MEMBUAT PUTUS ASA?</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;BBM naik karena subsidinya dicabut. Subsidi yang sekarang disuntikkan untuk menekan harga BBM hingga jauh dibawah harga sebenarnya kini dikurangi dan subsidi ini katanya akan dialihkan ke sektor lain yang lebih mengena untuk masyarakat miskin. Logikanya adalah masyarakat miskin tidak butuh bensin karena mereka pasti tidak punya kendaraan bermotor, jadi selama ini bensin dinikmati kelas menengah ke atas, artinya subsidi bensin selama ini hanya dinikmati kelas menengah keatas, yang punya motor dan mobil.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Nah ketika pemerintah menyadari hal ini mereka ingin masyarakat miskin lebih kena subsidi dengan mengorbankan kepentingan masyarakat menengah keatas, oke setuju. Secara teoritik dan asumsi logis ini sangat tepat. Tapi ternyata di luar gedung yang me-rapat-kan dan menetapkan kenaikan BBM dan membangun teori alih subsidi ini ada reliatas sosial yang multi kompleks, ada faktor psikologis yang multi efek dan ada jaring-jaring ekonomi mikro yang tidak mudah diputus hanya dengan memindah subsidi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Realitas sosial yang menghubungkan masyarakat kelas menengah ke atas dengan masyarakat miskin adalah relasi kekuasaan. Tidak bisa ditolak bahwa baik secara nyata atau samar yang namanya orang kaya itu menguasai orang miskin, karena kehidupan orang miskin tergantung dengan orang kaya, baik secara langsung atau tidak. Identifikasi masyarakat miskin tentu adalah mereka yang untuk memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari terutama makan dan tempat tinggal harus berjuang ekstra keras hingga membuat kebutuhan penting lain yang sebenarnya juga pokok menjadi tidak pokok yaitu kesehatan dan pendidikan. Orang miskin mendapatkan rejeki untuk memenuhi kebutuhannya melalui perekonomian mikro atau usaha level mikro, dan usaha mikro ini bisa berjalan apabila pemilik modal yaitu orang kaya atau setengah kaya membelanjakan uangnya atau di sisi lain beberapa dari mereka memutar modalnya dan menjalankan usahanya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Kembali ke BBM yang naik. BBM naik akan berimbas pada tingat konsumsi dan perputaran modal masyarakat menengah ke atas. Sekali lagi sistem perekonomian adalah suatu jaring yang tidak mungkin memutus hubungan antara masyarakat kaya dengan masyarakat miskin. Jadi sekalipun masyarakat miskin tidak butuh bensin atau motor mereka akan tetap terkena imbas. Orang kaya yang punya motor butuh bensin, dan meraka tidak butuh waktu lama untuk berpikir bagaimana menemukan cara agar kosumsi dan pendapatan mereka tetap balance seperti dulu ketika bensin belum naik. Sekali lagi bahwa orang kaya menguasai orang miskin. Konsumsi orang kaya mungkin akan berkurang dan ini akan berpengaruh pada perekonomian mikro, orang kaya yang memiliki usaha produksi akan menaikkan harga, orang kaya yang punya usaha akan melakukan perampingan lapangan kerja. Sedangkan orang miskin, mau bagaimana lagi?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Memang tidak mudah juga bagi pemerintah untuk menetapkan suatu kebijakan, sekalipun telah dilakukan berbagai jenis survey, dialog, sharing dan sebagainya. Hingga BLT lah yang kini menjadi jawaban yang selalu dilempar ketika masyarakat bergejolak, efektifkah? Terlepas dari efektif atau tidak, tepat sasaran atau tidak, mencukupi atau tidak, tapi kenyataan sekarang beberapa pemerintah daerah malah menolak BLT, Pemerintah Kabupaten Wonogiri contohnya, bahkan Pemkot Surakarta juga sudah merilis pernyataan penolakan kenaikan BBM yang ditujukan kepada pemerintah pusat, dan beberapa daerah lain yang melakukan hal dengan tujuan sama. Pemerintah saja sudah tidak kompak, terus bagaimana ini? Ke-putus asa-an, putusnya harapan hidup layak lagi-lagi terjadi. Hanya ada satu cara pamungkas untuk mencoba lagi menghentikan ini semua yaitu lagi, lagi dan lagi lakukan perubahan. We have to change, ‘cause we still alive for make a change.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4589189783124901735-4559141170437199673?l=plangplung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://plangplung.blogspot.com/feeds/4559141170437199673/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://plangplung.blogspot.com/2008/05/menaikkan-harga-bbm-suatu-keputusan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4589189783124901735/posts/default/4559141170437199673'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4589189783124901735/posts/default/4559141170437199673'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://plangplung.blogspot.com/2008/05/menaikkan-harga-bbm-suatu-keputusan.html' title='MENAIKKAN HARGA BBM! SUATU KEPUTUSAN YANG BIJAK ATAU SUATU KEBIJAKAN YANG MEMBUAT PUTUS ASA?'/><author><name>ardhev</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18379337274951662720</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_vIJ8PFr8BEY/SWHaZfkpLDI/AAAAAAAAANg/QFHc_AK_s1c/S220/Image.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4589189783124901735.post-3640461500889451139</id><published>2008-05-31T12:16:00.000+07:00</published><updated>2009-02-02T11:53:26.121+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='alangkah baiknya jika'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='special moment'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='something wrong'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sekedar opini'/><title type='text'>NGAPAIN SIH 100 TAHUN KEBANGKITAN NASIONAL HARUS DI BESAR-BESARKAN ?</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sejak awal bulan Mei ini peringatan 100 tahun kebangkitan nasional sudah mulai digembargemborkan hingga sepertinya terasa special dan memang sih jadi lebih terasa semangatnya dibandingkan peringatan-peringatan hari kebangkitan nasiaonal tahun-tahun sebelumnya yang jujur saja sepertinya terkesan biasa-biasa saja, seperti perinagatanperingatan lain yang cuma sekedar lalu. Lalu kenapa angka 100 jadi istimewa, apa karena itu nomor cantik?&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kalau begitu siap-siap saja kebangkitan nasional berikutnya akan terasa meriah pada angka 200, 300 dst.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Kenapa harus menunggui angka 100 untuk benar-benar memahami semangat kebangkitan para pemuda Stovia yang punya greget dan orientasi utuk bangkit mengangkat harga diri bangsa, menyatukan perbedaan untuk kemerdekaan.&lt;br /&gt;Ada apa dengan angka 99, 98, 97 atau angka 80, 79, 78 dan seterusnya ? kenapa pada peringatan dengan angka-angka selain 100 tidak istimewa ? kenapa harus menunggu 100 tahun bagi saya, anda dan banyak orang, bagi berbagai media, bermacam dialog, seminar dan wacana baru mengistimewakan dan menjadikan peringatan ini sebagai titik tolak menuju perbaikan? Kenapa tidak tahun lalu, sepuluh tahun lalu, atau dua puluh tahun lalu peringatan ini dijadikan titik tolak ? Jika saja sejak sekian tahun lalu semangat kebangkitan ini sudah dijadikan titik tolak, mungkin sekarang pada peringatan 100 tahun ini bukan lagi menjadi titik tolak tapi kita sudah benar benar siap melompat dengan jiwa kebangsaan, nasionalisme, dan ideologi yang kompak.&lt;br /&gt;Ngomong-ngomong masalah bangkit, lalu kebangkitan seperti apa yang harus kita capai, modalnya apa, caranya bagaimana dan kalu sudah bangkit terus kita mau ngapain ?&lt;br /&gt;Apakah peringatan ke 101 besuk tetap membawa semangat yang tinggi atau kembali lesu, apakah kita harus menunggu 100 tahun lagi untuk punya semangat bangkit ?&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4589189783124901735-3640461500889451139?l=plangplung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://plangplung.blogspot.com/feeds/3640461500889451139/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://plangplung.blogspot.com/2008/05/ngapain-sih-100-tahun-kebangkitan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4589189783124901735/posts/default/3640461500889451139'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4589189783124901735/posts/default/3640461500889451139'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://plangplung.blogspot.com/2008/05/ngapain-sih-100-tahun-kebangkitan.html' title='NGAPAIN SIH 100 TAHUN KEBANGKITAN NASIONAL HARUS DI BESAR-BESARKAN ?'/><author><name>ardhev</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18379337274951662720</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_vIJ8PFr8BEY/SWHaZfkpLDI/AAAAAAAAANg/QFHc_AK_s1c/S220/Image.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4589189783124901735.post-4021083667992448071</id><published>2008-05-30T11:19:00.001+07:00</published><updated>2010-02-19T14:20:43.375+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='privacy policy'/><title type='text'>PRIVACY POLICY</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;If you require any more information or have any questions about our privacy policy, please feel free to contact me to &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Ardhian Heveanthara&lt;/span&gt; who will give responsibility for every contents of opinion on &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;www.plangplung.blogspot.com&lt;/span&gt; by email at &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;ardheve@yahoo.com&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;At &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;www.plangplung.blogspot.com&lt;/span&gt;, the privacy of our visitors is of extreme importance to us. This privacy policy document outlines the types of personal information is received and collected by &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;www.plangplung.blogspot.com&lt;/span&gt; and how it is used.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Log Files&lt;br /&gt;Like many other Web sites, &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;www.plangplung.blogspot.com&lt;/span&gt; makes use of log files. The information inside the log files includes internet protocol ( IP ) addresses, type of browser, Internet Service Provider ( ISP ), date/time stamp, referring/exit pages, and number of clicks to analyze trends, administer the site, track user’s movement around the site, and gather demographic information. IP addresses, and other such information are not linked to any information that is personally identifiable.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cookies and Web Beacons&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;www.plangplung.blogspot.com&lt;/span&gt; does not use cookies.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Copyrights&lt;br /&gt;&lt;div id="result_box" dir="ltr"&gt;You can copy the whole idea  or word in this &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;www.plangplung.blogspot.com&lt;/span&gt;. But I hope this is not to  benefit your own I hope you can share the benefits that you find in  &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;www.plangplung.blogspot.com&lt;/span&gt; to many people, because basically &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;www.plangplung.blogspot.com &lt;/span&gt; is exists to provide benefits for all who  want to order the life of the world and the Hereafter also Ridho Allah, Insya Allah. I  hope we can mutually respect the copyright and ownership of any contents in&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; www.plangplung.blogspot.com&lt;/span&gt; .&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Thank you very much for visiting &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;www.plangplung.blogspot.com&lt;/span&gt;. I hope it is can be very usefull.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4589189783124901735-4021083667992448071?l=plangplung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://plangplung.blogspot.com/feeds/4021083667992448071/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://plangplung.blogspot.com/2008/05/privacy-policy.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4589189783124901735/posts/default/4021083667992448071'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4589189783124901735/posts/default/4021083667992448071'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://plangplung.blogspot.com/2008/05/privacy-policy.html' title='PRIVACY POLICY'/><author><name>ardhev</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18379337274951662720</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_vIJ8PFr8BEY/SWHaZfkpLDI/AAAAAAAAANg/QFHc_AK_s1c/S220/Image.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
